JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Iran membuka kembali akses Selat Hormuz untuk kapal Pakistan. Kebijakan ini memulihkan distribusi energi global dan memberi sinyal positif bagi pasar yang sebelumnya tertekan akibat konflik.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan bahwa Iran mengizinkan 20 kapal tambahan untuk melintas. Otoritas mengatur dua kapal berlayar setiap hari agar proses distribusi berjalan lancar, aman, dan terkontrol.
Keputusan ini memperkuat stabilitas kawasan sekaligus menjaga aliran energi dunia. Selat Hormuz memegang peran penting karena jalur ini menjadi pintu utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global. Banyak negara sangat bergantung pada jalur ini untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari. Iran langsung membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di berbagai titik Timur Tengah. Aksi saling serang ini meningkatkan ketegangan dan memicu kekhawatiran global.
Konflik tersebut menghentikan pelayaran di Selat Hormuz dan menekan pasokan energi global. Gangguan ini mendorong kenaikan harga minyak dunia dan berdampak langsung pada harga bahan bakar di berbagai negara. Sejumlah pemerintah bahkan harus menyesuaikan kebijakan energi untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kini, meski Selat Hormuz dibuka Iran, pasar energi global masih menghadapi ketidakpastian. Pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik karena setiap eskalasi dapat kembali mengganggu distribusi energi.
Selain itu, banyak negara mulai memperkuat cadangan energi strategis dan mengoptimalkan sumber energi alternatif. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur distribusi yang rawan konflik.
Dengan Selat Hormuz dibuka Iran, harapan terhadap stabilitas pasokan energi mulai meningkat. Namun, situasi kawasan tetap menuntut kewaspadaan tinggi agar jalur vital ini tetap aman dan mendukung kelancaran ekonomi global.
Sumber : Al Jazeera
Saat ini belum ada komentar