Asesor Muda Nur Wayda: Masa Depan Sistem Sertifikasi Kompetensi
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 384
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ket: Nur Wayda, Asesor Muda BNSP menjalankan proses uji kompetensi sesuai standar profesional nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com — Regenerasi asesor dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional kembali mengemuka setelah Nur Wayda, asesor Chef de Partie (CDP) muda, lolos seleksi Ujian Sertifikasi Kompetensi yang digelar Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Peristiwa ini mencerminkan perubahan arah tata kelola penjaminan mutu sumber daya manusia Indonesia.
Selama ini, sebagian sektor profesional masih mengaitkan otoritas dengan usia dan masa kerja. Padahal, dunia kerja menghadapi perubahan cepat yang menuntut standar kompetensi yang relevan dan terukur. Publik kini menilai sertifikasi bukan dari siapa yang paling lama bekerja, melainkan dari siapa yang memenuhi standar kerja secara objektif.
Isu Relevan di Tengah Perubahan Dunia Kerja
Perubahan teknologi dan pola kerja membuat sistem sertifikasi harus beradaptasi. Industri menuntut asesmen yang akurat dan kontekstual. Jika lembaga sertifikasi gagal mengikuti perubahan, hasil uji kompetensi berisiko kehilangan relevansi di pasar kerja.
Karena itu, kehadiran asesor dari generasi muda menjadi bagian dari kebutuhan sistem. Regenerasi bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan agar mekanisme sertifikasi tetap berjalan efektif.
Peran Asesor CDP dalam Menjaga Kredibilitas
Asesor CDP memegang peran strategis dalam proses uji kompetensi. Mereka menilai kemampuan teknis peserta sekaligus memastikan proses asesmen berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem sertifikasi menuntut asesor memenuhi kualifikasi, mengikuti pelatihan resmi, dan mematuhi kode etik profesi.
Dalam konteks tersebut, terpilihnya asesor muda menunjukkan bahwa mekanisme seleksi berjalan berbasis kompetensi. Usia tidak menjadi faktor penentu selama kandidat memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Catatan Kritis soal Regenerasi
Meski membawa angin pembaruan, regenerasi juga memerlukan pengawasan. Sejumlah praktisi menilai pengalaman tetap penting dalam menjaga konsistensi standar. Asesor senior menyimpan pengetahuan praktis yang tidak selalu tercatat dalam modul pelatihan.
Karena itu, kolaborasi antara asesor muda dan senior menjadi kunci. Sistem sertifikasi perlu memastikan transfer pengetahuan berjalan seimbang agar kualitas penilaian tidak menurun.
Dampak bagi Tenaga Kerja dan Dunia Usaha
Bagi masyarakat dan dunia usaha, sistem sertifikasi yang terbuka memberi dampak positif. Tenaga kerja memperoleh jaminan bahwa asesmen berjalan objektif. Dunia industri pun mendapat acuan kompetensi yang lebih kredibel.
Selain itu, regenerasi asesor membantu mencegah kekosongan sumber daya profesional di masa depan. Tanpa langkah ini, lembaga sertifikasi berisiko kekurangan tenaga asesmen yang berwenang.
Terpilihnya Nur Wayda sebagai asesor CDP muda menandai fase penting pembaruan sistem sertifikasi nasional. Selama lembaga menjaga standar seleksi dan pengawasan, regenerasi justru dapat memperkuat kepercayaan publik. Sistem sertifikasi yang sehat menempatkan kompetensi sebagai tolok ukur utama, bukan usia atau senioritas.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar