Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » RUU Perampasan Aset: Pakar Soroti Perlindungan Harta yang Bukan Hasil Kejahatan

RUU Perampasan Aset: Pakar Soroti Perlindungan Harta yang Bukan Hasil Kejahatan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi III DPR RI kembali membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada Senin (7/9/2026). Komisi III menghadirkan sejumlah pakar dalam rapat tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Peradi Profesional Yuhelson menyoroti pentingnya pemulihan aset hasil tindak pidana. Ia meminta proses tersebut tetap menghormati hukum dan hak milik yang sah.

Komisi III Bahas RUU Perampasan Aset

Rapat berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memimpin jalannya rapat.

Sahroni menilai pembahasan RUU Perampasan Aset perlu membedakan kekayaan seseorang dengan aset hasil tindak pidana.

Menurutnya, pelaku tindak pidana tidak otomatis memiliki seluruh kekayaan dari hasil kejahatan. Ia memberikan contoh nilai tindak pidana sebesar Rp10 miliar.

Sementara itu, total kekayaan pelaku mencapai Rp100 miliar. Dalam kondisi tersebut, aparat perlu menentukan aset yang berkaitan dengan tindak pidana.

“Sebelum dilanjut paparan saya menarik bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset ini antara si pemilik kekayaan dan tindak pidana harus dipisahkan dan tidak dijadikan seolah-olah (hasil) tindak pidana yang dilakukan misal Rp10 miliar, maka aset yang dimiliki oleh si pelaku tindak pidana Rp100 miliar maka patokannya hanya Rp10 miliar yang dirampas,” kata Sahroni.

Peradi Profesional Soroti Due Process

Yuhelson kemudian menyampaikan pandangan Peradi Profesional. Ia mendukung pemberantasan tindak pidana, terutama korupsi.

Ia juga mendukung langkah negara untuk mengambil aset yang terbukti berasal dari kejahatan. Namun, pemerintah dan aparat penegak hukum tetap harus menghormati prinsip negara hukum.

“Menjaga asset recovery tanpa korbankan due process of law dan hak milik yang sah. Peradi Profesional sikapnya mendukung pemberantasan tindak pidana khususnya korupsi serta upaya negara untuk mengambil kembali aset yang benar-benar berasal dari aset kejahatan, namun pemberantasan kejahatan tidak boleh dilakukan dengan korbankan prinsip negara hukum due process of law,” ujar Yuhelson.

Menurut Yuhelson, RUU Perampasan Aset akan memperluas kewenangan negara dan aparat penegak hukum. Kewenangan itu mencakup penelusuran, pemblokiran, penyitaan, hingga perampasan aset.

Karena itu, pembentuk undang-undang perlu menetapkan batas kewenangan secara jelas. Aturan tersebut juga harus mencegah aparat menyasar kekayaan yang sah.

“RUU Perampasan Aset akan memberikan kewenangan yang sangat besar kepada negara dan aparat hukum untuk menelusuri, memblokir, menyita dan akhirnya merampas aset. Karena itu persoalan utama RUU ini bukan hanya bagaimana negara dapat merampas hasil kejahatan, tetapi juga bagaimana memastikan negara tidak merampas harta yang bukan hasil kejahatan. Di sini poin pentingnya,” jelasnya.

RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Hak Milik

Yuhelson menegaskan bahwa perampasan aset tidak boleh menyasar seluruh kekayaan pelaku. Ia mengatakan pelaku tetap dapat memiliki kekayaan yang berasal dari sumber sah.

Kekayaan tersebut dapat berupa rumah, tanah, perusahaan, tabungan, saham, dan warisan.

“Perampasan aset tak boleh berubah menjadi perampasan seluruh kekayaan pelaku. Kita lihat bahwa seseorang lakukan tindak pidana tidak berarti seluruh harta kekayaannya merupakan hasil tindak pidana seperti yang disampaikan pimpinan rapat tadi, di mana pelaku tindak pidana tetap dapat mempunyai hak untuk rumah, tanah, perusahaan, tabungan, saham, warisan, dan kekayaan lain yang diperoleh secara sah,” tutur Yuhelson.

Klasifikasi Aset Perlu Diperjelas

Yuhelson juga meminta DPR memperjelas klasifikasi aset dalam RUU Perampasan Aset.

