Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Global » Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

Harga Minyak Dunia Menguat, Negara-Negara Mulai Batasi Ekspor Energi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Harga minyak dunia terus menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dengan membatasi ekspor energi dan mengamankan pasokan dalam negeri.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Gangguan pada jalur pelayaran utama, ancaman terhadap kapal tanker, serta hambatan distribusi membuat pergerakan harga minyak semakin sensitif terhadap perkembangan situasi.

Data Refinitiv menunjukkan harga minyak dunia masih berada di level tinggi. Pada Jumat (6/3/2026) pukul 16.49 WIB, minyak Brent mencapai US$86,6 per barel atau naik sekitar 1,4%. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$83,36 per barel setelah menguat 2,9%.

Sehari sebelumnya, pasar juga mencatat kenaikan signifikan. Pada Kamis (5/3/2026), Brent ditutup di US$85,41 per barel, sedangkan WTI mencapai US$81,01 per barel. Level tersebut menjadi salah satu harga tertinggi sejak pertengahan 2024.

Pasar energi merespons potensi gangguan pasokan global yang muncul seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Irak Kurangi Produksi Minyak

Pemerintah Irak mulai mengurangi produksi minyak untuk menyesuaikan kondisi ekspor yang terganggu. Sejumlah pejabat sektor energi menyebut produksi turun sekitar 1,5 juta barel per hari.

Pengurangan produksi terjadi di beberapa ladang utama seperti Rumaila, West Qurna 2, dan Maysan. Pemerintah mengambil langkah tersebut karena kapasitas penyimpanan semakin terbatas akibat hambatan distribusi.

Jika jalur pengiriman masih terganggu, Irak berpotensi memperbesar pemangkasan produksi hingga lebih dari 3 juta barel per hari. Hambatan kapal tanker di jalur strategis seperti Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama.

China Prioritaskan Pasokan Dalam Negeri

Pemerintah China juga mulai memperketat pengiriman energi ke luar negeri. Otoritas energi meminta sejumlah kilang minyak besar menghentikan ekspor diesel dan bensin untuk sementara waktu.

Pejabat National Development and Reform Commission (NDRC) menyampaikan arahan tersebut dalam pertemuan dengan para eksekutif perusahaan kilang.

Selain menghentikan ekspor, pemerintah juga meminta perusahaan tidak menandatangani kontrak pengiriman baru. Para kilang bahkan diminta meninjau kembali kontrak yang sebelumnya telah disepakati.

Namun, pemerintah tetap mengizinkan pengiriman bahan bakar jet dan bunker fuel yang tersimpan di fasilitas tertentu. Pasokan ke Hong Kong dan Makau juga tetap berjalan.

Langkah ini menunjukkan upaya China untuk memastikan ketersediaan energi domestik di tengah potensi krisis pasokan global.

Rusia Bahas Opsi Penghentian Ekspor Gas

Pemerintah Rusia juga mulai membahas kemungkinan pembatasan ekspor energi. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan pemerintah akan menggelar pertemuan guna membahas opsi penghentian ekspor gas ke Eropa.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya memiliki kemampuan menghentikan pasokan energi jika situasi pasar energi global terus bergejolak.

Saat ini, gas Rusia masih menyumbang lebih dari 12% pasokan energi di Eropa, sehingga setiap perubahan kebijakan berpotensi memengaruhi pasar energi internasional.

Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Langkah yang diambil Irak, China, dan Rusia menunjukkan tren yang sama. Banyak negara kini lebih memprioritaskan ketahanan energi domestik dibandingkan ekspor.

Selama gangguan distribusi energi global masih terjadi dan ketegangan geopolitik belum mereda, pasar energi dunia kemungkinan tetap menghadapi volatilitas tinggi.

Situasi tersebut membuat harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK geledah Kanwil Pajak Surakarta terkait kasus korupsi pajak

    KPK ungkap penggeledahan Kanwil Pajak Surakarta dan empat daerah lain

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II atau Kanwil Pajak Surakarta pada 11–12 Agustus 2026. Penyidik juga mendatangi sejumlah lokasi di Klaten, Jombang, Surabaya, dan Malang. KPK melakukan penggeledahan tersebut untuk mengembangkan penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya […]

  • Aksi mahasiswa tolak RKAB PD Kolaka di depan Dirjen Minerba Kementerian ESDM

    Gelar Aksi Jilid III di Depan Dirjen Minerba, JADKOMHAS Desak Penolakan RKAB PD Aneka Usaha Kolaka

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Jaringan Advokasi Mahasiswa Indonesia (JADKOMHAS) menggelar aksi demonstrasi jilid III di depan kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM pada Jumat, 30 Januari 2025. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Dirjen Minerba menolak RKAB PD Aneka Usaha Kolaka (PD AUK). Koordinator aksi, Iyan Mangidi, memimpin demonstrasi tersebut. Ia menilai pemerintah […]

  • pembersihan sampah Gaza di kawasan pasar kota

    Gaza Mulai Pembersihan Sampah, Layanan Publik Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Siswandi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Tumpukan sampah yang menguasai ruang publik di Gaza selama berbulan-bulan mengganggu kesehatan warga dan melumpuhkan aktivitas ekonomi harian. Kondisi ini memaksa pemerintah kota memulai proyek pembersihan di sejumlah titik padat aktivitas. Isu kebersihan menjadi krusial karena konflik berkepanjangan telah merusak layanan dasar. Sampah yang menumpuk di pasar dan jalan utama memperparah risiko […]

  • Aktivitas tambang nikel Konawe Utara menggunakan alat bera

    PT Paramitha Persada Tama Diduga Garap Nikel di Luar Wilayah IUP: PPM Hilang Jejak

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 425
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Dugaan penambangan nikel di luar wilayah izin usaha pertambangan kembali mencuat di Kabupaten Konawe Utara. Aktivitas tersebut berisiko merusak lingkungan dan menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat di sekitar area tambang. Isu ini mengemuka saat pemerintah meningkatkan pengawasan sektor pertambangan nikel. Konawe Utara menjadi wilayah strategis karena kontribusinya terhadap pasokan nikel nasional, sekaligus […]

  • Garansi Sumut mendesak Kejati Sumut mengusut dugaan pungli sertifikasi guru di Pakpak Bharat yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun.

    Diduga Terlibat Pungli Sertifikasi Guru, Garansi Sumut Desak Kejati Periksa Kabag TU Kanwil Kemenag

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MEDAN, kabaristana.com – Dugaan pungli Kemenag Pakpak Bharat kembali menjadi perhatian publik. Garansi Sumut berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam waktu dekat. Aksi tersebut bertujuan mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan pungutan liar dana sertifikasi guru madrasah dan sekolah keagamaan. Selain itu, Garansi Sumut menilai praktik tersebut telah berlangsung selama […]

  • rapat ekonomi Asia Pasifik APEC di forum bisnis

    APEC Optimistis Ekonomi Asia Pasifik Tetap Tumbuh di Tengah Hambatan Perdagangan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) memproyeksikan ekonomi Asia Pasifik tetap tumbuh positif meski hambatan perdagangan global meningkat. Konsumsi domestik yang kuat dan investasi teknologi terus menopang pertumbuhan kawasan. Dalam laporan APEC Regional Trends Analysis, APEC menyebut pertumbuhan ekonomi kawasan mencapai 3,2 persen pada 2025. Pada 2026, APEC memprediksi ekonomi kawasan tumbuh […]

expand_less