Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » OPINI: Merawat Ingatan di Usia ke-62 Sulawesi Tenggara

OPINI: Merawat Ingatan di Usia ke-62 Sulawesi Tenggara

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rahman

Sebab pada akhirnya, setiap perjalanan akan menemukan makna pulangnya sendiri.

Kabaristana.com – Seorang pemikir pernah mengatakan bahwa daerah besar bukan hanya tahu ke mana ia melangkah, tetapi juga ingat dari mana ia berasal. Refleksi ini terasa relevan saat kita melihat perjalanan Sulawesi Tenggara yang kini genap berusia 62 tahun.

Momentum Refleksi, Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan hari jadi sering terjebak dalam rutinitas seremonial—pidato, hiburan, dan perayaan simbolik. Padahal, ulang tahun daerah seharusnya membuka ruang refleksi. Kita perlu menilai sejauh mana perjalanan berlangsung dan menentukan arah masa depan secara lebih jelas.

Jejak Sejarah sebagai Fondasi

Sulawesi Tenggara bukan sekadar wilayah administratif. Masyarakat membentuk daerah ini melalui sejarah panjang, kerja kolektif, dan nilai lintas generasi. Kita melihat kemajuan di sektor infrastruktur, ekonomi, dan sosial sebagai hasil dari gagasan serta kerja keras para pendahulu.

Namun, kita sering lebih fokus merayakan hal baru daripada menjaga ingatan sejarah. Sikap ini berisiko membuat pembangunan kehilangan arah. Karena itu, kita perlu menempatkan ingatan sebagai bagian penting dalam proses pembangunan.

Usia 62 Tahun: Fase Kematangan

Di usia ke-62, Sulawesi Tenggara memasuki fase kematangan. Kita tidak hanya menilai capaian fisik, tetapi juga cara memaknai masa lalu. Kita perlu menjadikan sejarah sebagai kompas untuk melangkah, bukan sekadar arsip yang dilupakan.

Identitas dan Kekuatan Daerah

Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan yang melampaui sumber daya alam. Keberagaman budaya dan karakter masyarakat membentuk identitas yang kuat. Dari pesisir hingga pegunungan, masyarakat menjaga nilai tradisi sambil beradaptasi dengan modernitas.

Identitas ini harus terus dijaga agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Pembangunan yang Berbasis Kesadaran Kolektif

Pembangunan tidak hanya soal hasil yang terlihat. Kita juga harus memperhatikan apa yang dirasakan masyarakat rasa memiliki, kebanggaan, dan kesadaran kolektif. Setiap kemajuan lahir dari perjalanan panjang yang tidak boleh kita lupakan.

Menatap Masa Depan dengan Percaya Diri

Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Namun, Sulawesi Tenggara memiliki fondasi sejarah yang kuat dan semangat kebersamaan yang terjaga. Modal ini cukup untuk melangkah dengan lebih percaya diri.

Selamat ulang tahun ke-62 untuk Sulawesi Tenggara.
Semoga daerah ini terus tumbuh, tidak hanya dalam angka pembangunan, tetapi juga dalam jati diri dan nilai-nilai yang menjadi pijakannya.

Sebab pada akhirnya, setiap perjalanan akan selalu kembali pada satu hal: makna tentang asal-usul, dan kesadaran untuk tidak pernah melupakannya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Gambar emas Antam

    Harga Emas Antam Rekor Tertinggi Kembali Menguat Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com — Harga emas Antam rekor kembali tercatat pada perdagangan hari ini. Tren penguatan logam mulia berlanjut di pasar domestik dan menarik perhatian investor. Pada perdagangan terbaru, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan sebesar Rp 7.000 per gram. Dengan kenaikan tersebut, harga emas Antam 24 karat kini mencapai Rp 2.887.000 per […]

  • Laba Bank Sultra 2025 mencapai Rp419 miliar dalam RUPS Bank Sultra di Kendari

    Bank Sultra Bukukan Laba Bersih Rp419 Miliar di 2025, Dividen Naik Jadi 75 Persen

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KENDARI, (Kabaristana.com) | PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Bank milik pemerintah daerah itu meraih laba bersih Rp419 miliar dan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara. Manajemen Bank Sultra memaparkan capaian tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun […]

  • Konflik agraria Konawe Selatan di lahan sengketa 1300 hektare

    IPPMI Konsel: Konflik Agraria di Konsel Jangan Dibingkai Sepihak, Bupati Sudah Ambil Langkah Tepat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Fikry
    • visibility 341
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Sengketa lahan seluas sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Konawe Selatan memicu ketegangan sosial di tingkat akar rumput. Konflik ini berpotensi meluas jika publik tidak memahami duduk persoalan secara menyeluruh. Sejumlah pihak mulai menggiring opini yang mengaitkan konflik agraria dengan kepemimpinan kepala daerah. Padahal, persoalan lahan melibatkan banyak aktor dan masih berada dalam […]

  • Iran tuntut AS kompensasi ditunjukkan melalui ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat

    Iran Desak AS Bayar Kompensasi dan Angkat Pasukan dari Teluk Persia

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 1Komentar

    TEHERAN, (Kabaristana.com) | Iran menuntut Amerika Serikat membayar kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer serta menarik seluruh pasukannya dari kawasan Teluk Persia sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik yang terus meningkat. Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan tuntutan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Iran SNN pada Sabtu. Ia menegaskan Iran hanya akan […]

  • ilustrasi pembunuhan istri baju lebaran di batavia 1932

    Tragedi Lebaran 1932 di Batavia: Permintaan Baju Baru Berujung Pembunuhan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Tradisi membeli pakaian baru menjelang Lebaran telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, pada masa kolonial, kebiasaan ini pernah memicu peristiwa tragis. Pada Idul Fitri 1350 Hijriah atau Januari 1932, warga Batavia kini Jakarta dikejutkan oleh pembunuhan seorang istri oleh suaminya di kawasan Tanjung Priok. Seorang pria bernama Telo bin Saleh […]

  • Dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap harga sembako di Indonesia

    Pengaruh atas Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Dampaknya terhadap Harga Sembako

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 60
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong naiknya harga sembako melalui peningkatan biaya distribusi. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara menilai kebijakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari dinamika ekonomi, sosial, dan politik masyarakat. HMI menjelaskan bahwa meskipun BBM non-subsidi tidak secara langsung menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan ini tetap memberi […]

expand_less