JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis siang. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.
Raja Juli mengatakan ia belum mengetahui agenda rapat tersebut. Meski begitu, ia membawa sejumlah bahan laporan terkait sektor kehutanan.
“Saya diminta menghadap pukul 13.30 WIB. Agendanya belum saya ketahui,” kata Raja Juli kepada wartawan di kompleks Istana.
Ia menyiapkan laporan tentang pengelolaan taman nasional. Ia juga menyiapkan konsep pembentukan satuan tugas pendanaan taman nasional.
Pemerintah Cari Sumber Pendanaan Baru
Raja Juli menjelaskan pemerintah ingin memperkuat pendanaan taman nasional. Saat ini pengelolaan kawasan konservasi masih bergantung pada APBN.
Indonesia memiliki 57 taman nasional. Banyak kawasan membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar.
Karena itu, Kementerian Kehutanan mencari sumber pendanaan baru di luar APBN. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi.
“Kami ingin taman nasional Indonesia menjadi kawasan konservasi berkelas dunia,” ujar Raja Juli.
Satgas Siapkan Strategi Pembiayaan
Kementerian Kehutanan merancang Satgas Pembiayaan Taman Nasional. Tim ini akan menyusun strategi pendanaan jangka panjang.
Satgas akan menyusun kerangka investasi untuk taman nasional. Tim juga akan meninjau regulasi yang mengatur kerja sama pendanaan.
Selain itu, pemerintah ingin memperluas kemitraan dengan sektor swasta. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung konservasi secara berkelanjutan.
Contoh Model Pendanaan Konservasi
Kementerian Kehutanan mempelajari beberapa model pendanaan konservasi. Salah satunya program perlindungan gajah melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative di Aceh.
Pemerintah juga mengembangkan proyek karbon di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Proyek ini berpotensi menjadi proyek offset karbon pertama di kawasan taman nasional Indonesia.
Skema tersebut membuka peluang pendanaan dari pasar karbon sukarela. Pemerintah berharap skema itu dapat memperkuat pembiayaan konservasi.


Saat ini belum ada komentar