Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Resmi Laporkan Dugaan Pengrusakan Hutan Mangrove ke Dirjen MINERBA, Desak Hentikan segala aktivitas PT (DMS)

Mahasiswa Resmi Laporkan Dugaan Pengrusakan Hutan Mangrove ke Dirjen MINERBA, Desak Hentikan segala aktivitas PT (DMS)

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) puluhan pemuda yang tergabung dalam lembaga Kajian dan Riset Hukum mengelar aksi demonstrasi didepan kantor kementerian kehutanan RI dan Dirjen minerba

Ketua lembaga dan riset hukum, Muh andika Saputra , menyampaikan bahwa Kerusakan lingkungan yang diduga terjadi di wilayah Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara kembali menjadi sorotan. Dugaan pembangunan jety yang dilakukan PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) menimbulkan keresahan masyarakat karena diduga dilakukan di kawasan hutan mangrove yang merupakan area yang di lindungi oleh undang- undang dan memiliki fungsi vital bagi keseimbangan ekosistem pesisir serta kehidupan masyarakat sekitar.

Hutan mangrove bukan sekadar kumpulan pohon di wilayah pesisir, melainkan benteng alami yang melindungi garis pantai, tempat berkembang biaknya berbagai biota laut, serta sumber kehidupan bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Aktivitas PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) yang diduga melakukan pembangunan jety tanpa mengantongi izin yang sah tersebut tidak hanya berpotensi merusak kawasan hutan mangrove, tetapi juga mengancam ruang hidup masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya dari hasil laut.

Muh Andika Saputra salah satu putra daerah konawe utara yang sedang melanjutkan pendidikan di ibu kota Jakarta juga menemukan adanya tepian galian lubang yang berada di sekitar lokasi, yang menambah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan yang lebih luas. Temuan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait guna memastikan apakah aktivitas yang terjadi telah sesuai dengan ketentuan dan perizinan yang berlaku.

Lebih jauh, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Jika benar terdapat aktivitas pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek perizinan dan perlindungan lingkungan, maka hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, melainkan harus dipandang sebagai persoalan serius yang menyangkut masa depan ekosistem pesisir dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.

Muh Andika Saputra menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap kepentingan investasi yang mengabaikan aspek lingkungan. Menurutnya, pembangunan dan investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup, bukan justru menghadirkan ancaman bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada laut, kawasan pesisir, serta keberadaan hutan mangrove sebagai benteng alami kehidupan.

Oleh karena itu, Lembaga Kajian dan Riset Hukum mendesak pemerintah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tersebut. Transparansi, penegakan hukum, serta tindakan tegas dinilai penting agar tidak muncul kesan bahwa kerusakan lingkungan dapat terjadi tanpa konsekuensi hukum, terlebih apabila dampaknya berpotensi dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Laporan: Redaksi

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan kapal Muara Angke bersandar di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke

    Ribuan Kapal Muara Angke Padati Dermaga, Nelayan Kesulitan Berlayar

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Ribuan kapal Muara Angke memadati Dermaga T di Pelabuhan Muara Angke. Kepadatan tersebut menghambat akses berlayar nelayan yang hendak melaut untuk mencari ikan, terutama pada jam sibuk keberangkatan. Kondisi ini membuat ruang gerak kapal menjadi terbatas. Nelayan harus bermanuver secara hati-hati karena banyak kapal bersandar terlalu rapat dan menutup jalur keluar-masuk dermaga. Seorang […]

  • penangkapan LSM Konawe tambang oleh aparat kepolisian

    Penangkapan LSM Konawe Tuai Kecurigaan: Diduga Ada Permainan PT ST Nickel dan Oknum Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Penangkapan sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Konawe memicu polemik. Kasus ini langsung menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Aparat menyebut penangkapan itu sebagai bagian dari penegakan hukum. Namun, situasi berkembang cepat. Publik mulai menduga adanya skenario yang melibatkan perusahaan tambang PT ST Nickel Resources bersama oknum aparat. Aktivis Soroti […]

  • kualitas udara Jakarta tidak sehat terlihat dari lanskap kota tertutup polusi

    Usai Libur Lebaran, Polusi Udara Jakarta Memburuk di Pagi Hari

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Selasa Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Selasa pagi. Hal ini terjadi karena aktivitas warga meningkat setelah libur panjang Lebaran 2026. Berdasarkan data IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 127 atau masuk kategori tidak sehat. Selain itu, pemantauan pukul 06.30 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 menyentuh 46 mikrogram per meter kubik. Akibatnya, kondisi […]

  • Ilustrasi_ kuasa hukum jelaskan klien sakit luar negeri dalam proses pemeriksaan

    Kuasa Hukum Tegaskan Kliennya Sakit, Bantah Isu di Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kuasa hukum Anton Timbang menegaskan bahwa kliennya tidak menghadiri panggilan pertama penyidik Bareskrim Polri karena kondisi kesehatan yang menurun, bukan karena berada di luar negeri sebagaimana isu yang beredar di publik. Pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Anton Timbang saat ini sedang sakit dan telah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pemeriksaan kepada penyidik. […]

  • TNI gugur di Lebanon saat patroli pasukan UNIFIL di wilayah Lebanon selatan

    TNI Gugur di Lebanon, Ledakan Proyektil Dekat Pos UNIFIL Picu Kecaman Dunia

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 100
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan, Senin (30/3/2026). Ledakan proyektil yang terjadi di dekat pos United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Insiden tersebut terjadi di wilayah Adchit Al Qusayr. Saat kejadian berlangsung, personel TNI […]

  • Prabowo Subianto rapat kabinet membahas krisis pangan energi air di Istana Presiden Jakarta

    Prabowo Soroti Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mengancam banyak negara. Ia menyoroti tiga sektor utama, yaitu pangan, energi, dan air. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut sangat menentukan keselamatan bangsa. Ia menjelaskan bahwa pandangan itu sejalan dengan […]

expand_less