Raja Malaysia Kecewa dengan Korupsi di Tubuh Militer
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- visibility 397
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yang di-Pertuan Agong Malaysia, Sultan Ibrahim, berpidato pada pembukaan Sidang Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, menyoroti kasus korupsi di Angkatan Tentera Malaysia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Kabaristana.com | Korupsi Angkatan Tentera Malaysia menjadi perhatian serius Raja Malaysia, Sultan Ibrahim. Ia menyampaikan kekecewaan mendalam atas terungkapnya praktik rasuah yang diduga melibatkan pejabat tinggi militer.
Sultan Ibrahim menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (19/1). Ia merespons laporan penyimpangan yang mencoreng nama institusi pertahanan negara.
“Saya amat kecewa apabila rasuah berlaku dalam Angkatan Tentera Malaysia hingga ke peringkat tertinggi,” ujar Sultan Ibrahim di hadapan anggota parlemen. Pernyataan itu langsung menciptakan suasana serius di ruang sidang.
Menurut Sultan Ibrahim, kasus di tubuh militer tidak boleh dipandang sebagai insiden tunggal. Ia menilai praktik korupsi berpotensi muncul di berbagai lembaga negara lain. Ia menyebut bea cukai, imigrasi, kepolisian, hingga lembaga legislatif sebagai sektor yang perlu pengawasan ketat.
Raja Malaysia itu meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan profesional. Ia menegaskan bahwa hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Menurutnya, ketegasan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.
Ia juga mengingatkan bahwa korupsi Angkatan Tentera Malaysia berdampak langsung pada sistem pertahanan nasional. Praktik tersebut melemahkan disiplin internal dan merusak moral prajurit yang menjalankan tugas dengan jujur.
Sultan Ibrahim menegaskan bahwa institusi militer harus menjadi contoh integritas. Ia mendorong pimpinan pertahanan memperkuat pengawasan internal serta transparansi anggaran.
Pidato tersebut menjadi peringatan bagi seluruh aparatur negara. Sultan Ibrahim meminta setiap pejabat menjaga amanah rakyat dan menjunjung tinggi tanggung jawab publik.
Kasus korupsi Angkatan Tentera Malaysia ini sekaligus membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pertahanan. Banyak pihak menilai reformasi sistem pengawasan dan akuntabilitas pimpinan menjadi langkah penting untuk mencegah kasus serupa terulang.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar