Peran Pers Mahasiswa dalam Menjaga Demokrasi Kampus
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 237
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seminar Nasional Jurnalistik bertema peran pers mahasiswa dalam penguatan demokrasi digelar di Kampus Universitas Bina Bangsa, Kota Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Ruang kebebasan berekspresi di kampus menghadapi tantangan serius di tengah menguatnya disinformasi dan tekanan terhadap independensi pers. Dalam situasi itu, pers mahasiswa memegang peran penting sebagai penopang awal demokrasi dan pengawal nalar kritis di lingkungan akademik.
Isu tersebut mencuat dalam Seminar Nasional Jurnalistik bertema Peran Pers Mahasiswa dalam Demokrasi yang berlangsung di Kampus Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Kota Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026.
Pers Mahasiswa sebagai Pilar Demokrasi
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PWI Pusat, Ariawan, menilai pers kampus sebagai ruang belajar yang krusial bagi mahasiswa. Menurut dia, aktivitas jurnalistik memberi pengalaman yang tidak tersedia di ruang kuliah.
Ia mendorong mahasiswa untuk aktif menulis, meliput, dan menguji fakta. Ariawan menegaskan, pers hanya dapat menopang demokrasi jika bekerja berdasarkan kebenaran dan verifikasi. Karena itu, mahasiswa perlu membangun disiplin jurnalistik sejak dini.
Perlindungan Kebebasan Pers Kampus
Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butar Butar, menyebut pers mahasiswa sebagai titik awal ekosistem jurnalistik nasional. Ia mengingatkan, lemahnya pers kampus akan berdampak langsung pada kualitas jurnalisme profesional di masa depan.
Benny juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan berekspresi di kampus. Ia menolak praktik pembungkaman terhadap media mahasiswa. Menurutnya, kampus perlu mengelola daya kritis mahasiswa secara bertanggung jawab, bukan menekannya. Dalam kesempatan itu, Antara menyatakan kesiapan mendukung pelatihan dan kolaborasi digital bagi pers kampus.
Respons Kampus dan Antusiasme Mahasiswa
Rektor UNIBA, Bambang DS, melihat seminar ini sebagai ruang dialog yang sehat antara mahasiswa dan praktisi media. Ia mencatat banyak pertanyaan kritis muncul sepanjang diskusi.
Menurut Bambang, respons mahasiswa menunjukkan fungsi pers kampus sebagai ruang intelektual dan kontrol sosial. Ia berharap gagasan yang lahir tidak berhenti di forum diskusi, tetapi berlanjut dalam praktik jurnalistik kampus.
Dampak bagi Regenerasi Jurnalis
Pembinaan pers mahasiswa secara berkelanjutan dinilai akan menentukan kualitas jurnalisme masa depan. Tanpa dukungan kampus dan organisasi profesi, ruang belajar jurnalistik berisiko menyempit.
Karena itu, sinergi antara kampus, media, dan organisasi pers menjadi kebutuhan mendesak. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kebebasan akademik sekaligus memperkuat demokrasi dari lingkungan pendidikan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar