Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Uang Rp2,8 Miliar Disimpan di Plafon Rumah

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Uang Rp2,8 Miliar Disimpan di Plafon Rumah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kabaristana.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gatot Heroe Hernanda. Gatot merupakan pejabat Bea dan Cukai yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK menemukan uang sekitar Rp2,8 miliar. Uang itu terdiri atas mata uang dolar Singapura (SGD) dan dolar Amerika Serikat (USD).

Menariknya, penyidik menemukan uang tersebut di plafon rumah. Lokasi itu berada di salah satu rumah yang berkaitan dengan Gatot.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkan temuan tersebut. Ia menyampaikan informasi itu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/8/2026).

“Betul itu ada disimpan di atas plafon,” kata Taufik.

Menurut Taufik, rumah tersebut berada di Malang. Selain itu, penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan keluarga Gatot.

KPK Sita Tiga Motor Mewah

Selain uang tunai, KPK menyita sejumlah kendaraan dalam penyidikan kasus tersebut. Penyidik menyita BMW R Nine T Scrambler, Kawasaki ZR900C, dan Triumph Bonneville Bobber.

KPK menetapkan Gatot sebagai tersangka saat menjabat Kasubdit Penindakan Direktorat P2 DJBC periode 2025–2026. Penetapan itu merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap di lingkungan Bea dan Cukai.

Selanjutnya, KPK menahan Gatot selama 20 hari pertama. Masa penahanan berlangsung sejak 26 Agustus hingga 14 September 2026.

KPK menempatkan Gatot di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Gatot Diduga Terima Rp3,25 Miliar

Dalam perkara ini, KPK menduga Gatot menerima uang sekitar Rp3,25 miliar. Uang tersebut berasal dari John Field, pemilik PT Blueray.

Taufik menjelaskan bahwa perkara itu bermula ketika John Field mendapat permintaan “jatah bulanan” dari sejumlah pejabat Bea dan Cukai.

Saat itu, John Field meminta bantuan untuk memperlancar proses kepabeanan atau customs clearance perusahaan miliknya.

Kemudian, Rizal yang menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 hingga Januari 2026 menawarkan John Field untuk bertemu dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Djaka Budhi Utama, Rizal, Gatot, sejumlah pejabat Bea dan Cukai, serta beberapa pengusaha hadir dalam pertemuan itu.

John Field menjadi salah satu pengusaha yang hadir.

Permintaan Uang Mencapai Rp6 Miliar

Setelah pertemuan tersebut, Orlando Hamonangan menghubungi John Field. Saat itu, Orlando menjabat Kepala Seksi Intelijen DJBC.

Orlando kemudian menyampaikan besaran uang yang harus John Field siapkan. Permintaan itu terbagi menjadi tiga bagian.

Untuk BC1, nilainya mencapai Rp3 miliar. Sementara itu, BC2 mencapai Rp2 miliar. Adapun BC3 mencapai Rp1 miliar.

John Field menyanggupi permintaan tersebut. Setelah itu, ia meminta stafnya menyiapkan “jatah uang bulanan” dalam bentuk dolar Singapura.

Uang tersebut kemudian mengalir untuk BC1, BC2, dan BC3. Sejumlah pegawai Subdit Intelijen serta Subdit Penindakan juga mendapat bagian.

Untuk jatah Subdit Penindakan, John Field menyalurkan uang melalui Enov Puji Wijanarko. Saat itu, Enov menjabat Kepala Seksi Penindakan Kepabeanan I.

Enov kemudian menyerahkan bagian untuk Gatot di ruang kerjanya.

“Terkait jatah untuk Subdit Penindakan diberikan melalui Sdr. EPW selaku Kepala Seksi Penindakan Kepabeanan I, termasuk jatah untuk GH yang diserahkan oleh EPW di ruang kerjanya,” ujar Taufik.

Total Setoran Capai Rp61,9 Miliar

KPK menduga praktik tersebut berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, John Field menyerahkan uang kepada sejumlah pihak di lingkungan Bea dan Cukai.

Total uang yang John Field keluarkan mencapai Rp61,9 miliar. Dari jumlah tersebut, Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar.

KPK masih mengembangkan penyidikan untuk menelusuri aliran uang tersebut. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dampak konflik Timur Tengah terhadap krisis pangan global terlihat dari kerusakan akibat serangan rudal di Bnei Brak Israel

    Krisis Timur Tengah Picu Ancaman Kelaparan Global, 45 Juta Orang Terancam

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 242
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Konflik yang terus memanas di Timur Tengah kini mendorong ancaman kelaparan global. World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa hingga 45 juta orang tambahan bisa jatuh ke kondisi rawan pangan akut jika konflik berlanjut dan harga energi tetap tinggi. Selain itu, angka tersebut akan menambah sekitar 318 juta orang yang saat ini sudah […]

  • Ledakan Kilang Chevron Gegerkan Los Angeles

    Ledakan Kilang Chevron Gegerkan Los Angeles

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Insiden ledakan kilang Chevron terjadi di kawasan industri El Segundo, Los Angeles County, California. Ledakan tersebut memicu kepulan asap hitam tebal yang langsung menarik perhatian warga di sejumlah wilayah Los Angeles. (09/02/2026). Ledakan muncul dari area Chevron El Segundo Refinery, salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Pantai Barat Amerika Serikat, dengan […]

  • Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan kepada awak media usai mengundurkan diri sebagai pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

    Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum Febrie Adriansyah karena ingin memulihkan kondisi kesehatannya. Ia mengumumkan keputusan itu saat bertemu wartawan di RS Medistra, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Hotman menghubungi Febrie dua hari sebelumnya untuk menjelaskan alasan pengunduran dirinya. Ia mengaku tidak sanggup lagi menjalankan pekerjaan dengan kondisi fisik saat […]

  • Ilustrasi OTT KPK Tulungagung kasus korupsi

    KPK Amankan 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Turut Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kasus OTT KPK Tulungagung kembali menarik perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap sejumlah pihak di Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 16 orang, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo. Langkah ini menunjukkan keseriusan KPK dalam menindak dugaan korupsi di daerah. Kronologi OTT KPK Tulungagung Tim KPK bergerak pada April 2026 […]

  • Aktivitas tambang nikel Konawe Utara menggunakan alat bera

    PT Paramitha Persada Tama Diduga Garap Nikel di Luar Wilayah IUP: PPM Hilang Jejak

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 485
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Dugaan penambangan nikel di luar wilayah izin usaha pertambangan kembali mencuat di Kabupaten Konawe Utara. Aktivitas tersebut berisiko merusak lingkungan dan menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat di sekitar area tambang. Isu ini mengemuka saat pemerintah meningkatkan pengawasan sektor pertambangan nikel. Konawe Utara menjadi wilayah strategis karena kontribusinya terhadap pasokan nikel nasional, sekaligus […]

  • transformasi sepak bola Indonesia Erick Thohir berbincang dengan John Herdman di SUGBK Jakarta

    Erick Thohir Beberkan Transformasi Sepak Bola Indonesia di FIFA Campus

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com)  || Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, memaparkan transformasi sepak bola Indonesia dalam ajang FIFA Campus Executive Programme. Saat ini, PSSI fokus memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kepercayaan publik. Menurut Erick, transformasi tidak hanya soal kontrol. Sebaliknya, kepemimpinan harus menekankan kejelasan tujuan, aturan, dan peran. Oleh karena itu, […]

expand_less