JAKARTA, (Kabaristana.com) – Isu diplomatik antara Meksiko dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai dugaan aktivitas politik oleh perwakilan diplomatik Meksiko di wilayah AS. Pemerintah Meksiko langsung menepis tuduhan tersebut dan memastikan seluruh layanan diplomatik berjalan sesuai aturan internasional.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa kantor konsulat negaranya tidak terlibat dalam aktivitas politik domestik Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama konsulat hanya untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga negara Meksiko yang tinggal di luar negeri.
Dalam konferensi pers di Mexico City pada Jumat (9/5), Sheinbaum mengatakan tuduhan campur tangan politik sama sekali tidak berdasar. Menurut dia, setiap kantor konsulat bekerja sesuai hukum internasional serta tetap menghormati kebijakan pemerintah AS.
Laporan media Amerika sebelumnya menyebut Departemen Luar Negeri AS mempertimbangkan evaluasi terhadap sejumlah kantor diplomatik Meksiko. Wacana itu muncul setelah dua petugas intelijen Amerika dilaporkan tewas usai menjalankan operasi antinarkotika di wilayah utara Meksiko pada bulan lalu.
Meski demikian, pemerintah Meksiko mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan ataupun rencana penutupan kantor konsulat. Sheinbaum juga menegaskan hubungan diplomatik kedua negara masih berjalan melalui jalur komunikasi resmi.
Saat ini, Meksiko memiliki lebih dari 50 kantor konsulat yang tersebar di berbagai kota di Amerika Serikat. Layanan tersebut membantu warga dalam urusan hukum, administrasi, hingga persoalan imigrasi.
Peningkatan penegakan hukum imigrasi di AS dalam beberapa waktu terakhir turut mendorong pemerintah Meksiko memperkuat pelayanan diplomatik bagi warganya. Langkah itu dilakukan agar warga Meksiko tetap memperoleh pendampingan ketika menghadapi razia atau masalah dokumen keimigrasian.
Saat ini belum ada komentar