Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sebut Ketergantungan pada PLN Bukan Lagi Pilihan Bijak, Tokoh Muda Al Washliyah Beberkan 5 Opsi Mandiri Energi

Sebut Ketergantungan pada PLN Bukan Lagi Pilihan Bijak, Tokoh Muda Al Washliyah Beberkan 5 Opsi Mandiri Energi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN, (kabaristana.com) – Peristiwa pemadaman listrik total (blackout) massal yang melumpuhkan aktivitas warga di empat provinsi baru-baru ini memicu kritik beruntun dari berbagai elemen masyarakat. Momentum kelam ini dinilai menjadi alarm keras bagi masyarakat Indonesia untuk segera memikirkan opsi mandiri energi dan mulai melepaskan ketergantungan mutlak dari perusahaan listrik milik negara.

Tanggapan taktis tersebut dilontarkan oleh Amaluddin Hasibuan, S.Pd., akademisi sekaligus aktivis pemuda yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda Al Washliyah (GP Al Washliyah) Sumatera Utara. Menurut Amal, mengandalkan satu sumber energi tunggal di tengah fluktuasi tarif dan bayang-bayang pemadaman massal pada tahun 2026 ini sudah tidak lagi relevan bagi ketahanan domestik.

“Indonesia diberkati dengan potensi energi terbarukan yang sangat melimpah, tetapi kita masih terlalu bergantung pada PLN yang mayoritas pasokan listriknya masih menggunakan batu bara. Beruntung, saat ini banyak teknologi energi alternatif yang bisa dibangun dalam skala kecil untuk kebutuhan mandiri rumah tangga,” ujar Amaluddin dalam analisisnya, Minggu (24/5/2026).

Rapor Kelayakan 5 Energi Alternatif Skala Rumah Tangga

Berdasarkan fakta geografis dan perkembangan teknologi terkini, Amaluddin memetakan lima sumber energi alternatif yang layak dipertimbangkan oleh masyarakat beserta analisis komparasi kelayakannya:

Jenis Energi Alternatif Estimasi Biaya Awal Tingkat Kelayakan Rumah Tangga Catatan & Rekomendasi Opini Energi Surya (PLTS Atap) Rp15 – 40 Juta (Kapasitas 1- 3 kWp) Sangat Tinggi (Paling realistis di perkotaan) Indonesia memiliki radiasi matahari rata-rata 4,8 kWh/m²/hari.

Masa balik modal (payback period) sekitar 5–8 tahun. Disarankan menggunakan sistem hybrid dengan baterai lithium agar tetap menyala saat pemadaman malam hari.

Biogas DomestikRp5 – 15 Juta(Digester 4–10 m³) Tinggi (Khusus daerahpinggiran/desa) Memanfaatkan limbah organik atau kotoran ternak untuk menghasilkan listrik dan gas memasak bagi 1–2 keluarga.

Solusi ekonomi sirkular yang ampuh menekan emisi metana.Mikro & Pico Hydro Variatif (Sesuai kapasitas alat) Sedang (Sangat bergantung pada lokasi) Memanfaatkan aliran air dengan tinggi jatuh (head) minimal 2–3 meter. Sangat stabil dan operasional murah, cocok untuk warga di dekat irigasi atau kawasan pegunungan Sumatera Utara.

Energi Angin (Turbin Kecil) VariatifRendah (Kurang cocok di Medan) Potensi angin tidak stabil di wilayah Medan dan sekitarnya. Tidak disarankan menjadi andalan utama, melainkan hanya sebagai pelengkap (hybrid) pendamping panel surya.Geothermal & Energi Laut Skala Industri Tidak Layak (Hanya untuk korporasi/negara) Meskipun potensinya raksasa, teknologi ini berada di luar kapasitas rumah tangga karena membutuhkan modal raksasa dan regulasi makro pemerintah.

3 Alasan Utama Rumah Tangga Harus Membangun “Kedaulatan Energi” Di akhir analisisnya, Wakil Sekretaris GP Al Washliyah Sumut ini menekankan bahwa langkah beralih ke energi alternatif bukan lagi sekadar gaya hidup hijau, melainkan kebutuhan mendesak yang dilandasi tiga pilar utama:

Ketahanan Domestik:

Mengamankan pasokan listrik mandiri dan menghindarkan aktivitas keluarga dari dampak kerugian ekonomi akibat pemadaman massal sepihak.

