IRPII Satukan Industri Iklan Nasional, BEKRAF Tegaskan Dukungan Implementasi Kesepakatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 158
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Industry Alignment Forum yang digelar IRPII di Hotel Aloft South Jakarta, Jakarta, Senin (9/2/2026), yang mempertemukan pelaku rumah produksi iklan nasional untuk menyepakati penguatan kolaborasi industri dengan dukungan BEKRAF.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Forum industri iklan IRPII menjadi momentum penting bagi industri periklanan nasional untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong standarisasi melalui Industry Alignment Forum di Jakarta dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).
JAKARTA, duasatunews.com – 9 Februari 2026, Forum industri iklan IRPII menjadi momentum penting bagi industri periklanan nasional untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong standarisasi melalui Industry Alignment Forum di Jakarta dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).
Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) menggelar kegiatan tersebut di Hotel Aloft South Jakarta. Forum ini mempertemukan lebih dari 50 perwakilan rumah produksi iklan dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum Industri Iklan IRPII Satukan Pelaku Nasional
Melalui forum industri iklan IRPII, para pelaku industri membahas penyelarasan visi, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan sumber daya manusia. Diskusi juga menyoroti tantangan industri periklanan di tengah percepatan transformasi digital dan perubahan kebutuhan pasar.
Para peserta menilai kolaborasi lintas rumah produksi menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem periklanan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Forum ini juga mendorong terciptanya standar bersama agar kualitas produksi iklan nasional semakin kompetitif.
BEKRAF Tegaskan Dukungan Implementasi
Direktur Direktorat Periklanan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Selliane Ishak, menegaskan komitmen dukungan terhadap hasil forum. Ia menyebut industri periklanan sebagai salah satu pilar penting ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, kesepakatan yang lahir dari forum industri iklan IRPII sejalan dengan program BEKRAF, khususnya dalam standarisasi industri, pengembangan sumber daya manusia, dan promosi konten lokal. BEKRAF siap memperkuat kolaborasi sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada pelaku industri.
IRPII Dorong Peningkatan Kapasitas Industri
Sekretaris Jenderal IRPII, Yuda, memperkenalkan dua program unggulan organisasi. Program Podcast Frame By Frame membahas tren kreatif dan teknologi industri periklanan. Sementara itu, Final Statement Review berfungsi sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran dari proyek iklan yang telah dijalankan.
IRPII mendorong seluruh pelaku industri menjadikan kedua program tersebut sebagai referensi bersama guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme rumah produksi iklan di Indonesia.
Empat Kesepakatan Strategis Industri
Forum ini menghasilkan empat kesepakatan utama. Pertama, peserta sepakat membentuk komite kerja bersama untuk menyusun standar kualitas produksi iklan nasional berstandar internasional, mencakup aspek kreatif, teknis, dan keberlanjutan lingkungan.
Kedua, peserta akan mengembangkan program pelatihan berkelanjutan dengan dukungan kurikulum dari BEKRAF. Ketiga, mereka menyepakati pembangunan platform informasi bersama untuk mempermudah akses pasar, berbagi sumber daya, dan memperkuat kolaborasi antar rumah produksi. Keempat, seluruh peserta berkomitmen meningkatkan penggunaan konten lokal dengan target minimal 60 persen iklan nasional mengintegrasikan unsur budaya Indonesia pada 2026.
Harapan Industri Iklan Naik Kelas
Menutup kegiatan, Wakil Sekretaris Jenderal IRPII sekaligus Ketua Harian dan Ketua Pelaksana kegiatan, Rifqi Zarkasih, mengajak seluruh pihak menjalankan komitmen secara konsisten. Ia optimistis kolaborasi antara IRPII, BEKRAF, dan pelaku industri mampu membawa industri iklan Indonesia naik kelas.
Rifqi menegaskan forum industri iklan IRPII akan menjadi agenda strategis berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri periklanan nasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat global.

Saat ini belum ada komentar