Ekonomi Kreatif Jadi “Tambang Baru”, Pemerintah Dorong Kebijakan Berbasis Data
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan paparan saat kunjungan ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, membahas penguatan ekonomi kreatif berbasis data.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) || Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya data dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Selain itu, ia juga menyerap aspirasi pelaku industri kreatif.
Riefky menyebut ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Bahkan, ia menilai sektor ini tersebar di berbagai daerah dan memiliki potensi besar.
“Ekonomi kreatif seperti tambang baru yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Selanjutnya, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menjadikan sektor ini sebagai motor ekonomi nasional.
Riefky menegaskan bahwa data menjadi kunci dalam menyusun kebijakan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pendekatan berbasis data di 17 subsektor.
Ia juga memaparkan capaian investasi ekonomi kreatif. Sementara itu, nilainya mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target 2025.
Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra, menyatakan komitmennya. Di sisi lain, Katadata terus memperkuat dukungan berbasis riset.
Katadata menyediakan data dan analisis bagi pelaku industri. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
Metta menilai kolaborasi menjadi kunci masa depan sektor ini. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara data, riset, dan narasi.
“Kami percaya ekosistem berbasis data akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” kata Metta.
Katadata juga menjalankan sejumlah program strategis. Selain itu, program tersebut mencakup forum daerah dan promosi UMKM.
Kemudian, kedua pihak membahas kolaborasi lintas sektor. Mereka menyoroti penguatan UMKM dan kekayaan intelektual.
Akhirnya, pemerintah dan Katadata sepakat memanfaatkan data dalam penyusunan kebijakan. Dengan begitu, ekonomi kreatif dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar