Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Sultra di Persimpangan, Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

Opini: Sultra di Persimpangan, Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Egit Setiawan

Kabaristana.com – Hari ulang tahun Sulawesi Tenggara seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Seiring bertambahnya usia, daerah ini menampilkan dua wajah yang kontras: kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan persoalan tambang ilegal yang belum terselesaikan.

Potensi Besar yang Belum Maksimal

Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertambangan besar, terutama nikel yang kini menjadi komoditas strategis dunia. Kekayaan ini seharusnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat—membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pembangunan daerah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Aktivitas tambang ilegal terus merusak wajah daerah. Para pelaku tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan. Mereka menggunduli hutan, mencemari sungai, dan mempersempit ruang hidup masyarakat. Ironisnya, praktik ini sering berlangsung secara terbuka, seolah hukum kehilangan wibawanya.

Pertanyaan tentang Keadilan

Di tengah perayaan hari jadi, kita perlu mengajukan pertanyaan mendasar: untuk siapa kekayaan ini dikelola? Jika masyarakat sekitar tambang masih hidup dalam keterbatasan—mulai dari ekonomi hingga pendidikan maka tata kelola sumber daya ini jelas bermasalah.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas, bukan hanya membuat kebijakan. Mereka perlu menertibkan tambang ilegal secara konsisten tanpa pandang bulu. Di sisi lain, perusahaan tambang legal wajib menjalankan praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Momentum untuk Berbenah

Hari ulang tahun Sulawesi Tenggara seharusnya menjadi titik balik. Pemerintah dan semua pihak harus memperbaiki tata kelola pertambangan, memperkuat pengawasan, dan memastikan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat.

Sulawesi Tenggara tidak kekurangan potensi. Daerah ini hanya membutuhkan keberanian untuk berbenah. Dengan begitu, kita tidak hanya merayakan usia, tetapi juga merayakan keadilan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan yang nyata.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kondisi Kali Konaweeha akibat penambangan pasir ilegal

    Ampuh Sultra Resmi Melaporkan Dugaan Penambangan Pasir Ilegal Di Kali Konaweeha, Desak Polisi Segera Bertindak.

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 117
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra melaporkan dugaan penambangan pasir ilegal di Kali Konaweeha, Desa Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Sejak awal, Ampuh Sultra mengumpulkan informasi dari lapangan. Kemudian, mereka menyampaikan laporan tersebut kepada aparat penegak hukum secara resmi. Enam Nama Terduga Mulai Terungkap Dalam laporannya, Ampuh Sultra menyebut enam orang yang […]

  • Dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap harga sembako di Indonesia

    Pengaruh atas Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Dampaknya terhadap Harga Sembako

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong naiknya harga sembako melalui peningkatan biaya distribusi. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara menilai kebijakan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari dinamika ekonomi, sosial, dan politik masyarakat. HMI menjelaskan bahwa meskipun BBM non-subsidi tidak secara langsung menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan ini tetap memberi […]

  • hunian MBR Cikarang pembangunan 140 ribu unit

    Lippo Grup Hibahkan 30 Hektare Lahan di Cikarang, Proyek 140 Ribu Hunian MBR Siap Dibangun

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah mempercepat program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Lippo Group untuk membangun 140 ribu unit hunian vertikal di Cikarang, Jawa Barat. Kolaborasi pemerintah dan swasta ini menargetkan pengurangan backlog perumahan yang masih tinggi di […]

  • outlook negatif Fitch Indonesia dan respons Bank Indonesia

    BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Fitch Turunkan Outlook Jadi Negatif

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 188
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Bank Indonesia merespons keputusan Fitch Ratings yang mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif pada 4 Maret 2026. Fitch tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB, yang masih masuk kategori layak investasi. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai keputusan tersebut tetap menunjukkan kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia. Ia menegaskan perubahan outlook […]

  • Kapal tanker Pertamina Pride melintas setelah Selat Hormuz dibuka

    Selat Hormuz Dibuka, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Kembali Berlayar

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – PT Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan pelayaran dua kapal tanker yang sempat tertahan di Selat Hormuz. Pembukaan jalur ini memberi peluang kapal kembali beroperasi. PIS mengatur rencana pelayaran (passage plan) untuk kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro. Perusahaan ingin memastikan keduanya segera melintas dengan aman. Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan […]

  • Petani memanen sayuran hortikultura di lahan pertanian Kota Batu sebagai upaya menjaga produktivitas melalui Green House Kota Batu saat menghadapi fenomena bediding.

    Pemkot Batu Maksimalkan Green House Hadapi Ancaman Bediding

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Green House Kota Batu menjadi langkah utama Pemerintah Kota Batu untuk melindungi tanaman dari dampak fenomena bediding saat musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan fasilitas tersebut membantu petani menjaga suhu dan kondisi tanaman agar tetap optimal ketika suhu udara menurun. Solusi Hadapi Bediding Pemerintah Kota Batu […]

expand_less