Jakarta, (kabaristana.com) 27 Maret 2026 Pemerintah menjaga optimisme terhadap kinerja ekspor nasional meski ketegangan di Timur Tengah meningkat. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai situasi global justru membuka peluang baru bagi Indonesia.
Harga Komoditas Dorong Ekspor
Budi menyebut kenaikan harga komoditas menjadi pendorong utama ekspor. Harga minyak sawit mentah (CPO) dan batu bara mulai naik setelah turun tahun lalu. Kenaikan ini langsung meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Ia menegaskan tren tersebut memberi sinyal positif bagi perdagangan luar negeri. Pemerintah pun memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekspor.
Pemerintah mengakui biaya logistik berpotensi naik akibat situasi global. Namun, kenaikan harga komoditas membantu menutup beban tersebut.
Budi memastikan pemerintah terus menekan hambatan distribusi. Langkah ini penting agar biaya ekspor tetap efisien.
Diversifikasi Pasar Jadi Strategi Utama
Pemerintah tidak hanya mengandalkan komoditas. Budi menekankan pentingnya membuka pasar baru untuk menjaga pertumbuhan ekspor.
Ia menjelaskan krisis global sering mengubah peta perdagangan secara cepat. Kondisi ini memberi peluang bagi Indonesia untuk masuk ke pasar baru.
Pemerintah menargetkan ekspansi ke Amerika Selatan, kawasan RCEP, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.
Budi mengingat pengalaman saat pandemi COVID-19. Banyak negara kesulitan mendapat pasokan barang saat itu.
Indonesia berhasil memanfaatkan peluang tersebut dengan memasok kebutuhan pasar. Ia menilai situasi saat ini memiliki pola yang serupa.
Business Matching Percepat Kontrak Ekspor
Pemerintah mengandalkan program business matching untuk mempercepat ekspor. Program ini mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli luar negeri.
Hasilnya terlihat nyata. Pada Januari tahun ini, program tersebut menghasilkan kontrak ekspor senilai US$4,57 juta dari UMKM.
Pemerintah juga fokus meningkatkan daya saing nasional. Budi menegaskan efisiensi logistik menjadi prioritas utama.
Pemerintah bekerja sama dengan pelaku industri untuk menghapus hambatan distribusi. Upaya ini bertujuan memperlancar arus barang ekspor.
Pemerintah berharap konflik global segera mereda. Meski begitu, Indonesia tetap bersiap memanfaatkan peluang yang muncul.
Budi menilai kondisi ini menjadi momentum untuk memperluas pasar. Ia optimistis ekspor Indonesia akan terus tumbuh
Saat ini belum ada komentar