JAKARTA, (Kabaristana.com) || Momen Prabowo cium bayi prajurit TNI gugur menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi takziah di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Momen Haru di Tengah Duka Keluarga Prajurit
Suasana duka terasa kuat saat Presiden menghampiri keluarga prajurit. Ia mendekati istri Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang menggendong bayinya.
Dalam momen tersebut, Presiden mengusap kepala bayi yang terus menangis. Ia kemudian menciumnya sebagai bentuk empati kepada keluarga yang berduka.
Tindakan itu menarik perhatian karena menunjukkan kepedulian langsung kepada keluarga prajurit yang gugur saat bertugas di luar negeri.
Dukungan Presiden untuk Keluarga Prajurit Gugur
Kehadiran Presiden didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Mereka menyapa keluarga secara bergantian. Presiden juga berbincang dengan keluarga Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon serta Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar.
Tangis keluarga pecah dalam suasana tersebut. Presiden berusaha menenangkan dan memberi penguatan agar mereka tetap tabah menghadapi kehilangan.
Penghormatan Terakhir di Bandara Soekarno-Hatta
Setelah menyapa keluarga, Presiden memberikan penghormatan terakhir. Ia berdiri di depan foto para prajurit dengan sikap khidmat.
Peti jenazah dibalut bendera Merah Putih. Keluarga memeluk peti dengan penuh kesedihan sebelum prosesi pemulangan ke daerah asal.
Ketiga prajurit gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Mereka bertugas menjaga stabilitas kawasan konflik di bawah mandat PBB.
Momen Prabowo cium bayi menjadi simbol empati negara kepada keluarga prajurit. Kehadiran Presiden memberi dukungan moral sekaligus penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Saat ini belum ada komentar