Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 417
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Pemerintah mematangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 untuk mengejar target global nol kematian akibat dengue pada 2030. Kementerian Kesehatan menyusun rencana ini untuk menjawab tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan mobilitas penduduk yang terus meningkat.

Tantangan Urbanisasi dan Iklim Dorong Strategi Terpadu

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan pemerintah tidak lagi mengandalkan intervensi tunggal. Pengalaman lapangan menunjukkan pendekatan parsial gagal menahan laju penularan dengue. Karena itu, Kemenkes menggabungkan penguatan surveilans, pelibatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan agar respons pencegahan lebih efektif.

Murti menilai urbanisasi yang cepat dan perubahan iklim memperluas habitat nyamuk penular. Oleh sebab itu, pemerintah memprioritaskan pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini agar sistem kesehatan tetap selangkah lebih maju dari penyakit.

Forum Regional ASEAN Perkuat Kebijakan Bersama

Kemenkes membahas strategi ini dalam Forum Regional Dengue yang melibatkan negara-negara ASEAN, World Health Organization, pemerintah daerah, sektor swasta, dan para ahli. Forum tersebut merumuskan rekomendasi kebijakan terintegrasi untuk melindungi sekitar 670 juta penduduk ASEAN dari ancaman demam berdarah lintas negara.

Empat Pilar Utama RAN Dengue 2026–2029

RAN 2026–2029 menempatkan empat pilar sebagai fondasi pengendalian. Pertama, pemerintah meningkatkan deteksi dini dan akurasi diagnosis agar tenaga kesehatan menangani kasus lebih cepat. Kedua, pemerintah memperkuat tata laksana klinis dan sistem rujukan untuk menurunkan risiko kematian. Ketiga, pemerintah mendorong pencegahan terintegrasi melalui pengendalian vektor, pemanfaatan teknologi seperti Wolbachia, strategi vaksinasi, dan komunikasi risiko yang efektif. Keempat, pemerintah memperkuat surveilans terpadu serta sistem peringatan dini agar daerah merespons wabah secara cepat dan tepat.

Murti menambahkan pemerintah menopang empat pilar tersebut dengan tata kelola yang kuat, pembiayaan berkelanjutan, kemitraan strategis, serta riset dan inovasi berkesinambungan.

Integrasi Lapangan Jadi Kunci

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menekankan pentingnya integrasi saat pelaksanaan. Menurutnya, pengendalian dengue harus berjalan serentak pada lingkungan, vektor nyamuk, dan manusia melalui vaksinasi. Ia mengingatkan daerah tidak boleh mengabaikan kebersihan lingkungan ketika membahas vaksin.

Wolbachia dan Vaksinasi Diperluas Bertahap

Pemerintah melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini berjalan di lima kota. Hasil evaluasi dari wilayah tersebut akan menjadi dasar perluasan bertahap ke 20 hingga 100 kota. Selain itu, Kemenkes mendorong pemerintah daerah mengadopsi vaksin dengue secara mandiri sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing wilayah.

Kolaborasi Nasional dan Peran Masyarakat

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, menilai kolaborasi antarnegara penting karena dengue melintasi batas wilayah. Namun, ia menegaskan sinergi di dalam negeri tetap menentukan keberhasilan.

Ketua Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue, Suir Syam, menambahkan pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat bergerak bersama untuk memutus rantai penularan sejak dari sumbernya.

Dengan RAN 2026–2029, pemerintah menargetkan pengendalian dengue yang lebih terarah, aktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mencapai target global nol kematian dengue pada 2030.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam kali reshuffle kabinet Prabowo-Gibran telah dilakukan sejak 2025. Terbaru, posisi Menteri Keuangan kembali berganti

    Enam Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Terbaru Menkeu Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan susunan menteri atau reshuffle kabinet hari ini. Tercatat, ini merupakan reshuffle kabinet keenam yang dilakukan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024. Dalam reshuffle hari ini, Prabowo mengganti Menteri Keuangan. Sumpah pelantikan telah digelar di Istana Negara, Senin (14/9/2026). Prabowo merombak posisi Menteri Keuangan yang […]

  • kelas menengah sulit kaya dibandingkan orang kaya dengan aset besar

    Studi Ungkap Pola Belanja Kelas Menengah yang Menghambat Akumulasi Kekayaan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Keinginan hidup mapan dan memiliki kekayaan finansial masih menjadi tujuan banyak orang. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat justru bertahan di kelas menengah karena pola belanja yang kurang mendukung pertumbuhan aset jangka panjang. Di Indonesia, kelompok kelas menengah mendominasi struktur ekonomi. Mereka telah melampaui fase memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum mampu […]

  • transformasi sepak bola Indonesia Erick Thohir berbincang dengan John Herdman di SUGBK Jakarta

    Erick Thohir Beberkan Transformasi Sepak Bola Indonesia di FIFA Campus

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 218
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com)  || Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, memaparkan transformasi sepak bola Indonesia dalam ajang FIFA Campus Executive Programme. Saat ini, PSSI fokus memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kepercayaan publik. Menurut Erick, transformasi tidak hanya soal kontrol. Sebaliknya, kepemimpinan harus menekankan kejelasan tujuan, aturan, dan peran. Oleh karena itu, […]

  • Prabowo cabut IUP tak jelas dan instruksi tegas kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait penertiban tambang Indonesia.

    Prabowo Cabut IUP Tak Jelas, Instruksi Tegas ke Menteri ESDM

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung kebijakan Prabowo cabut IUP tak jelas untuk memperbaiki tata kelola sektor pertambangan nasional. Ia memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera mencabut izin usaha pertambangan (IUP) yang bermasalah, tidak aktif, atau tidak memiliki kejelasan hukum. (08/04/2026). Prabowo menargetkan penertiban total terhadap izin tambang yang tidak produktif. Ia melihat […]

  • GPA Labura Apresiasi Polres Labuhanbatu Sapu Bersih 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi

    GPA Labura Apresiasi Polres Labuhanbatu Sapu Bersih 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Rantauprapat (kabaristana.com) – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu. Polisi berhasil menggagalkan peredaran narkotika jaringan internasional. Petugas menyita 30 kilogram sabu dan 20.000 butir pil ekstasi dalam pengungkapan tersebut. Ketua GPA Labura, Ilham Hutabarat, menyampaikan apresiasi itu setelah press release pengungkapan kasus di Aula Yanpiter Polres Labuhanbatu, Senin […]

  • Dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap harga sembako di Indonesia

    Pengaruh atas Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Dampaknya terhadap Harga Sembako

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong naiknya harga sembako melalui peningkatan biaya distribusi. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara menilai kebijakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari dinamika ekonomi, sosial, dan politik masyarakat. HMI menjelaskan bahwa meskipun BBM non-subsidi tidak secara langsung menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan ini tetap memberi […]

expand_less