Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka Sayangkan Tuduhan terhadap Ketua Kadin Sultra
- account_circle Arin fharul sanjaya
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 302
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Arin Fahrul Sanjaya, S.i.kom, Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka._NPN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Tuduhan dugaan kejahatan pertambangan terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara memicu polemik di ruang publik. Sejumlah pihak menilai tuduhan tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat dan memengaruhi iklim investasi daerah.
Isu ini berkembang tanpa pemaparan data yang terbuka. Akibatnya, publik menerima informasi yang belum terverifikasi secara utuh, sementara sektor usaha lokal menghadapi tekanan persepsi negatif.
Isu Menguat Saat Daerah Kejar Pemulihan Ekonomi
Polemik ini muncul ketika pemerintah daerah mendorong pemulihan ekonomi. Pelaku usaha juga berupaya menarik investasi untuk membuka lapangan kerja baru.
Namun, narasi yang tidak berbasis fakta berisiko menurunkan kepercayaan investor. Kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
JNMM Tegaskan Tuduhan Tidak Berbasis Data
Menanggapi situasi tersebut, Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka menyayangkan tuduhan yang disampaikan sejumlah kelompok mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta. Kelompok tersebut menuding Anton Timbang, Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara, terlibat pelanggaran di sektor pertambangan.
Koordinator Nasional JNMM menegaskan bahwa para penuding tidak menyertakan bukti yang dapat diuji secara publik. Karena itu, JNMM meminta semua pihak mengedepankan klarifikasi berbasis data dan hukum.
JNMM Soroti Kontribusi Pelaku Usaha Lokal
Selain membahas tuduhan, JNMM menyoroti peran pelaku usaha lokal dalam pembangunan daerah. JNMM menyebut Anton Timbang menjalankan usaha pertambangan dengan izin resmi.
Lebih lanjut, aktivitas usaha tersebut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Warga merasakan dampak ekonomi langsung, termasuk di Kabupaten Konawe Utara.
Mahasiswa Diminta Sampaikan Kritik Secara Bertanggung Jawab
Di sisi lain, JNMM tetap mendorong mahasiswa bersikap kritis terhadap sektor pertambangan. Namun, mereka menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi.
Menurut JNMM, mahasiswa berperan sebagai pengawas sosial. Oleh sebab itu, setiap kritik perlu bertumpu pada data, kajian, dan fakta lapangan.
JNMM Dorong Dialog Terbuka Berbasis Fakta
Sebagai penutup, JNMM mengajak seluruh elemen masyarakat membangun dialog terbuka berbasis fakta. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pengawasan publik dan kepastian hukum.
Dengan langkah tersebut, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan transparansi dan akuntabilitas sektor pertambangan.
- Penulis: Arin fharul sanjaya
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita

Saat ini belum ada komentar