Putra Daerah Dinilai Berkontribusi untuk Sultra, Mahasiswa Soroti Dukungan Nyata AT terhadap Generasi Muda
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 114
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anton Timbang, putra daerah Sulawesi Tenggara dan Ketua KADIN Sultra, dinilai berkontribusi nyata dalam mendukung ratusan mahasiswa melalui bantuan pendidikan dan fasilitas asrama di Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kendari — Kontribusi putra daerah dalam pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Salah satu sosok yang mendapat sorotan adalah Anton Timbang, yang dinilai memiliki peran dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya melalui dukungan terhadap generasi muda.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Arin Fahrul. Ia menyebut bahwa keterlibatan Anton Timbang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
“Sebagai putra daerah, Anton Timbang kami nilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tenggara, terutama dalam mendorong partisipasi generasi muda,” ujar Arin Fahrul dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Arin mengungkapkan bahwa Anton Timbang juga dikenal memberikan dukungan kepada ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara. Dukungan tersebut mencakup bantuan materi yang dinilai membantu keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
“Kami melihat ada perhatian terhadap mahasiswa, di mana ratusan mahasiswa dari Sultra mendapatkan bantuan. Ini tentu menjadi hal positif dalam mendorong akses pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda,” tambahnya.
Selain bantuan materi, Anton Timbang juga disebut kerap membantu kebutuhan tempat tinggal mahasiswa Sulawesi Tenggara yang menempuh pendidikan di Jakarta. Bahkan, dalam sejumlah kesempatan, ia turut membayarkan fasilitas asrama mahasiswa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan studi mereka.
Menurut Arin, langkah tersebut menunjukkan kepedulian yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi juga berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan dasar mahasiswa di perantauan.
“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari daerah. Ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masa depan generasi muda Sultra,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa peran tokoh lokal sangat penting dalam membangun koneksi antara kebutuhan masyarakat dan upaya pembangunan yang lebih luas. Kehadiran figur daerah seperti Anton Timbang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Arin berharap semakin banyak putra daerah yang turut mengambil peran dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga pembangunan di Sulawesi Tenggara dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pandangan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat dan generasi muda dalam membangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan berdaya saing.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar