Gerindra Tegur Keras Anggota DPRD Jember usai Viral Merokok Saat Rapat Stunting
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Anggota DPRD Jember Ahmad Syahri As Sidiqi menghadiri sidang majelis kehormatan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Jumat (15/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra menjatuhkan teguran keras kepada Anggota DPRD Jember Ahmad Syahri As Sidiqi. Politikus Fraksi Gerindra itu viral setelah merokok dan bermain gim saat rapat pembahasan stunting.
Sidang etik berlangsung di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Ketua Majelis Kehormatan, Fikrah Auliaurrahman, memimpin langsung sidang tersebut.
Fikrah mengatakan majelis telah memeriksa pengadu, teradu, saksi, dan bukti pendukung. Setelah pemeriksaan selesai, majelis memutus Ahmad Syahri melanggar aturan partai.
“Majelis Kehormatan Partai Gerindra memutus adanya pelanggaran AD/ART Partai Gerindra,” kata Fikrah.
Gerindra memberi teguran keras dan terakhir kepada Ahmad Syahri. Partai juga mengingatkan agar ia tidak mengulangi tindakan serupa.
Jika kembali melanggar aturan, Gerindra akan memberhentikan Ahmad Syahri sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember.
Anggota Majelis Kehormatan Yunico Syahrir menjelaskan Ahmad Syahri melanggar tujuh pasal AD/ART partai. Salah satunya Pasal 16 ayat 2 tentang kewajiban menjaga nama baik dan kehormatan Partai Gerindra.
Ia juga melanggar aturan tentang disiplin kader dan kepatuhan terhadap keputusan partai. Selain itu, aturan partai mewajibkan kader bersikap sopan, disiplin, dan rendah hati.
Kasus ini mendapat perhatian luas di media sosial. Video Ahmad Syahri saat merokok dan bermain gim dalam rapat DPRD Jember tersebar di berbagai platform.
Banyak warganet mengkritik tindakan tersebut. Mereka menilai sikap itu tidak pantas dilakukan dalam rapat resmi tentang penanganan stunting.
Gerindra menegaskan seluruh kader harus menjaga etika dan disiplin. Partai juga meminta kader menjaga kepercayaan publik saat menjalankan tugas.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar