Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan lembaga yang dipimpin terduga pelaku pencabulan di Pekalongan bukan pondok pesantren. Sebaliknya, lembaga itu merupakan padepokan bernama Padepokan Padhang Ati.

Basnang mengatakan Kementerian Agama telah memeriksa data Education Management Information System (EMIS). Dari hasil pemeriksaan itu, Kemenag tidak menemukan izin operasional maupun data pendaftaran lembaga tersebut di Kabupaten Pekalongan.

“Lembaga itu bukan pesantren, tetapi padepokan. Kami sudah mengecek data EMIS dan tidak menemukan izin operasional lembaga tersebut,” ujar Basnang di Jakarta, Kamis.

Selain itu, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Pekalongan juga memverifikasi keberadaan lembaga tersebut. Hasil verifikasi menunjukkan Padepokan Padhang Ati berada di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Karena itu, Basnang menilai publik tidak tepat menyebut padepokan tersebut sebagai pondok pesantren. Pasalnya, pengelola lembaga belum mengantongi tanda daftar maupun izin resmi dari Kementerian Agama.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membahas kasus tersebut dalam rapat koordinasi pada 11 Mei 2026. Dinas P3A dan PPKB memimpin rapat bersama sejumlah instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan kasus.

Selanjutnya, aparat kepolisian mengambil alih penanganan perkara karena lembaga tersebut tidak terdaftar di Kemenag maupun Kesbangpol.

Para korban kemudian melaporkan dugaan kekerasan seksual itu ke Polresta Pekalongan. Setelah menerima laporan, polisi langsung mengamankan pengasuh Padepokan Padhang Ati pada 27 Mei 2026.

“Kami mendukung proses hukum yang berjalan. Kami tidak mentoleransi tindak kekerasan seksual dalam bentuk apa pun,” kata Basnang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi Angkatan Tentera Malaysia disorot Raja Sultan Ibrahim

    Raja Malaysia Kecewa dengan Korupsi di Tubuh Militer

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 398
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Korupsi Angkatan Tentera Malaysia menjadi perhatian serius Raja Malaysia, Sultan Ibrahim. Ia menyampaikan kekecewaan mendalam atas terungkapnya praktik rasuah yang diduga melibatkan pejabat tinggi militer. Sultan Ibrahim menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (19/1). Ia merespons laporan penyimpangan yang mencoreng nama institusi […]

  • Dua Polwan Polda Sultra Terpilih Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

    Dua Polwan Polda Sultra Terpilih Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kendari, (KABARISTANA.COM) — Dua Polisi Wanita (Polwan) asal Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib, S.H., M.H. dan Briptu Azalya, S.H. terpilih untuk melaksanakan tugas kemanusiaan di Republik Afrika Tengah dalam sebuah misi internasional. Keberangkatan keduanya menjadi bagian dari kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Polda Sultra, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Mereka […]

  • Raja gula dunia dari Indonesia Oei Tiong Ham pendiri Oei Tiong Ham Concern

    Raja Gula Dunia dari RI: Kerajaan Bisnis Runtuh dalam Semalam

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Raja gula dunia dari Indonesia pernah lahir dari Semarang sebelum runtuh hanya dalam satu malam. Kerajaan bisnis Oei Tiong Ham Concern (OTHC), yang sempat menguasai perdagangan gula lintas Asia hingga Eropa, lenyap akibat rangkaian kebijakan hukum dan politik negara pada awal 1960-an. Peristiwa ini meninggalkan jejak panjang soal kepastian hukum, nasionalisasi aset, […]

  • Grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 kuartal I menurut data BPS

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen, Pengamat Soroti Konsistensi Data dan Faktor Pendorong

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi sinyal positif di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar internasional. Capaian itu menunjukkan ekonomi Indonesia masih mampu bertahan dari tekanan eksternal. Namun, sejumlah ekonom menilai pertumbuhan ekonomi tidak cukup dilihat dari […]

  • Mapolda Sulawesi Tenggara terkait dugaan penipuan di Polda Sultra

    PERAK Ungkap Dugaan Pemerasan di Lingkungan Polda Sultra, Polisi Gadungan Diduga Bebas Berkeliaran

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 506
    • 2Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com — Dugaan penipuan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan kepolisian kembali mengusik rasa aman warga pencari keadilan. Seorang pelapor kasus penipuan mengaku mengalami kerugian lanjutan saat berada di area Resmob Unit Jatanras Polda Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang perlindungan negara terhadap warganya. Situasi tersebut penting disorot karena kantor polisi seharusnya menjadi […]

  • Logo Bank Indonesia terkait penilaian rupiah undervalued menurut BI

    BI Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan Meski Fundamental Ekonomi Kuat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 313
    • 1Komentar

    JAKARTA,Kabaristana.com — rupiah undervalued menurut BI karena pergerakan nilai tukar saat ini belum mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Bank Indonesia menilai berbagai indikator makro justru menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif solid. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan inflasi yang terkendali, imbal hasil aset keuangan yang menarik, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi fondasi utama penguatan rupiah. […]

expand_less