Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Pontjo Sutowo Ungkap Kronologi Sengketa Lahan Hotel Sultan, Bermula dari Perpanjangan HGB 2003

Pontjo Sutowo Ungkap Kronologi Sengketa Lahan Hotel Sultan, Bermula dari Perpanjangan HGB 2003

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Pihak manajemen Hotel Sultan melalui Presiden Direktur PT Indobuildco, Pontjo Sutowo, menjelaskan bahwa persoalan terkait status lahan Hotel Sultan mulai diketahui saat proses perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) pada tahun 2003. Pada saat itu, menurut pihak manajemen, telah muncul perbedaan pandangan mengenai status dan dasar hukum perpanjangan hak atas tanah tersebut.

Meski demikian, pemerintah pada akhirnya tetap memberikan perpanjangan HGB kepada Hotel Sultan. Perpanjangan tersebut berlaku hingga tahun 2023. Bagi pihak PT Indobuildco, keputusan tersebut menunjukkan bahwa negara pada saat itu mengakui adanya hak untuk memperoleh perpanjangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjelang berakhirnya masa berlaku HGB, PT Indobuildco kembali mengajukan permohonan perpanjangan pada tahun 2021. Menurut Pontjo Sutowo, pengajuan tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat itu.

“Kita mengajukan perpanjangan pada tahun 2021. Dengan peraturan perundang-undangan yang baru, sebetulnya cukup mengajukan permohonan, pemerintah memberikan. Tapi ternyata mereka menganggap ada hal-hal yang menyebabkan tidak bisa diberikan. Apa alasannya, itu yang kita tidak tahu,” ujar Pontjo Sutowo.

Pihak manajemen Hotel Sultan mengaku belum memperoleh penjelasan resmi dan komprehensif mengenai alasan yang menjadi dasar tidak diberikannya perpanjangan HGB tersebut. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak PT Indobuildco terkait konsistensi penerapan kebijakan dalam pemberian hak atas tanah.

Menurut mereka, terdapat sejumlah bangunan lain di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya yang tetap memperoleh perpanjangan hak atas tanah ketika masa berlakunya berakhir. Sementara itu, Hotel Sultan justru menghadapi situasi yang berbeda.

PT Indobuildco menilai bahwa apabila memang terdapat alasan hukum yang menyebabkan HGB Hotel Sultan tidak dapat diperpanjang, maka alasan tersebut seharusnya disampaikan secara terbuka, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak serta menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan penjelasan pihak manajemen, sengketa yang saat ini menjadi perhatian publik bermula dari adanya perbedaan pandangan mengenai status lahan yang digunakan Hotel Sultan. Persoalan tersebut kembali mengemuka setelah pengajuan perpanjangan HGB pada tahun 2021 tidak memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan oleh PT Indobuildco.

Meski demikian, keterangan tersebut merupakan pandangan dari pihak manajemen Hotel Sultan. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, berimbang, dan sesuai prinsip jurnalistik, perlu pula dikonfirmasi kepada pemerintah serta instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pemberian hak atas tanah yang menjadi objek sengketa.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adrian Moita menyoroti pengelolaan SDA Sulawesi Tenggara

    Mencegah Repetisi Pola Krisis Tata Kelola SDA di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 282
    • 0Komentar

    (KabarIstana.com), JAKARTA — Adrian Moita menyampaikan pernyataan sikap tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan pandangan ini berdasarkan analisis data dan pengalaman pengelolaan SDA di berbagai daerah penghasil di Indonesia. Adrian menilai kekayaan SDA tidak selalu menghasilkan kesejahteraan masyarakat. Banyak kajian kebijakan publik dan ekonomi politik menunjukkan kondisi tersebut. […]

  • petani menanam varietas padi tahan kekeringan di lahan sawah

    Kementan Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 196
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani memanfaatkan varietas padi adaptif untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat pada 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini. Menurut Amran, petani perlu menanam varietas padi […]

  • pembangunan 22 proyek strategis Bali untuk pemerataan ekonomi

    Bali Gaspol Bangun 22 Proyek Strategis, Fokus Atasi Macet hingga Pemerataan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Denpasar, (Kabaristana.com) || Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama daerah Sarbagia mempercepat pembangunan 22 proyek strategis. Program ini menargetkan perbaikan konektivitas dan pemerataan ekonomi di seluruh Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan pemerintah awalnya merancang 20 proyek. Pemerintah pusat kemudian mengambil alih empat proyek melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemprov Bali lalu menambah enam proyek […]

  • Pembangunan PSEL Indonesia untuk mengolah sampah menjadi energi listrik

    Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 85
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. “Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan […]

  • Guru SD Temukan Harta VOC di Madura

    Guru SD Temukan Harta VOC di Madura

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Peristiwa guru Sekolah dasar (SD), temukan harta VOC di Madura langsung menarik perhatian publik. Selain karena nilai temuan koin dan artefak kuno, yang mencapai 13 kilogram, penemuan ini juga membuka kembali diskusi tentang jejak kolonial Belanda di Jawa Timur. Oleh karena itu, banyak pihak menilai peristiwa ini penting bagi sejarah dan edukasi […]

  • Aksi warga memprotes Jalan Rusak Lohia di ruas Mantobua-Korihi, Kabupaten Muna.

    Jalan Rusak 10 Tahun di Lohia Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokade Akses Wisata Menuju Meleura dan Napabale

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Sejumlah warga dari dua desa di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, menggelar aksi unjuk rasa karena pemerintah daerah belum memperbaiki ruas jalan yang rusak parah di wilayah tersebut. Dalam aksi itu, massa tidak hanya berorasi, tetapi juga memblokade arus lalu lintas sehingga kendaraan tidak dapat melintas menuju kawasan wisata. Massa yang tergabung dalam […]

expand_less