Setahun Prabowo, Produksi Minyak RI Sudah Lampaui Era Jokowi
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 280
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026) .
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,(kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa produksi (lifting) minyak nasional kini mulai membaik. Selama hampir satu dekade, capaian lifting minyak sering gagal memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perubahan tersebut mulai terlihat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut tahun 2026 sebagai titik balik pencapaian sektor hulu migas nasional.
Pada 2026, rata-rata lifting minyak Indonesia mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph). Angka ini sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN. Menurut Bahlil, capaian ini menjadi yang pertama dalam hampir 10 tahun terakhir.
“Ini pertama kalinya dalam hampir 10 tahun target lifting minyak tercapai. Pada 2026, rata-rata produksi sudah sesuai target APBN,” kata Bahlil dalam keterangan resminya.
Bahlil menjelaskan, pemerintah mendorong percepatan perizinan untuk meningkatkan produksi. Pemerintah juga mengoptimalkan lapangan minyak yang sudah beroperasi. Selain itu, kerja sama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus diperkuat.
Pemerintah turut mendorong penggunaan teknologi di lapangan minyak tua. Langkah ini bertujuan menahan penurunan produksi alami dan meningkatkan hasil produksi.
Kebijakan yang lebih pro-investasi di sektor hulu migas juga memberi dampak positif. Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi agar kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas berjalan berkelanjutan.
Meski berhasil mencapai target, Bahlil menegaskan pemerintah tetap melanjutkan upaya peningkatan lifting minyak. Pemerintah ingin memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan impor minyak mentah.
“Kami ingin menjaga tren positif ini agar produksi migas tetap stabil dan terus meningkat,” ujarnya.
Pemerintah berharap capaian ini menjadi fondasi kuat bagi pengelolaan energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar