Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Kena OTT KPK
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Salah satu pihak yang KPK amankan ialah Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
KPK juga menyoroti dugaan praktik korupsi di lingkungan pendidikan. Menurut KPK, lembaga pendidikan harus membangun pengetahuan sekaligus membentuk nilai dan karakter mahasiswa.
Kasus ini menarik perhatian karena dugaan transaksi muncul dalam proses awal calon mahasiswa memasuki perguruan tinggi.
Akhmad Sodiq Memimpin Unsoed untuk Dua Periode
Akhmad Sodiq merupakan akademisi dari bidang peternakan. Senat Unsoed kembali memilihnya untuk memimpin universitas tersebut pada periode 2026–2030.
Dalam pemilihan pada April 2026, Akhmad Sodiq meraih 87 suara. Hasil tersebut mengantarkannya kembali memimpin Unsoed setelah menyelesaikan periode pertama pada 2022–2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto kemudian melantik Akhmad Sodiq sebagai Rektor Unsoed pada 19 Mei 2026 di Grha Diktisaintek, Jakarta.
Pelantikan tersebut menandai kelanjutan kepemimpinannya di perguruan tinggi negeri yang berada di Purwokerto, Jawa Tengah.
Latar Belakang Pendidikan Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq menempuh pendidikan sarjana bidang peternakan di Universitas Jenderal Soedirman. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di George-August University, Jerman.
Ia kemudian meraih gelar doktor dari Kassel University, Jerman, dalam bidang Animal Science.
Karier akademik Akhmad Sodiq banyak berkaitan dengan produksi ternak dan sistem produksi ternak. Ia mengembangkan aktivitas penelitian dan pengajaran dalam bidang tersebut selama berkarier di lingkungan Unsoed.
Sebelum menjabat sebagai rektor, Akhmad Sodiq memimpin bidang akademik Unsoed sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2018–2022.
Aktif dalam Organisasi Profesi
Akhmad Sodiq juga menjalankan berbagai kegiatan di luar aktivitas akademik. Ia terlibat dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan.
Ia pernah menjalankan tugas sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah. Selain itu, ia juga aktif sebagai Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).
Akhmad Sodiq juga mendapat kepercayaan sebagai Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa Jawa Tengah.
Keterlibatan tersebut memperluas aktivitasnya dari lingkungan kampus hingga bidang profesi peternakan dan pembangunan masyarakat.
Sejumlah Penghargaan Akademik
Akhmad Sodiq memperoleh sejumlah penghargaan selama menjalankan karier akademiknya.
Ia menerima Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2017. Selain itu, Unsoed memberikan penghargaan Unsoed Award bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Ia juga meraih penghargaan sebagai dosen berprestasi di tingkat Fakultas Peternakan dan Universitas Jenderal Soedirman.
KPK kini mendalami dugaan penerimaan dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang menjadi dasar OTT di Purwokerto.
Penyidik KPK masih menjalankan proses hukum untuk mengungkap konstruksi perkara dan pihak-pihak yang terlibat.
Status hukum Akhmad Sodiq harus mengikuti keputusan resmi KPK. Karena itu, pemberitaan perlu menggunakan asas praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan kesalahan sebelum proses hukum memberikan kepastian.
- Penulis: Rahman



Saat ini belum ada komentar