Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Global » Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Harga minyak dunia terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dengan membatasi ekspor energi dan mengamankan pasokan dalam negeri.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Gangguan pada jalur pelayaran utama, ancaman terhadap kapal tanker, serta hambatan distribusi membuat pergerakan harga minyak semakin sensitif terhadap perkembangan situasi.

Data Refinitiv menunjukkan harga minyak dunia masih berada di level tinggi. Pada Jumat (6/3/2026) pukul 16.49 WIB, minyak Brent mencapai US$86,6 per barel atau naik sekitar 1,4%. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$83,36 per barel setelah menguat 2,9%.

Sehari sebelumnya, pasar juga mencatat kenaikan signifikan. Pada Kamis (5/3/2026), Brent ditutup di US$85,41 per barel, sedangkan WTI mencapai US$81,01 per barel. Level tersebut menjadi salah satu harga tertinggi sejak pertengahan 2024.

Pasar energi merespons potensi gangguan pasokan global yang muncul seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Irak Kurangi Produksi Minyak

Pemerintah Irak mulai mengurangi produksi minyak untuk menyesuaikan kondisi ekspor yang terganggu. Sejumlah pejabat sektor energi menyebut produksi turun sekitar 1,5 juta barel per hari.

Pengurangan produksi terjadi di beberapa ladang utama seperti Rumaila, West Qurna 2, dan Maysan. Pemerintah mengambil langkah tersebut karena kapasitas penyimpanan semakin terbatas akibat hambatan distribusi.

Jika jalur pengiriman masih terganggu, Irak berpotensi memperbesar pemangkasan produksi hingga lebih dari 3 juta barel per hari. Hambatan kapal tanker di jalur strategis seperti Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama.

China Prioritaskan Pasokan Dalam Negeri

Pemerintah China juga mulai memperketat pengiriman energi ke luar negeri. Otoritas energi meminta sejumlah kilang minyak besar menghentikan ekspor diesel dan bensin untuk sementara waktu.

Pejabat National Development and Reform Commission (NDRC) menyampaikan arahan tersebut dalam pertemuan dengan para eksekutif perusahaan kilang.

Selain menghentikan ekspor, pemerintah juga meminta perusahaan tidak menandatangani kontrak pengiriman baru. Para kilang bahkan diminta meninjau kembali kontrak yang sebelumnya telah disepakati.

Namun, pemerintah tetap mengizinkan pengiriman bahan bakar jet dan bunker fuel yang tersimpan di fasilitas tertentu. Pasokan ke Hong Kong dan Makau juga tetap berjalan.

Langkah ini menunjukkan upaya China untuk memastikan ketersediaan energi domestik di tengah potensi krisis pasokan global.

Rusia Bahas Opsi Penghentian Ekspor Gas

Pemerintah Rusia juga mulai membahas kemungkinan pembatasan ekspor energi. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan pemerintah akan menggelar pertemuan guna membahas opsi penghentian ekspor gas ke Eropa.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya memiliki kemampuan menghentikan pasokan energi jika situasi pasar energi global terus bergejolak.

Saat ini, gas Rusia masih menyumbang lebih dari 12% pasokan energi di Eropa, sehingga setiap perubahan kebijakan berpotensi memengaruhi pasar energi internasional.

Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Langkah yang diambil Irak, China, dan Rusia menunjukkan tren yang sama. Banyak negara kini lebih memprioritaskan ketahanan energi domestik dibandingkan ekspor.

Selama gangguan distribusi energi global masih terjadi dan ketegangan geopolitik belum mereda, pasar energi dunia kemungkinan tetap menghadapi volatilitas tinggi.

Situasi tersebut membuat harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi kuota haji 2024 diusut KPK di Gedung Merah Putih

    KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 228
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan kuota haji 2024. KPK menyampaikan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi kepada publik. Juru Bicara KPK menjelaskan bahwa penyidik mengambil langkah ini setelah mengantongi alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum. KPK menilai bukti tersebut menguatkan dugaan tindak pidana […]

  • Prabowo Hormati Pemulung dan Pekerja Kecil

    Prabowo Hormati Pemulung dan Pekerja Kecil

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Prabowo hormati pemulung dan pekerja kecil yang mencari nafkah secara jujur. Oleh karena itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sikap tersebut saat ia meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam sambutannya, Prabowo secara terbuka menilai kerja keras rakyat kecil sebagai sikap hidup […]

  • ilustrasi kejar-kejaran tol permai dan penangkapan pelaku penculikan anak oleh polisi pjr riau

    Kejar-kejaran 140 Km di Tol Permai, Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Anak

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Retanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com} — Kejar-kejaran tol permai sejauh 140 kilometer berakhir saat personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau menangkap pelaku penculikan anak, Kamis (16/4/2026) dini hari. Kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya penculikan anak di wilayah Pekanbaru. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan kendaraan ke arah Sumatera Utara melalui ruas tol. Kronologi Kejar-kejaran […]

  • Trump Netanyahu Lebanon kebakaran akibat serangan udara Israel di Beirut Lebanon

    Trump Desak Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon di Tengah Upaya Perdamaian AS–Iran

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Isu Trump Netanyahu Lebanon kembali menarik perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan ke Lebanon. Langkah ini menunjukkan keseriusan Washington dalam meredakan konflik di Timur Tengah. Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah melakukan komunikasi langsung dengan Netanyahu. Ia menegaskan bahwa pengurangan serangan […]

  • Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com- Siswi Sekolah dasar (SD), Kulon Progo bawa adik ke sekolah dan menyentuh hati banyak orang. Kisah ini menunjukkan perjuangan seorang anak mempertahankan hak pendidikan di tengah kondisi keluarga yang berat. (28/01/2026).  Ia memilih langkah tersebut membawa adiknya ke sekolah setiap hari agar tetap mengikuti kegiatan belajar, sementara ibunya berjuang melawan penyakit kanker dan […]

  • Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

    Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Nama Laksamana Keumalahayati seharusnya berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Namun, ingatan kolektif bangsa terlalu lama mengabaikannya. Padahal, jauh sebelum Indonesia merdeka, Keumalahayati sudah memimpin perang, menyusun strategi laut, dan menjaga kedaulatan wilayah Nusantara. Sejarah mencatat kiprahnya lebih awal dibanding banyak pahlawan perempuan nasional lainnya. Laksamana Perempuan Pertama dan Pemimpin […]

expand_less