Efisiensi Ekonomi:

Menjadi investasi jangka menengah yang secara signifikan mampu memotong pengeluaran bulanan dari lonjakan tarif listrik konvensional.

Dampak Lingkungan:

Berkontribusi nyata dan taktis dalam mengurangi emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil yang memicu krisis iklim.

“Rekomendasi praktis saya, untuk rumah di perkotaan seperti Medan, mulailah berinvestasi dengan PLTS Atap Hybrid 2–5 kWp. Sementara untuk wilayah pinggiran, kombinasikan solar dengan biogas atau mikro hydro. Kita tidak perlu terus-menerus menunggu pemerintah menyelesaikan semuanya, karena teknologinya sudah tersedia, matang, dan terjangkau di pasar lokal,” pungkas Amaluddin.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo ke Rusia tiba di Bandara Vnukovo Moskow

    Prabowo ke Rusia, DPR Dorong Peran Aktif Indonesia dalam Perdamaian Dunia

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 126
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rusia untuk membahas kondisi geopolitik dunia. Ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam agenda tersebut. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai langkah ini penting. Ia menyebut kunjungan ini sebagai upaya nyata Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. Soleh menilai situasi global makin kompleks. Karena itu, Indonesia […]

  • potensi ekonomi Papua sektor kelautan

    Papua Tak Hanya Tambang: Kadin Soroti Kekuatan Laut, Energi, dan Pangan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jayapura, (Kabaristana.com) || potensi ekonomi Papua terus menunjukkan peluang besar untuk dikembangkan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa Papua tidak hanya bergantung pada komoditas emas dan tembaga, tetapi juga memiliki kekuatan di berbagai sektor lain. Anindya melihat Papua menyimpan sumber daya alam yang sangat melimpah. Ia menilai sektor kelautan […]

  • Gambar Gedung MK

    Produk Jurnalistik tidak bisa dituntut

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Produk jurnalistik tidak bisa dituntut secara pidana maupun perdata selama wartawan menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) menegaskan prinsip ini untuk melindungi kemerdekaan pers. Dengan penegasan tersebut, MK memberikan kepastian hukum bagi insan media di Indonesia. Selain itu, putusan ini memperjelas posisi hukum karya jurnalistik dalam sistem demokrasi. (27/01/2026). […]

  • harga emas hari ini di Pegadaian pada perhiasan emas gelang Galeri24

    Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Antam Rp3 Juta

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 63
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) — Harga emas dari Antam, UBS, dan Galeri24 bertahan stabil pada Senin pagi (07.03 WIB). Data Pegadaian mencatat harga Antam di Rp3.000.000 per gram, UBS Rp2.924.000, dan Galeri24 Rp2.886.000 per gram. Pasar melanjutkan tren stabil sejak Minggu (19/4) dan menunjukkan fase konsolidasi jangka pendek. Kondisi ini membuat pelaku pasar menahan aksi besar, meski […]

  • Aksi Puskom Kemenag terkait dugaan kekerasan seksual dan suap izin prodi IAI Rawa Aopa

    Aksi Puskom di Kemenag RI Soroti Dugaan Suap Izin Prodi, Kekerasan Seksual, dan Tata Kelola IAI Rawa Aopa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama RI pada Rabu, 13 Mei 2026. Ratusan mahasiswa, masyarakat, dan orang tua mahasiswa IAI Rawa Aopa mengikuti aksi tersebut. Massa mendesak Menteri Agama RI segera mengevaluasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI. Puskom menilai Diktis lamban menangani […]

  • Retno Marsudi air bertemu Presiden Kazakhstan Tokayev di Astana

    Retno Marsudi Bertemu Presiden Kazakhstan Bahas Isu Air Global dan Kerja Sama Internasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 278
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Astana pada 15 April 2026. Mereka membahas kerja sama global terkait pengelolaan air. Pertemuan ini fokus pada krisis air dunia. Keduanya sepakat bahwa kerja sama internasional harus diperkuat. Tokayev menegaskan bahwa air adalah aset strategis bagi negaranya. Ia […]

expand_less