Jakarta, (Kabaristana.com) | Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mengajak pemerintah dan masyarakat menjalankan gerakan nasional hemat energi guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis energi global.
Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi energi. Langkah ini dapat menahan tekanan pada APBN, menjaga inflasi, dan melindungi daya beli masyarakat.
Ia menjelaskan, kondisi global saat ini menuntut respons cepat. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pasokan energi. Pengelolaan konsumsi harus menjadi prioritas utama.
HIPMI melihat risiko dari kenaikan harga minyak dunia. Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memperbesar beban ekonomi. Kondisi ini dapat meningkatkan subsidi energi dan menekan fiskal negara.
HIPMI menilai kampanye hemat energi selama ini belum berjalan optimal. Program masih berjalan terpisah dan belum terintegrasi. Karena itu, HIPMI mendorong gerakan nasional yang melibatkan semua pihak.
Gerakan ini perlu menyasar sektor industri, perkantoran, dan transportasi. Selain itu, masyarakat juga harus mengubah pola konsumsi energi. Edukasi publik menjadi kunci dalam mendorong perubahan perilaku.
HIPMI juga mendorong penggunaan teknologi digital. Sistem ini dapat memantau konsumsi energi secara real-time. Integrasi kebijakan energi dengan sektor industri dan transportasi juga perlu diperkuat.
HIPMI optimistis gerakan hemat energi dapat menjaga stabilitas ekonomi. Kolaborasi lintas sektor akan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tekanan global.
Saat ini belum ada komentar