Pembangunan Papua Berbasis Etnosains Dinilai Perkuat HAM dan Kearifan Lokal
- account_circle Retanto
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 157
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyampaikan pentingnya Pembangunan Papua Berbasis Etnosains saat menghadiri konferensi Analis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Jumat (29/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com)– Pembangunan Papua Berbasis Etnosains menjadi salah satu pendekatan yang dinilai mampu memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjaga budaya masyarakat adat. Pendekatan ini juga dapat meningkatkan efektivitas program pembangunan di berbagai wilayah Papua.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Konferensi Analis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Jumat. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu menghormati identitas budaya, pengetahuan lokal, dan keberagaman masyarakat adat dalam setiap kebijakan pembangunan.
Pembangunan Papua Berbasis Etnosains Jadi Pendekatan Strategis
Mugiyanto menjelaskan bahwa Papua merupakan rumah bagi ratusan suku dan bahasa daerah. Setiap komunitas memiliki sistem pengetahuan yang berkembang dari pengalaman hidup selama beberapa generasi.
Menurutnya, Pembangunan Papua Berbasis Etnosains dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat. Pendekatan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat.
Papua menyimpan banyak pengetahuan lokal yang masih bertahan hingga sekarang. Masyarakat pegunungan mengembangkan sistem pertanian tradisional yang sesuai dengan lingkungan setempat. Komunitas pesisir menerapkan cara pengelolaan sumber daya laut yang menjaga keseimbangan alam.
Masyarakat adat juga memanfaatkan hukum adat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Selain itu, mereka mampu membaca tanda-tanda alam untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan potensi bencana.
Etnosains Papua Masih Relevan di Era Modern
Mugiyanto menilai etnosains bukan sekadar warisan budaya. Pengetahuan tersebut lahir dari pengalaman panjang yang terus berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan pemerintah perlu memanfaatkan pengetahuan lokal sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan. Langkah itu dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan yang dijalankan.
Sejumlah program pembangunan sebelumnya belum mencapai hasil optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penyesuaian dengan kondisi sosial dan budaya setempat. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pendekatan yang berakar pada kebutuhan masyarakat.
Pembangunan dan HAM Harus Berjalan Seiring
Mugiyanto menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan HAM. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan menghormati martabat manusia dan hak masyarakat adat.
Kementerian HAM akan terus mengawal berbagai program pembangunan di Papua. Kementerian juga akan mendorong kebijakan yang menghargai keberagaman budaya dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Melalui Pembangunan Papua Berbasis Etnosains, pemerintah dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif. Pendekatan tersebut juga dapat menciptakan kemajuan yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat Papua.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar