Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Rupiah Melemah ke Rp16.930 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Jadi Pemicu

Rupiah Melemah ke Rp16.930 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Jadi Pemicu

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Rabu di Jakarta. Rupiah turun 58 poin atau 0,34 persen ke level Rp16.930 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah masih berada di Rp16.872 per dolar AS.

Tekanan Geopolitik Dorong Dolar AS
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai ketidakpastian geopolitik menjadi pemicu utama pelemahan rupiah.

Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan sikap hati-hati investor global. Banyak pelaku pasar memindahkan dana ke aset yang dianggap aman seperti dolar AS. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan.

Kebijakan The Fed Pengaruhi Pasar
Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat ikut memengaruhi pergerakan rupiah.

Data ekonomi AS masih menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Sejumlah pejabat Federal Reserve juga menyampaikan sikap hati-hati terhadap inflasi.

Situasi tersebut membuat pasar memperkirakan suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Akibatnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat mulai berkurang.

Kenaikan Harga Minyak Jadi Faktor Tambahan
Kenaikan harga minyak dunia juga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang. Risiko gangguan pasokan energi global mendorong harga minyak naik.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan inflasi serta memperbesar beban impor energi bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Surplus Neraca Perdagangan Jadi Penopang
Di dalam negeri, data ekonomi menunjukkan sentimen yang cukup positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 masih mencetak surplus sekitar 95 miliar dolar AS.

Surplus ini menunjukkan aliran devisa tetap terjaga. Kondisi tersebut juga mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Rupiah Bergerak Hati-Hati
Meski demikian, pengaruh sentimen global masih lebih dominan dalam jangka pendek.

Pasar masih mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Karena itu, rupiah diperkirakan bergerak hati-hati sambil menunggu perkembangan kondisi ekonomi dunia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anton Timbang tambang nikel di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    Tudingan Terhadap Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Dinilai Abaikan Rekam Jejak Kontribusi Nyata.

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 226
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Isu dugaan kejahatan tambang kembali mencuat di ruang publik. Kali ini, narasi tersebut menyeret nama tokoh daerah. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap dunia usaha berpotensi terganggu. Sejumlah pihak mengaitkan nama Anton Timbang dengan aktivitas tambang nikel ilegal. Namun, hingga kini, publik belum melihat bukti hukum yang mendukung tudingan tersebut. Isu Muncul di Tengah […]

  • utang luar negeri Indonesia 2025 US$431,7 miliar Singapura kreditur terbesar

    Singapura Jadi Kreditur Terbesar RI, AS Nomor Dua Utang Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com Utang luar negeri Indonesia kembali meningkat pada akhir 2025. Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia mencapai US$431,7 miliar. Nilai tersebut naik dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar US$425,11 miliar. Dari total tersebut, utang pemerintah mendominasi dengan nilai US$214,3 miliar. Angka ini meningkat dari US$203,1 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan […]

  • Formasi desak KPK RB dalam aksi demonstrasi di Gedung KPK

    Formasi Kembali Desak KPK Periksa Oknum Anggota DPR RI Dapil Sultra Inisial RB, Terkait Kasus Korupsi Proyek Rel Kereta Api dan P3 TGAI  

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 256
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (14/1/2026). Dalam aksi tersebut, massa Formasi mendesak KPK RI segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara berinisial RB. Mereka menilai RB memiliki keterkaitan dengan dugaan korupsi proyek […]

  • Kejaksaan Agung mengusut kasus Samin Tan tersangka Kejagung di sektor tambang

    Tersandung Kasus Tambang, Ini Jejak Bisnis Samin Tan dari Penyelamat BUMI hingga Tersangka Kejagung

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan pengusaha tambang Samin Tan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang batu bara di Kalimantan Tengah. Penetapan ini langsung menarik perhatian publik karena rekam jejak bisnisnya yang cukup besar di sektor energi. Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa penyidik mulai meningkatkan kasus ini ke […]

  • Sekjen HIPMI Anggawira konferensi pers gerakan hemat energi nasional

    HIPMI Serukan Gerakan Nasional Hemat Energi untuk Redam Dampak Krisis Global

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mengajak pemerintah dan masyarakat menjalankan gerakan nasional hemat energi guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis energi global. Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi energi. Langkah ini dapat menahan tekanan pada APBN, menjaga inflasi, dan melindungi daya beli masyarakat. Ia […]

  • Kunjungan Prabowo ke IKN pada Januari 2026

    Membaca Makna Politik di Balik Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 310
    • 1Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Senin malam (12/1/2026). Presiden menjalani kunjungan tersebut setelah sekitar 15 bulan masa pemerintahannya berjalan. Setibanya di IKN, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyambut Presiden Prabowo. Presiden kemudian bermalam di kawasan IKN hingga Selasa […]

expand_less