Mahasiswa Konawe Nilai OTT Dugaan Pemerasan PT ST Nickel Perlu Didalami, Diduga Ada Unsur Suap dari Pihak Perusahaan
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- visibility 237
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Irjal Ridwan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Konawe, (Kabaristana.com) | Kasus OTT Konawe terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan tambang PT ST Nickel oleh oknum LSM mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Mereka meminta aparat penegak hukum tidak terburu-buru menyimpulkan kasus ini sebagai pemerasan semata.
Mahasiswa asal Konawe, Irjal Ridwan, menilai aparat harus mengusut kasus OTT Konawe secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya membuka kemungkinan adanya unsur suap dari pihak perusahaan yang terlibat.
Menurut Irjal, praktik di sektor pertambangan sering melibatkan hubungan yang tidak sehat antara perusahaan dan pihak luar. Kondisi ini kerap memicu konflik dan menimbulkan dugaan pelanggaran hukum yang kompleks.
Ia menjelaskan, aparat harus melihat alur peristiwa secara utuh. Jangan hanya fokus pada dugaan pemerasan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pemberian uang dari pihak perusahaan dengan tujuan tertentu.
“Kami meminta aparat tidak terburu-buru menyimpulkan ini sebagai pemerasan. Dalam kasus OTT Konawe, bisa saja ada unsur suap dari pihak perusahaan yang juga harus diungkap,” kata Irjal.
Ia menegaskan, pemberian uang oleh perusahaan kepada LSM atau individu tidak selalu bisa langsung disebut pemerasan. Aparat perlu mengkaji motif, tujuan, serta konteks pemberian tersebut.
“Jika perusahaan memberi uang untuk tujuan tertentu, aparat harus memeriksanya secara adil. Jangan sampai hanya satu pihak yang diproses, sementara pihak pemberi tidak tersentuh,” ujarnya.
Irjal juga meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani kasus OTT Konawe. Ia mengingatkan agar penegakan hukum tidak tebang pilih dan tetap menjunjung prinsip keadilan.
Selain itu, ia menilai keterbukaan informasi sangat penting untuk mencegah kesimpangsiuran di masyarakat. Menurutnya, publik berhak mengetahui perkembangan kasus secara jelas dan akurat.
Kasus OTT Konawe ini kembali menyoroti persoalan klasik di sektor pertambangan Sulawesi Tenggara. Konflik antara perusahaan, masyarakat, dan lembaga kontrol sosial masih sering terjadi.
Irjal berharap aparat dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar masalah. Ia juga mendorong semua pihak untuk menghormati proses hukum yang berjalan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Saydul laopua



Saat ini belum ada komentar