Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Prabowo Soroti Under-Invoicing, Potensi Kebocoran Negara Capai Rp16.000 Triliun

Prabowo Soroti Under-Invoicing, Potensi Kebocoran Negara Capai Rp16.000 Triliun

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik ilegal under-invoicing saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5/2026). Ia menilai praktik tersebut menjadi salah satu penyebab kebocoran kekayaan negara dari sektor perdagangan sumber daya alam.

Prabowo menegaskan banyak keuntungan ekspor Indonesia tidak kembali ke dalam negeri. Ia menyebut praktik under-invoicing, transfer pricing, under accounting, dan penyelundupan sebagai celah yang merugikan negara.

“Under-invoicing adalah fraud atau penipuan. Yang dijual pengusaha tidak dilaporkan yang sebenarnya,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

Data yang muncul dalam paparan sidang menunjukkan nilai kumulatif export under-invoicing sepanjang 1991–2024 mencapai US$908 miliar atau sekitar Rp15.980 triliun.

Modus Manipulasi Nilai Ekspor

Under-invoicing merupakan praktik manipulasi nilai transaksi perdagangan internasional dengan cara melaporkan harga barang lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Sebagai contoh, perusahaan mengekspor komoditas senilai US$10 juta, tetapi hanya mencatat US$7 juta dalam dokumen resmi. Perusahaan kemudian menyembunyikan selisih nilai transaksi tersebut di luar laporan resmi.

Praktik ini masuk dalam kategori trade misinvoicing atau manipulasi perdagangan lintas negara. Pelaku biasanya memakai modus tersebut untuk mengurangi pajak, royalti, bea keluar, dan kewajiban lain kepada negara.

Kondisi itu membuat penerimaan negara dari sektor ekspor terus berkurang dan memicu kerugian besar bagi perekonomian nasional.

Pemerintah Perketat Pengawasan

Prabowo meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan aliran dana lintas negara. Ia juga menyoroti perusahaan yang mendirikan badan usaha di luar negeri untuk menyamarkan keuntungan perdagangan.

Selain under-invoicing, pelaku perdagangan ilegal juga memakai praktik over-invoicing. Dalam modus ini, pelaku melaporkan nilai transaksi lebih tinggi dari harga sebenarnya untuk memindahkan dana secara ilegal atau menghindari pajak.

Pemerintah kini berupaya memperkuat pengawasan perdagangan internasional agar kebocoran penerimaan negara dapat ditekan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Biodiversitas Ancam Ekologi

    Krisis Biodiversitas Ancam Ekologi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Krisis biodiversitas menjadi persoalan lingkungan yang semakin serius dalam satu dekade terakhir. Hilangnya habitat alami akibat deforestasi, kebakaran hutan, serta ekspansi industri menyebabkan banyak spesies berada di ambang kepunahan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. (15/01/2026). Fenomena ini memperlihatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan […]

  • Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan saat aksi mahasiswa FRPSH di Polda Metro Jaya

    FRPSH Desak Polda Metro Jaya Usut Dugaan Penghalangan Eksekusi Eks Hotel Sultan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – 25 Juni 2026 Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Pengawal Supremasi Hukum (FRPSH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Kamis (25/6/2026). Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Aksi, Rendy Salim, yang menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum mengusut dugaan penghalangan pelaksanaan eksekusi kawasan eks Hotel Sultan yang berlangsung pada […]

  • Prabowo perjanjian dagang AS saat diskusi bersama pakar di Hambalang

    Prabowo Tegas: Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama dalam Perjanjian Dagang AS

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Prabowo perjanjian dagang AS menjadi perhatian publik setelah Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap kerja sama internasional dengan Amerika Serikat. Karena itu, pemerintah menilai setiap kebijakan secara cermat agar memberi manfaat bagi Indonesia. Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempertahankan kesepakatan yang merugikan Indonesia. […]

  • Maradona Piala Dunia 1994 bersama Argentina

    Akhir Cerita Maradona Bersama Argentina, Memori Abadi Piala Dunia 1994

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, menutup perjalanan emosionalnya bersama tim nasional Argentina di Piala Dunia 1994. Turnamen itu awalnya menjadi panggung kebangkitan Maradona. Namun, ajang tersebut justru menjadi akhir dramatis dalam karier internasional sang legenda. Maradona Kembali Demi Argentina Setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dan mencapai final pada 1990, […]

  • kelas menengah sulit kaya dibandingkan orang kaya dengan aset besar

    Studi Ungkap Pola Belanja Kelas Menengah yang Menghambat Akumulasi Kekayaan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Keinginan hidup mapan dan memiliki kekayaan finansial masih menjadi tujuan banyak orang. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat justru bertahan di kelas menengah karena pola belanja yang kurang mendukung pertumbuhan aset jangka panjang. Di Indonesia, kelompok kelas menengah mendominasi struktur ekonomi. Mereka telah melampaui fase memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum mampu […]

  • dampak konflik Timur Tengah terhadap krisis pangan global terlihat dari kerusakan akibat serangan rudal di Bnei Brak Israel

    Krisis Timur Tengah Picu Ancaman Kelaparan Global, 45 Juta Orang Terancam

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 148
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Konflik yang terus memanas di Timur Tengah kini mendorong ancaman kelaparan global. World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa hingga 45 juta orang tambahan bisa jatuh ke kondisi rawan pangan akut jika konflik berlanjut dan harga energi tetap tinggi. Selain itu, angka tersebut akan menambah sekitar 318 juta orang yang saat ini sudah […]

expand_less