Kenaikan Tarif AS terhadap Korea Selatan Dibahas di Washington
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 220
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembahasan hubungan perdagangan Korea Selatan dan Amerika Serikat di tengah rencana kenaikan tarif.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kenaikan tarif AS terhadap Korea Selatan menjadi perhatian serius pemerintah Seoul. Rencana kebijakan perdagangan tersebut mendorong langkah diplomasi langsung ke Washington.
Jakarta, kabaristana.com | Kenaikan tarif AS terhadap Korea Selatan mendorong pemerintah Seoul mengambil langkah diplomasi langsung ke Amerika Serikat. Pemerintah Korea Selatan menilai komunikasi bilateral penting untuk menjaga kepastian perdagangan dan stabilitas ekonomi.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan pada Selasa (27/1/2026) menyatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana menaikkan tarif impor sejumlah produk Korea Selatan dari 15 persen menjadi 25 persen.
Menteri Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan Kim Jung-kwan saat ini menjalani kunjungan resmi ke Kanada. Setelah menyelesaikan agenda tersebut, ia akan melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.
Dalam kunjungan ke Washington, Kim Jung-kwan akan bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Kedua pihak akan membahas arah kebijakan tarif dan dampaknya terhadap perdagangan bilateral.
Pemerintah Korea Selatan menilai rencana kenaikan tarif dapat memengaruhi kinerja ekspor nasional. Sejumlah sektor industri menghadapi potensi peningkatan biaya produksi. Karena itu, Seoul memilih dialog langsung untuk memperoleh kejelasan kebijakan perdagangan.
Hubungan dagang Korea Selatan dan Amerika Serikat selama ini berjalan strategis. Kedua negara menjalin kerja sama ekonomi di sektor industri, teknologi, dan manufaktur. Amerika Serikat juga menempati posisi penting sebagai mitra dagang utama Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas perdagangan internasional. Seoul mendorong penyelesaian perbedaan kebijakan melalui diplomasi dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Selain membahas tarif, pertemuan kedua menteri juga mencakup isu keberlanjutan rantai pasok global. Pemerintah Korea Selatan berharap pembicaraan tersebut memberi kepastian usaha dan memperkuat iklim investasi.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal pertemuan dan daftar produk yang berpotensi terdampak kebijakan tarif.

Saat ini belum ada komentar