JAKARTA, (kabaristana.com) | Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mulai menelusuri kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Adrie Yunus. Langkah ini muncul setelah opini publik ramai mengaitkan institusi TNI dengan insiden tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa TNI langsung bergerak melakukan penyelidikan internal. Ia juga meminta media dan masyarakat memberi waktu agar proses berjalan optimal.
“TNI melakukan penyelidikan internal dan bekerja secara profesional serta transparan,” ujar Aulia di Jakarta Pusat, Selasa.
Aulia menegaskan bahwa banyaknya spekulasi di ruang publik mendorong TNI mengambil langkah cepat. Menurut dia, TNI perlu merespons agar opini yang belum terbukti tidak berkembang luas.
“Kami tidak ingin opini liar terus beredar tanpa dasar yang jelas,” kata Aulia.
Dalam prosesnya, TNI melibatkan sejumlah satuan untuk mempercepat pengungkapan kasus. Aulia memastikan tim penyelidik menjalankan tugas secara terbuka dan berpegang pada fakta.
Meski begitu, Aulia belum memaparkan detail perkembangan terbaru. Ia menegaskan bahwa tim masih mendalami berbagai informasi terkait kasus tersebut.
“Proses masih berjalan, kami minta semua pihak bersabar,” ucapnya.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi mengenai pelaku serta motif. Aparat terkait kini terus mengusut kasus tersebut untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.


Saat ini belum ada komentar