RI Jajaki Impor Minyak Rusia, Pertamina Siap Tindak Lanjuti Arahan Pemerintah
- account_circle Retanto
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- visibility 152
- comment 1 komentar
- print Cetak

poto : Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). Pertemuan ini membahas kerja sama strategis, termasuk sektor energi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta , {kabaristana.com} Pemerintah Indonesia menjajaki impor minyak Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menanggapi rencana impor minyak Rusia, Pertamina menyatakan kesiapan menindaklanjuti arahan pemerintah sesuai regulasi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pemerintah masih membahas impor minyak Rusia di tingkat pusat. Ia menegaskan Pertamina akan mengikuti kebijakan resmi dan menjaga prinsip kehati-hatian.
Peluang Impor Minyak Rusia bagi Indonesia
Pemerintah melihat impor minyak Rusia sebagai peluang untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif. Dalam kondisi pasar global yang fluktuatif, langkah ini membantu menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Pertamina juga membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional. Perusahaan mempertimbangkan aspek regulasi, nilai komersial, dan kesiapan operasional sebelum mengambil keputusan terkait impor minyak Rusia.
Kajian Teknis dan Kesiapan Kilang
Pertamina mengkaji kecocokan minyak mentah Rusia dengan kilang domestik. Program modernisasi kilang meningkatkan fleksibilitas pengolahan berbagai jenis crude.
Langkah ini memastikan impor minyak Rusia tidak hanya menguntungkan dari sisi harga, tetapi juga efisien dalam proses produksi.
Diplomasi Energi dan Strategi Jangka Panjang
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kerja sama energi menjadi fokus pertemuan Prabowo Subianto dan Vladimir Putin.
Pertemuan tersebut membahas perdagangan minyak, pengembangan kilang, serta pemanfaatan teknologi energi. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi nasional.
Dampak Global dan Langkah Antisipatif
Gejolak energi global mendorong Indonesia mencari sumber pasokan alternatif. Pemerintah menilai impor minyak Rusia sebagai opsi realistis untuk menjaga ketahanan energi dan mengendalikan harga domestik.
Sebagai referensi global, International Energy Agency mencatat banyak negara mulai mengalihkan sumber energi. Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus memperkuat kebijakan energi nasional.
- Penulis: Retanto
- Editor: Nur wayda



https://shorturl.fm/8hHU0
14 April 2026 10:22 am