Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Diduga Capai Bandung Barat, Warga Temukan Material Halus
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi -warga menemukan material menyerupai abu vulkanik di teras rumah dan kendaraan setelah sebaran abu Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Jawa Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung barat, (kabaristana.com) — Sejumlah warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menemukan material menyerupai pasir halus di teras rumah dan kendaraan pada Minggu (6/9) pagi. Temuan itu muncul di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bergerak menuju sejumlah wilayah.
Salah seorang warga Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Fauzi Beni Ridwan (37), menemukan material tersebut ketika memeriksa teras rumahnya.
“Tadi pagi pas ngecek teras rumah kaya ngeres gitu, kaya pasir, bukan debu biasanya,” ujar Fauzi di Bandung Barat, Minggu.
Fauzi mengatakan material tersebut menempel di lantai teras. Ia juga merasakan permukaan mobilnya lebih kasar daripada biasanya ketika menyentuh material itu.
Menurut Fauzi, kondisi tersebut berbeda dari debu yang biasa muncul di sekitar rumah. Karena itu, ia menduga material tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Abu Vulkanik Bergerak ke Jawa Barat
Observer dan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, mengatakan pihaknya mengamati abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada ketinggian sekitar 20.000 kaki.
Iid menjelaskan angin membawa abu vulkanik tersebut menuju sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
“Memang untuk abu vulkanik ini teramati pada ketinggian 20 ribu kaki mengarah ke Jakarta, Banten, termasuk Jawa Barat. Jadi, memungkinkan abu vulkanik itu sampai Jawa Barat, termasuk Bandung Raya,” kata Iid.
Menurut Iid, kondisi atmosfer turut menentukan arah pergerakan abu vulkanik. Angin dapat membawa material erupsi menuju wilayah yang cukup jauh dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
BMKG Pantau Pergerakan Abu
BMKG terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu, petugas memantau kondisi atmosfer dan arah angin untuk mengetahui potensi pergerakan abu vulkanik menuju wilayah Jawa Barat.
“Kita terus melakukan monitoring perkembangan dan informasinya akan disampaikan BMKG,” ujarnya.
Pemantauan tersebut juga membantu BMKG memberikan informasi kepada masyarakat apabila kondisi sebaran abu vulkanik mengalami perubahan.
Warga Diminta Gunakan Masker
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terkena sebaran abu vulkanik agar meningkatkan kewaspadaan. Warga juga perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Gunakan masker untuk menjaga kesehatan,” kata Iid.
Masyarakat juga perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG serta instansi terkait. Warga sebaiknya tidak menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum memperoleh konfirmasi dari sumber resmi.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar