Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Kaji Kebijakan Hemat BBM dan WFH 50 Persen Dampak Gejolak Perang Timur Tengah

Prabowo Kaji Kebijakan Hemat BBM dan WFH 50 Persen Dampak Gejolak Perang Timur Tengah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kebijakan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Salah satu opsi yang muncul ialah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian pegawai.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa dinamika geopolitik global berpotensi mempengaruhi stabilitas energi dan ekonomi nasional.

Presiden menjelaskan bahwa konflik di kawasan Eropa dan Timur Tengah dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia. Jika harga minyak naik, biaya bahan bakar dalam negeri juga bisa meningkat dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu bergerak cepat agar dampak tersebut tidak menekan perekonomian masyarakat. Ia meminta jajaran kabinet mulai menyiapkan langkah konkret untuk menekan konsumsi BBM.

“Kita harus melihat perkembangan global. Konflik di Eropa dan Timur Tengah bisa mempengaruhi harga BBM. Jika harga BBM naik, harga makanan juga bisa ikut naik,” kata Prabowo dalam rapat kabinet.

Pemerintah Dorong Penghematan Konsumsi BBM

Prabowo menilai Indonesia tidak boleh menganggap situasi global yang bergejolak sebagai hal yang tidak berdampak. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mengambil langkah proaktif untuk menghemat energi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki sejumlah rencana terkait ketahanan energi. Namun kondisi global saat ini mendorong pemerintah untuk mempercepat penerapan kebijakan penghematan.

Presiden juga menilai efisiensi penggunaan energi dapat membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menekan potensi kenaikan harga pangan.

Belajar dari Kebijakan Pakistan

Dalam sidang kabinet tersebut, Prabowo juga menunjukkan contoh kebijakan penghematan energi yang dijalankan oleh Pakistan. Negara itu mengambil langkah serius untuk merespons lonjakan harga minyak dunia.

Pakistan menerapkan sistem kerja dari rumah bagi sekitar 50 persen pegawai pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah setempat juga mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen. Pemerintah kemudian menyalurkan dana hasil penghematan tersebut kepada kelompok masyarakat yang paling rentan.

Pembatasan Kendaraan dan Belanja Pemerintah

Pakistan juga membatasi penggunaan kendaraan dinas pemerintah. Sekitar 60 persen kendaraan milik pemerintah tidak beroperasi setiap hari agar konsumsi BBM bisa ditekan.

Selain itu, pemerintah Pakistan menghentikan sejumlah belanja yang tidak mendesak. Pemerintah menunda pembelian kendaraan baru, pendingin ruangan, serta perabot kantor di berbagai lembaga negara.

Pemerintah setempat juga mengurangi perjalanan dinas dan menghentikan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial yang tidak prioritas.

Di sektor pendidikan, sejumlah perguruan tinggi menjalankan sistem pembelajaran daring untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi energi.

Pemerintah Indonesia Masih Mengkaji

Prabowo menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut hanya menjadi bahan perbandingan bagi pemerintah Indonesia. Ia meminta para menteri mempelajari kemungkinan penerapan kebijakan serupa yang sesuai dengan kondisi nasional.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga disiplin anggaran sekaligus menekan potensi peningkatan defisit.

Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, ia menilai langkah penghematan tetap penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

“Saya yakin dalam dua sampai tiga tahun ke depan kita akan semakin kuat. Tetapi mulai sekarang kita harus menghemat konsumsi energi,” ujar Prabowo.

Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menghadapi dampak konflik global dengan lebih siap.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aksi buruh Venezuela di Caracas menuntut pembebasan Nicolas Maduro

    Para Pekerja Venezuela Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Kepulangan Maduro

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) | Para pekerja Venezuela menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (14/1) di sejumlah ruas jalan utama Caracas. Mereka menuntut pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dilaporkan ditahan pasukan militer Amerika Serikat sejak 3 Januari lalu. Saat aksi berlangsung, penjabat presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyapa massa melalui sambungan telepon. Dalam kesempatan […]

  • kerja sama pendidikan Indonesia Kuwait dibahas Menkum Supratman

    Menkum Tegaskan Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Kuwait Wajib Ikuti Regulasi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas menegaskan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Kuwait harus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi dari Jamiyyah Khairiyah di Jakarta. Supratman menyatakan pemerintah mendukung kolaborasi yang bertujuan memperkuat pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Namun, setiap program pembangunan tetap […]

  • operasi militer AS di Venezuela pada Januari 2026

    Venezuela: Serangan Militer AS Tewaskan 83 Orang, Termasuk 32 Warga Kuba

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 345
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Venezuela melaporkan 83 orang tewas dan sedikitnya 112 lainnya terluka akibat operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Operasi tersebut, menurut Caracas, memicu krisis politik serta meningkatkan ketegangan internasional setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menyampaikan data korban pada Jumat […]

  • Perang AS Iran jet tempur terbang di atas Teheran

    Perang AS–Iran Memanas di Hari ke-11, Jet Tempur Lintas Teheran dan Serangan Rudal Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 194
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ke-11 dengan eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. Serangan udara, peluncuran rudal, dan ketegangan diplomatik terus meningkat. Pada Selasa (10/3/2026), jet tempur terbang di atas ibu kota Iran, Teheran, ketika militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah target. Situasi ini menambah ketegangan regional setelah berbagai […]

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Batas antara dunia digital dan fisik semakin kabur. Teknologi terus berkembang dan mengubah cara manusia hidup. Karena itu, banyak inovasi gadget muncul setiap tahun. Saat ini, para pengusaha dan penggemar teknologi memiliki banyak peluang baru. Mereka dapat menciptakan solusi yang lebih cerdas dan efisien. Selain itu, berbagai perangkat pintar mulai masuk ke kehidupan sehari-hari. Dari […]

  • Iran bantah MoU AS yang disebut telah difinalisasi, dengan latar Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C.

    Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final dengan AS, Perundingan Masih Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Iran bantah MoU AS yang disebut sejumlah media telah mencapai tahap final. Pemerintah di Teheran menegaskan bahwa perundingan masih berlangsung dan belum menghasilkan dokumen resmi terkait program nuklir maupun keamanan kawasan. Penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kesepakatan baru antara kedua negara. Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan bahwa kedua negara telah menyusun […]

expand_less