Menurutnya, aturan perlu membedakan aset hasil tindak pidana dengan aset yang memiliki sumber sah. Aparat juga perlu membedakan aset yang digunakan untuk melakukan tindak pidana.

“Harus dibedakan secara tegas aset hasil tindak pidana, aset yang digunakan sarana tindak pidana, dan aset yang merupakan pengalihan hasil tindak pidana dan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana, serta kerugian negara dan harta kekayaan sah milik seseorang,” lanjutnya.

Dengan pembagian tersebut, Yuhelson menilai negara dapat memulihkan aset hasil kejahatan secara tepat. Pada saat yang sama, aturan tersebut tetap memberikan perlindungan terhadap hak milik yang sah.

Pembahasan RUU Perampasan Aset selanjutnya perlu memperhatikan kepentingan pemberantasan kejahatan dan kepastian hukum. Kedua aspek tersebut harus berjalan secara seimbang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dugaan kekerasan daycare Yogya ilustrasi anak di tempat penitipan

    Dugaan Kekerasan di Daycare Yogya Diselidiki, Menteri HAM Turunkan Tim

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 250
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, segera mengerahkan tim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di daycare di Yogyakarta. Ia mengambil langkah cepat setelah menerima laporan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Tim Kementerian HAM langsung mendatangi lokasi pada hari yang sama. Mereka melakukan pengecekan awal dan kini menunggu laporan lengkap dari kantor wilayah sebagai […]

  • Program Makan Bergizi Gratis Terapkan Zero Defect 2026

    Prabowo Nyatakan Target Zero Defect MBG Berlaku Mulai 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menerapkan standar zero defect pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026. Pemerintah juga memastikan pemerataan penerima manfaat program tersebut. Presiden menyampaikan hal itu saat taklimat di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan perkembangan program […]

  • TNI tembak pesawat CIA, markas Central Intelligence Agency Amerika Serikat di Langley

    TNI Tembak Pesawat CIA: Operasi Mata-Mata AS Terbongkar di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Kasus TNI tembak pesawat CIA mencatat salah satu momen paling tegas dalam sejarah pertahanan Indonesia. Pada dasarnya, insiden ini menunjukkan bagaimana operasi mata-mata asing dapat berubah menjadi aksi bersenjata yang menimbulkan korban sipil. Akibatnya, kedaulatan negara dan keselamatan warga ikut terancam. Serangan udara pada akhir 1950-an itu langsung memukul wilayah konflik. Oleh […]

  • tuduhan tambang Sulawesi Tenggara terkait aktivitas pertambangan daerah

    Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka Sayangkan Tuduhan terhadap Ketua Kadin Sultra

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Arin fharul sanjaya
    • visibility 507
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Tuduhan dugaan kejahatan pertambangan terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara memicu polemik di ruang publik. Sejumlah pihak menilai tuduhan tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat dan memengaruhi iklim investasi daerah. Isu ini berkembang tanpa pemaparan data yang terbuka. Akibatnya, publik menerima informasi yang belum terverifikasi secara utuh, sementara sektor usaha lokal menghadapi tekanan […]

  • Pembangunan SDM Sultra dinilai perlu menjadi prioritas. Pemprov Sultra didesak membuka capaian pendidikan, kompetensi, dan tenaga kerja lokal.

    kepemimpinan andi sumangerukka; sultra gelap pembangunan sdm terabaikan

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka patut mendapatkan evaluasi serius. Di tengah kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tenggara yang melimpah dan geliat investasi yang terus berkembang, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dikesampingkan. Midul Makati, S.H., M.H, menilai bahwa pemerintah daerah terlalu sering berbicara tentang pembangunan dan investasi, tetapi persoalan mendasar masyarakat, […]

  • Muhammad Hasbullah Idris (MHI), ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola nikel PT CNI

    Anak Buah Gubernur Sultra Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Empat Hari Usai Dilantik

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kendari, (KABARISTANA.COM) — Eks Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Hasbullah Idris (MHI), ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola nikel PT CNI. MHI menjadi tersangka tepat empat hari setelah dilantik sebagai Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra. Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya menetapkan […]

expand_less