Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Nama Laksamana Keumalahayati seharusnya berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Namun, ingatan kolektif bangsa terlalu lama mengabaikannya. Padahal, jauh sebelum Indonesia merdeka, Keumalahayati sudah memimpin perang, menyusun strategi laut, dan menjaga kedaulatan wilayah Nusantara. Sejarah mencatat kiprahnya lebih awal dibanding banyak pahlawan perempuan nasional lainnya.

Laksamana Perempuan Pertama dan Pemimpin Inong Balee

Keumalahayati menorehkan sejarah sebagai laksamana perempuan pertama di dunia yang tercatat secara resmi dalam sejarah militer internasional. Pada akhir abad ke-16, ia memimpin armada laut Kesultanan Aceh sekaligus pasukan Inong Balee. Satuan militer ini beranggotakan para janda pejuang yang gugur melawan penjajah.

Di bawah komandonya, para perempuan ini tidak larut dalam duka. Keumalahayati mengubah kehilangan menjadi kekuatan tempur. Ia menempatkan perempuan sebagai subjek perlawanan, bukan sebagai korban perang. Kepemimpinannya menegaskan bahwa keberanian dan disiplin militer tidak mengenal batas gender.

Mengalahkan Belanda dan Diakui oleh Lawan

Pada 1599, Keumalahayati memimpin langsung pertempuran laut melawan armada Belanda. Dalam pertempuran tersebut, pasukannya menewaskan Cornelis de Houtman. Arsip-arsip Belanda sendiri mencatat peristiwa ini, sehingga fakta tersebut berdiri kuat sebagai data sejarah, bukan sekadar cerita heroik.

Pengakuan itu justru datang dari pihak lawan. Ironisnya, bangsa Indonesia baru memberi perhatian serius pada jasanya berabad-abad kemudian. Kondisi ini menunjukkan masalah bukan pada kurangnya prestasi, melainkan pada minimnya ruang dalam narasi sejarah nasional.

Bias Sejarah dan Pengabaian Tokoh Perempuan Daerah

Selama puluhan tahun, penulisan dan pengajaran sejarah nasional berpusat pada tokoh dan wilayah tertentu. Pendekatan ini secara tidak langsung meminggirkan tokoh perempuan dan figur dari luar Jawa. Akibatnya, publik baru mengenal Keumalahayati secara lebih luas setelah era reformasi, ketika diskursus sejarah mulai bergerak ke arah yang lebih terbuka dan inklusif.

Ketimpangan ini tidak hanya merugikan satu tokoh, tetapi juga membatasi cara bangsa memahami jati dirinya sendiri.

Relevansi Keumalahayati bagi Identitas Bangsa

Mengenalkan Keumalahayati bukan sekadar menambah satu nama dalam daftar pahlawan. Langkah ini penting untuk memperbaiki cara pandang terhadap peran perempuan dan wilayah maritim dalam sejarah Indonesia. Keumalahayati membuktikan bahwa Nusantara telah memiliki tradisi kelautan dan pertahanan laut yang kuat jauh sebelum negara modern berdiri.

Keteladanan yang ia tunjukkan relevan hingga hari ini: kepemimpinan lahir dari kapasitas, bukan dari jenis kelamin atau latar wilayah.

Saatnya Menempatkan Keumalahayati di Pusat Narasi Nasional

Di tengah upaya membangun identitas kebangsaan yang adil dan beragam, Keumalahayati layak menempati posisi sentral dalam buku pelajaran, diskusi publik, dan ruang kebudayaan nasional. Bangsa ini perlu mengenalnya bukan untuk meromantisasi masa lalu, melainkan untuk belajar dari sejarah secara jujur.

Sudah waktunya Keumalahayati tidak hanya hidup dalam ingatan lokal Aceh atau kajian akademik, tetapi hadir sebagai milik seluruh bangsa Indonesia. Mengingatnya berarti membuka jalan menuju penulisan sejarah yang lebih inklusif, berimbang, dan berkeadilan sejalan dengan semangat jurnalisme kritis yang diusung kabaristana.com.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PM2.5 Pekanbaru Capai Level Berbahaya, PC PMII Desak Pemerintah Serius Tangani Sumber Kabut Asap

    PM2.5 Pekanbaru Capai Level Berbahaya, PC PMII Desak Pemerintah Serius Tangani Sumber Kabut Asap

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pekanbaru, (KABARSITANA.COM) – 7 Oktober 2026  Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga. Pantauan kondisi udara pada […]

  • gadget canggih 2023 smartwatch wearable teknologi kesehatan

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    JAKARTA, Perkembangan gadget canggih 2023 menunjukkan bagaimana teknologi semakin memengaruhi kehidupan manusia. Perangkat modern kini tidak hanya membantu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan pengalaman digital pengguna. Selain itu, para pengembang teknologi terus menghadirkan inovasi baru yang membuat perangkat menjadi lebih cerdas dan personal. Oleh karena itu, gadget tidak lagi sekadar alat komunikasi, […]

  • Gencatan Gaza BRICS saat bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza

    Gencatan Gaza BRICS Desak Israel Hentikan Serangan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Gencatan Gaza BRICS menjadi sorotan dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, Jumat. Dalam pertemuan itu, para menlu mendesak penghentian perang secara permanen dan tanpa syarat di Jalur Gaza. Para anggota BRICS meminta seluruh pihak melanjutkan negosiasi dengan itikad baik untuk menghentikan konflik yang terus memicu korban […]

  • Kopertais Wilayah VIII disorot terkait dugaan keterlibatan dalam ujian skripsi IAI Rawa Aopa

    Publik Geram: Dugaan Keterlibatan Kopertais Wilayah 8 dalam Ujian Skripsi IAI Rawa Aopa Dinilai Berpotensi Timbulkan Konflik Kepentingan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KENDARI, KabarIstana.com – Informasi mengenai dugaan keterlibatan Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, Nur Taufik, dalam ujian skripsi mahasiswa IAI Rawa Aopa memicu perhatian akademisi dan mahasiswa. Informasi itu juga menimbulkan pertanyaan tentang independensi pengawasan terhadap kampus tersebut. Sebelumnya, Kopertais Wilayah VIII melakukan pembinaan, klarifikasi, dan pengawasan atas berbagai persoalan di IAI Rawa Aopa melalui koordinasi dengan […]

  • ekonomi kreatif berbasis data pada UMKM digital Indonesia

    Ekonomi Kreatif Jadi “Tambang Baru”, Pemerintah Dorong Kebijakan Berbasis Data

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 195
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya data dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Selain itu, ia juga menyerap aspirasi pelaku industri kreatif. Riefky menyebut ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Bahkan, ia menilai sektor ini tersebar di […]

  • Jelang Dua Tahun BERSAFARI, Reski Anandar Soroti Pemerataan Pembangunan dan Transparansi Anggaran Konkep

    Jelang Dua Tahun BERSAFARI, Reski Anandar Soroti Pemerataan Pembangunan dan Transparansi Anggaran Konkep

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Menjelang dua tahun kepemimpinan Bupati Rifqi Saifullah Razak dan Wakil Bupati Muhammad Farid, evaluasi terhadap realisasi program dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi penting untuk memastikan visi “Wawonii Emas” benar-benar dirasakan masyarakat. Reski Anandar menilai, capaian administratif pemerintah daerah perlu diimbangi dengan keterbukaan informasi mengenai efektivitas penggunaan anggaran, kondisi infrastruktur, […]

expand_less