Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Menkes: Pemerintah berupaya akselerasikan kompetensi dokter spesialis

Menkes: Pemerintah berupaya akselerasikan kompetensi dokter spesialis

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 351
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Keterbatasan jumlah dokter spesialis terus membebani pelayanan kesehatan nasional. Pasien kerap menunggu lama untuk mendapatkan tindakan medis, terutama pada layanan berteknologi tinggi. Kondisi ini langsung memengaruhi keselamatan pasien dan kualitas layanan rumah sakit.

Di sejumlah rumah sakit rujukan, antrean panjang muncul karena dokter dengan kompetensi klinis tertentu masih minim. Masalah ini memicu keluhan masyarakat dan mendorong tuntutan solusi cepat dari pemerintah.

Sistem Pendidikan Medis Dinilai Tidak Responsif

Pemerintah menilai sistem pendidikan dokter spesialis belum responsif terhadap kebutuhan layanan kesehatan. Proses pendidikan dan pendalaman keahlian memakan waktu sangat panjang. Akibatnya, pertumbuhan jumlah tenaga ahli berjalan lambat.

Jika pemerintah tidak melakukan perubahan, ketertinggalan layanan kesehatan nasional dari negara tetangga akan semakin lebar.

Pemerintah Percepat Kompetensi Dokter Spesialis

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah mempercepat peningkatan kompetensi dokter spesialis melalui program fellowship selama satu tahun. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau Rumah Sakit Kementerian Kesehatan di Surabaya, Kamis.

Budi menjelaskan, program fellowship menyasar dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dasar. Pemerintah merancang program ini untuk memperdalam kompetensi klinis tertentu sesuai kebutuhan rumah sakit rujukan. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan kurikulum terstruktur serta sistem pengawasan ketat.

Akselerasi Ditujukan Pangkas Waktu Pendidikan

Menurut Budi, sistem pendidikan sebelumnya membuat dokter membutuhkan waktu sangat panjang untuk mencapai kompetensi penuh. Dalam beberapa bidang, dokter baru menguasai keahlian tertentu setelah menempuh pendidikan dan pengalaman klinis hingga puluhan tahun.

Kondisi tersebut membatasi jumlah dokter ahli dan memperpanjang waktu tunggu pasien. Dampak paling terasa muncul pada layanan medis yang menuntut kecepatan dan ketepatan tinggi.

Publik Awasi Mutu dan Keselamatan Pasien

Di tengah upaya percepatan, sebagian publik menaruh perhatian pada mutu layanan medis. Mereka menilai percepatan kompetensi dokter harus tetap menjaga keselamatan pasien. Publik juga menuntut pengawasan ketat dan evaluasi rutin atas pelaksanaan program fellowship.

Tanpa pengendalian yang kuat, kebijakan akselerasi berisiko menimbulkan masalah baru dalam praktik pelayanan kesehatan.

Akses Layanan Berpeluang Lebih Merata

Jika pemerintah menjalankan program ini secara konsisten, masyarakat berpeluang memperoleh layanan spesialis lebih cepat. Rumah sakit rujukan dapat memangkas waktu tunggu pasien secara bertahap.

Daerah yang selama ini kekurangan dokter dengan kompetensi tertentu juga berpotensi merasakan manfaat kebijakan ini.

Evaluasi Berkala Jadi Penentu Keberhasilan

Kementerian Kesehatan menegaskan akan mengevaluasi program fellowship secara berkala. Pemerintah menargetkan percepatan kompetensi tetap selaras dengan standar pendidikan kedokteran nasional.

Melalui evaluasi berkelanjutan, pemerintah berharap transformasi sistem kesehatan berjalan efektif dan tetap berorientasi pada kepentingan publik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pergantian pimpinan OJK di tengah dinamika pasar modal

    Pergantian Pimpinan OJK Dinilai Tak Ganggu Stabilitas Pasar Modal

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Pergantian pimpinan OJK kembali menyita perhatian publik setelah sejumlah pejabat strategis lembaga pengawas keuangan tersebut mengundurkan diri. Situasi ini penting karena perubahan kepemimpinan kerap memengaruhi persepsi pasar, khususnya terkait stabilitas pasar modal dan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pergantian Pimpinan OJK dan Risiko Stabilitas Pasar Pada dasarnya, perubahan pucuk pimpinan […]

  • perkembangan Islam China Dinasti Ming di masjid kuno China

    Fenomena Warga China Masuk Islam pada Era Dinasti Ming, Ini Faktor yang Mendorongnya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Sejarah mencatat Islam pernah berkembang cukup pesat di China. Perkembangan itu terjadi pada masa pemerintahan Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Ming yang berkuasa pada 1368–1398. Pada masa tersebut, Islam tidak hanya bertahan sebagai agama minoritas. Ajaran ini mulai dikenal luas dan menarik perhatian sebagian masyarakat setempat. Penelitian berjudul Islam in Imperial China (2019) […]

  • Pendidikan kritis di sekolah Indonesia masih lemah, terlihat dari suasana ruang kelas yang menekankan kepatuhan dan kelulusan dibandingkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 343
    • 3Komentar

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya: sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun. Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif. Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan Di […]

  • Polemik kepemimpinan Unsultra pasca terbit AHU terbaru yayasan

    Prof. Andi Bahrun Diminta Angkat Kaki dari Unsultra Usai Terbit AHU Baru Yayasan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 301
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Polemik kepemimpinan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mencuat. Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara (YPT Sultra) menyatakan Prof. Andi Bahrun tidak lagi sah menjabat sebagai rektor setelah terbitnya Administrasi Hukum Umum (AHU) terbaru. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum menerbitkan AHU tersebut pada 6 Januari 2026 dengan nomor AHU-AH.01.06-0001018. Dokumen ini menjadi […]

  • Aksi Jilid V IPMKU Jakarta Dugaan Tambang Nikel Konawe Utara Disorot.

    Aksi Jilid V IPMKU Jakarta Dugaan Tambang Nikel Konawe Utara Disorot.

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Aksi IPMKU Jakarta dugaan tambang nikel Konawe Utara kembali digelar. Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta turun ke jalan untuk mendesak penegakan hukum sektor tambang. pada Jumat (30/01/2026). Massa aksi mendatangi kantor Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM-RI). Mereka juga menyuarakan tuntutan di sekitar […]

  • petugas menertibkan parkir liar Blok M di area Blok M Square Jakarta

    Jaksel Tegas Berantas Parkir Liar di Blok M, Warga Diminta Stop Beri Tip ke Jukir Ilegal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Kota Jakarta Selatan meminta warga tidak memberi tip kepada juru parkir liar untuk menghentikan praktik pungutan liar di kawasan Blok M. Unit Pengelola (UP) Perparkiran Jakarta Selatan mengajak masyarakat berperan aktif memberantas parkir liar. Petugas menilai kebiasaan memberi uang kepada jukir ilegal justru memperkuat praktik tersebut. Warga juga bisa melapor jika […]

expand_less