Menteri P2MI ingin kedekatan RI-India buka peluang kerja baru
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri India, Narendra Modi (kiri).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan India dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, kerja sama kedua negara juga berpotensi memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Mukhtarudin menyampaikan pernyataan tersebut setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
“Kami di Kementerian P2MI mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo,” kata Mukhtarudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Penghargaan Perkuat Hubungan Bilateral
Menurut Mukhtarudin, pemberian penghargaan kepada Narendra Modi menjadi langkah diplomatik yang strategis. Selain itu, penghargaan tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan India.
Ia mengatakan kepemimpinan Modi berhasil memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Dengan demikian, kedua negara memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk sektor ketenagakerjaan.
“Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas komitmen PM Modi dalam membangun hubungan yang kuat dengan Indonesia. Sinergi ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja sama, termasuk dalam pelindungan pekerja migran,” ujarnya.
Selanjutnya, Mukhtarudin optimistis hubungan yang semakin baik akan menciptakan lebih banyak peluang kerja formal bagi tenaga kerja Indonesia. Di samping itu, ia berharap kedua negara dapat meningkatkan tata kelola penempatan pekerja migran.
Menurutnya, kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi calon pekerja migran melalui peningkatan kompetensi dan pelindungan yang lebih baik. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong penguatan kolaborasi dengan India.
Sementara itu, Indonesia dan India menyepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) dalam kunjungan kenegaraan tersebut. Kesepakatan itu mencakup sektor kesehatan, teknologi, energi, ekonomi, dan investasi.
Tak hanya itu, Mukhtarudin menilai kerja sama tersebut akan mendorong transfer teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat global.
Hubungan Historis Jadi Modal Kerja Sama
Di sisi lain, Mukhtarudin mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo mengenai sejarah hubungan Indonesia dan India. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah memberikan penghargaan yang sama kepada Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru.
Karena itu, ia menilai hubungan historis kedua negara menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di masa mendatang.
Pada akhirnya, Mukhtarudin berharap hubungan Indonesia dan India terus berkembang. Selain memperkuat kerja sama ekonomi, hubungan tersebut juga diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja formal sekaligus meningkatkan pelindungan pekerja migran Indonesia di tingkat global.
Sebagai informasi, Bintang Republik Indonesia Adipurna merupakan tanda kehormatan sipil tertinggi yang diberikan kepada tokoh yang berjasa besar dalam mempererat hubungan bilateral serta memberikan kontribusi penting bagi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar