Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR Resmi Dihentikan
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- visibility 367
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com — Penghentian operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 memunculkan ketidakpastian bagi keluarga korban. Hingga hari ketujuh pencarian, tim belum menemukan sepuluh penumpang, sehingga negara menutup fase darurat tanpa kepastian nasib seluruh korban.
Keputusan ini menarik perhatian publik karena menyangkut tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan transportasi udara serta hak keluarga korban atas kejelasan informasi. Di tengah cuaca buruk dan medan berat, publik menilai isu ini penting karena berkaitan langsung dengan standar penanganan kecelakaan di wilayah sulit dijangkau.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Mohammad Syafii, mengumumkan penghentian operasi SAR pada Jumat malam. Ia menyampaikan keputusan tersebut di Kantor Basarnas Makassar setelah memimpin evaluasi hasil pencarian selama tujuh hari.
Syafii menjelaskan, tim SAR gabungan mengerahkan seluruh sumber daya sejak hari pertama operasi. Ia menyebut hasil pencarian yang terbatas, kondisi cuaca, serta tantangan medan sebagai dasar utama penghentian operasi. “Kami menilai seluruh upaya pencarian sudah berjalan maksimal sesuai prosedur dan kemampuan di lapangan,” kata Syafii kepada wartawan.
Namun, keputusan ini memicu beragam tanggapan. Sejumlah keluarga korban dan pemerhati kebencanaan meminta pemerintah memastikan komunikasi tetap terbuka dan akuntabel. Mereka menilai negara perlu menyampaikan perkembangan secara berkala agar keluarga tidak kehilangan akses informasi setelah operasi dihentikan.
Penghentian operasi SAR juga berdampak bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Selain beban psikologis keluarga korban, pemerintah daerah perlu menyiapkan pendampingan lanjutan serta dukungan sosial untuk meredam dampak pascakecelakaan.
Basarnas menegaskan lembaganya tetap membuka koordinasi lintas instansi jika pihak berwenang atau masyarakat menemukan petunjuk baru terkait kecelakaan pesawat tersebut. Basarnas menekankan bahwa penutupan operasi SAR menandai akhir pencarian intensif, bukan akhir dari tanggung jawab penanganan dampak kecelakaan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.basarnas.go.id



Saat ini belum ada komentar