Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Kaji Kebijakan Hemat BBM dan WFH 50 Persen Dampak Gejolak Perang Timur Tengah

Prabowo Kaji Kebijakan Hemat BBM dan WFH 50 Persen Dampak Gejolak Perang Timur Tengah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kebijakan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Salah satu opsi yang muncul ialah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian pegawai.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa dinamika geopolitik global berpotensi mempengaruhi stabilitas energi dan ekonomi nasional.

Presiden menjelaskan bahwa konflik di kawasan Eropa dan Timur Tengah dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia. Jika harga minyak naik, biaya bahan bakar dalam negeri juga bisa meningkat dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu bergerak cepat agar dampak tersebut tidak menekan perekonomian masyarakat. Ia meminta jajaran kabinet mulai menyiapkan langkah konkret untuk menekan konsumsi BBM.

“Kita harus melihat perkembangan global. Konflik di Eropa dan Timur Tengah bisa mempengaruhi harga BBM. Jika harga BBM naik, harga makanan juga bisa ikut naik,” kata Prabowo dalam rapat kabinet.

Pemerintah Dorong Penghematan Konsumsi BBM

Prabowo menilai Indonesia tidak boleh menganggap situasi global yang bergejolak sebagai hal yang tidak berdampak. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mengambil langkah proaktif untuk menghemat energi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki sejumlah rencana terkait ketahanan energi. Namun kondisi global saat ini mendorong pemerintah untuk mempercepat penerapan kebijakan penghematan.

Presiden juga menilai efisiensi penggunaan energi dapat membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menekan potensi kenaikan harga pangan.

Belajar dari Kebijakan Pakistan

Dalam sidang kabinet tersebut, Prabowo juga menunjukkan contoh kebijakan penghematan energi yang dijalankan oleh Pakistan. Negara itu mengambil langkah serius untuk merespons lonjakan harga minyak dunia.

Pakistan menerapkan sistem kerja dari rumah bagi sekitar 50 persen pegawai pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah setempat juga mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen. Pemerintah kemudian menyalurkan dana hasil penghematan tersebut kepada kelompok masyarakat yang paling rentan.

Pembatasan Kendaraan dan Belanja Pemerintah

Pakistan juga membatasi penggunaan kendaraan dinas pemerintah. Sekitar 60 persen kendaraan milik pemerintah tidak beroperasi setiap hari agar konsumsi BBM bisa ditekan.

Selain itu, pemerintah Pakistan menghentikan sejumlah belanja yang tidak mendesak. Pemerintah menunda pembelian kendaraan baru, pendingin ruangan, serta perabot kantor di berbagai lembaga negara.

Pemerintah setempat juga mengurangi perjalanan dinas dan menghentikan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial yang tidak prioritas.

Di sektor pendidikan, sejumlah perguruan tinggi menjalankan sistem pembelajaran daring untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi energi.

Pemerintah Indonesia Masih Mengkaji

Prabowo menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut hanya menjadi bahan perbandingan bagi pemerintah Indonesia. Ia meminta para menteri mempelajari kemungkinan penerapan kebijakan serupa yang sesuai dengan kondisi nasional.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga disiplin anggaran sekaligus menekan potensi peningkatan defisit.

Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, ia menilai langkah penghematan tetap penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

“Saya yakin dalam dua sampai tiga tahun ke depan kita akan semakin kuat. Tetapi mulai sekarang kita harus menghemat konsumsi energi,” ujar Prabowo.

Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menghadapi dampak konflik global dengan lebih siap.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Pulau Buton Benteng Terluas Dunia yang Diakui UNESCO

    Sejarah Pulau Buton Benteng Terluas Dunia yang Diakui UNESCO

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 1.415
    • 4Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Sejarah Pulau Buton yang memiliki benteng terluas di dunia, ini menunjukkan kejayaan peradaban maritim di kawasan timur Nusantara. Pulau Buton berada di Sulawesi Tenggara Kota Bau-Bau dan menyimpan peninggalan monumental berupa Benteng Keraton Buton. Oleh karena itu, kawasan ini tidak hanya penting bagi sejarah lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam sejarah Indonesia. […]

  • keracunan MBG Demak pada siswa sekolah

    Keracunan MBG Demak, Dinkes Berikan Trauma Healing untuk Siswa dan Guru

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Demak, (Kabaristana.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Demak memberikan pendampingan psikologis kepada siswa korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebonagung. Pendampingan itu bertujuan memulihkan rasa takut dan trauma para siswa setelah kejadian tersebut. Kepala Puskesmas Kebonagung, Arif Setiawan, mengatakan petugas kesehatan memakai metode hypnotherapy untuk membantu pemulihan siswa dan guru. Sejumlah guru […]

  • Logo Bank Indonesia terkait penilaian rupiah undervalued menurut BI

    BI Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan Meski Fundamental Ekonomi Kuat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 270
    • 1Komentar

    JAKARTA,Kabaristana.com — rupiah undervalued menurut BI karena pergerakan nilai tukar saat ini belum mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Bank Indonesia menilai berbagai indikator makro justru menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif solid. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan inflasi yang terkendali, imbal hasil aset keuangan yang menarik, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi fondasi utama penguatan rupiah. […]

  • Kampanye 50 In 5 untuk memperkuat layanan digital Indonesia

    Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5, Perkuat Layanan Publik Digital Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Kampanye Global 50-in-5. Langkah ini bertujuan mempercepat pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang aman, inklusif, dan terintegrasi. Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan transformasi digital harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat. Keberhasilan terlihat dari kemudahan yang dirasakan masyarakat saat […]

  • Penghalangan Eksekusi Hotel Sultan saat aksi mahasiswa FRPSH di Polda Metro Jaya

    FRPSH Desak Polda Metro Jaya Usut Dugaan Penghalangan Eksekusi Eks Hotel Sultan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Front Rakyat Pengawal Supremasi Hukum (FRPSH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Kamis (25/6/2026). Massa aksi mendesak kepolisian mengusut dugaan penghalangan pelaksanaan eksekusi kawasan eks Hotel Sultan yang berlangsung pada 18 Juni 2026. Koordinator aksi, Rendy Salim, mengatakan eksekusi tersebut mengacu pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. […]

  • dugaan pelanggaran tambang nikel PT Ifishdeco aksi unjuk rasa 10 April Konawe Selatan

    Dugaan Pelanggaran Tambang Nikel PT Ifishdeco Meluas, Aksi Unjuk Rasa Digelar 10 April

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jakarta – Dugaan pelanggaran tambang nikel oleh PT Ifishdeco di Konawe Selatan semakin kuat. Selain itu, perusahaan diduga menambang di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP). Akibatnya, aktivitas tersebut terjadi di lahan enklaf milik warga. Bahkan, warga melaporkan kerusakan tanaman dan gangguan terhadap pertanian mereka. Aktivis Soroti Pelanggaran Serius Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul […]

expand_less