Pesawat Kargo Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Meninggal Dunia
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 215
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Tangkapan layar video YouTube Bontang Post ID memperlihatkan proses evakuasi bangkai pesawat kargo Pelita Air Service yang terbakar di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026)_Kabaristana.com/Rahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NUNUKAN,Kabaristana.com — Pesawat kargo milik PT Pelita Air Service jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kamis (19/2/2026). Insiden ini menewaskan pilot pesawat, Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA menjalankan misi distribusi BBM Satu Harga. Pesawat terbang tanpa penumpang dan hanya diawaki satu pilot. Penerbangan tersebut menggunakan nomor PAS7101.
Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Syahril, menyatakan tim menemukan jenazah korban pukul 14.33 WITA. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RS Pratama Long Bawan pukul 15.20 WITA.
Pesawat lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring pada pukul 12.10 WITA dengan tujuan Bandara Juwata Tarakan. Sekitar 15 menit kemudian, saksi melihat pesawat menukik tajam. Posisi pesawat terlihat miring ke arah perbukitan di ujung runway 22.
Sistem Emergency Locator Transmitter memancarkan sinyal dari radius lima kilometer jalur final runway. Tim gabungan TNI AU, aparat kewilayahan, dan warga langsung bergerak ke lokasi. Mereka menemukan bangkai pesawat pada pukul 13.25 WITA.
Petugas mencatat cuaca berawan dengan hujan ringan saat kejadian. Jarak pandang mencapai enam kilometer. Angin bertiup dari arah 240 derajat dengan kecepatan dua knot.
Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani inspeksi rutin 100 dan 200 jam. Pemeriksaan terakhir berlangsung pada 11 Februari 2026. Total jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam.
Manajemen Pelita Air Service memastikan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait. Perusahaan berkomitmen mendukung proses investigasi hingga tuntas.
- Penulis: Rahman
- Editor: Saydul laopua
- Sumber: https://kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar