Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Indonesia Dorong Pengawasan Perikanan Lintas Negara untuk Tekan IUU Fishing

Indonesia Dorong Pengawasan Perikanan Lintas Negara untuk Tekan IUU Fishing

  • account_circle Lutfia Sahirah Rahmadani
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com — Indonesia memperkuat pengawasan perikanan lintas negara untuk menekan praktik penangkapan ikan ilegal. Langkah ini diambil karena kejahatan perikanan semakin sering melintasi batas wilayah.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong negara anggota RPOA-IUU untuk meningkatkan koordinasi. Selain itu, Indonesia juga mengajak mitra internasional untuk berbagi data dan strategi.

Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono, menegaskan bahwa kerja sama antarnegara sangat penting. Menurut dia, pelaku kejahatan sering berpindah wilayah untuk menghindari hukum. Oleh sebab itu, pengawasan perikanan lintas negara harus berjalan terpadu.

Sebagai contoh, aparat menangkap kapal MV Run Zeng 03 pada Mei 2024. Kapal berbendera Rusia itu melakukan penangkapan ikan ilegal di beberapa wilayah. Bahkan, kasus tersebut juga terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengawasan

Untuk memperkuat upaya ini, Indonesia menggelar forum internasional di Bali pada April 2026. Forum tersebut membahas kejahatan di sektor perikanan.

Selain negara anggota, sejumlah lembaga global ikut hadir. Di antaranya adalah Interpol dan UNODC.

Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP, Saiful Umam, menekankan pentingnya pertukaran informasi. Selain itu, ia juga mendorong penerapan hot pursuit. Dengan cara ini, aparat bisa mengejar pelaku lintas batas secara cepat.

Peran Indonesia di Tingkat Regional

RPOA-IUU dibentuk pada 2007 di Bali. Forum ini bertujuan mendorong praktik perikanan yang bertanggung jawab. Hingga kini, ada 11 negara yang tergabung.

Indonesia berperan sebagai sekretariat. Karena itu, Indonesia memiliki posisi strategis. Dengan peran tersebut, Indonesia terus mendorong pengawasan perikanan lintas negara agar lebih efektif.

  • Penulis: Lutfia Sahirah Rahmadani
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dan PM Jepang bertemu bahas RI Jepang stabilitas global di Tokyo

    RI Jepang Stabilitas Global: Prabowo Dorong Peran Strategis di Dunia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TOKYO, (Kabaristana.com) || RI Jepang stabilitas global menjadi fokus dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Selasa (31/3/2026). Prabowo menegaskan Indonesia dan Jepang harus mengambil peran nyata dalam menjaga stabilitas dunia. Ia menilai situasi geopolitik global semakin kompleks dan penuh tantangan. “Indonesia dan Jepang harus menjadi bagian penting […]

  • penembakan SMP Turki di Kahramanmaras menyebabkan korban siswa dan guru

    Breaking News: Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan di SMP Turki, 9 Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Turki, (Kabaristana.com) — Seorang siswa berusia 14 tahun menembak di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Provinsi Kahramanmaras, Turki tenggara, Rabu (15/4/2026). Aksi ini menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya. Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, menyatakan delapan korban tewas merupakan siswa dan satu korban lainnya adalah guru. Ia menegaskan peristiwa ini bukan aksi […]

  • operasional Whoosh aman saat cuaca ekstrem di Bandung

    Whoosh Tetap Aman Saat Cuaca Ekstrem, KCIC Pastikan Perjalanan Normal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 74
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung tetap aman meski cuaca ekstrem melanda wilayah Bandung dan sekitarnya. KCIC menghentikan sementara perjalanan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim pada Jumat (3/4) pukul 16.45 WIB di KM 126+383 wilayah Kopo. Petugas mengambil langkah ini untuk menjaga keselamatan setelah sistem […]

  • Aksi mahasiswa terkait kejahatan lingkungan PT TMS di Jakarta

    Mahasiswa Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS, KPK Diminta Bertindak

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Koalisi Mahasiswa Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Dalam aksi itu, massa mendesak aparat penegak hukum memeriksa istri Gubernur Sulawesi Tenggara terkait dugaan keterlibatan dalam kasus kejahatan lingkungan. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung oleh PT TMS. Para mahasiswa dan aktivis lingkungan […]

  • Kegiatan Prabowo telepon pemimpin dunia dalam suasana Idulfitri

    Diplomasi Lebaran: Prabowo Jalin Silaturahmi dengan Pemimpin Dunia Muslim

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 Hijriah untuk mempererat hubungan internasional. Ia secara langsung menelepon sejumlah pemimpin negara sahabat di dunia Islam. Dalam komunikasi tersebut, Prabowo menyampaikan ucapan selamat Idulfitri. Selain itu, ia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama global. Beberapa pemimpin yang dihubungi antara lain Presiden Turki Recep […]

  • resolusi DK PBB Hormuz jalur minyak dunia di Selat Hormuz

    Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 98
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Upaya Dewan Keamanan PBB untuk membuka Selat Hormuz kini menghadapi hambatan serius. Namun, Rusia, China, dan Prancis menolak klausul penggunaan kekuatan militer dalam draf resolusi. Menurut The New York Times, sumber diplomatik menjelaskan isi draf tersebut. Draf itu memberi kewenangan kepada negara anggota untuk menjamin kebebasan pelayaran. Dengan demikian, negara anggota dapat […]

expand_less