Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Bupati Cianjur Terkaya pada Era Kolonial: Kemewahan Elite di Tengah Penderitaan Rakyat

Bupati Cianjur Terkaya pada Era Kolonial: Kemewahan Elite di Tengah Penderitaan Rakyat

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 151
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, {kabaristana.com}-Kisah Bupati Cianjur terkaya pada masa kolonial menunjukkan ketimpangan tajam antara elite dan rakyat. Pada saat yang sama, daerah tampak makmur. Namun demikian, masyarakat justru menghadapi tekanan berat akibat sistem tanam paksa kopi.

Gambaran Ketimpangan di Cianjur

Pada awal abad ke-19, Cianjur berkembang menjadi pusat produksi kopi di Jawa. Selain itu, pemerintah kolonial mendorong produksi secara besar-besaran melalui kerja paksa.

Sejarawan Jan Breman mencatat bahwa Priangan menghasilkan kopi dalam jumlah besar. Akan tetapi, keuntungan utama justru mengalir ke pemerintah kolonial. Dengan kata lain, rakyat tidak menikmati hasil kerja mereka sendiri.

Untuk memahami konteks ini, lihat juga Cultivation System yang memperkuat eksploitasi ekonomi saat itu.

Bupati Cianjur Terkaya dan Elite Lokal

Status Bupati Cianjur terkaya tidak muncul begitu saja. Sebaliknya, sistem kekuasaan kolonial memberi ruang besar bagi elite lokal untuk menguasai ekonomi.

Menurut Nina Herlina Lubis, kelompok menak menjadi lapisan paling sejahtera. Di sisi lain, rakyat tetap berada dalam kondisi sulit. Oleh karena itu, kesenjangan sosial semakin terlihat jelas.

Gaya Hidup Mewah di Tengah Penderitaan

Bupati Cianjur menunjukkan kemewahan melalui gaya hidupnya. Misalnya, ia menggunakan fasilitas mewah dan membeli barang bernilai tinggi.

Sementara itu, rakyat harus bekerja keras memenuhi target produksi kopi. Bahkan, mereka tidak memperoleh hasil yang sepadan. Akibatnya, jurang sosial semakin melebar.

Beban Tambahan bagi Rakyat

Kunjungan pejabat sering membawa rombongan besar. Akibatnya, daerah yang dikunjungi harus menyediakan logistik dalam jumlah besar.

Penulis Multatuli melalui buku Max Havelaar menggambarkan kondisi ini secara jelas. Lebih lanjut, situasi tersebut menambah tekanan bagi masyarakat lokal.

Untuk konteks yang lebih luas, lihat Dutch East Indies.

Kekuasaan sebagai Simbol status

Pada masa itu, kekuasaan tidak hanya berfungsi sebagai alat pemerintahan. Sebaliknya, para bupati menjadikannya simbol kemegahan.

Dengan demikian, kabupaten berubah menjadi panggung kekuasaan. Di sana, bupati tampil sebagai tokoh utama yang menunjukkan status sosialnya.

Kesimpulan

Kisah Bupati Cianjur terkaya menunjukkan pola ketimpangan yang telah berlangsung lama. Di satu sisi, elite menikmati kemewahan. Di sisi lain, rakyat menanggung beban berat.

Oleh sebab itu, sejarah ini menjadi pengingat penting agar kekuasaan berjalan seiring dengan keadilan.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: wilda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembeli minyak AS 2025 termasuk Indonesia dalam perdagangan energi global

    Daftar Negara Pembeli Minyak AS 2025, Indonesia Masuk 20 Besar

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 163
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pembeli minyak AS 2025 menunjukkan peran besar Amerika Serikat dalam pasar energi global. Sepanjang tahun ini, AS mengekspor hampir 4 miliar barel minyak ke berbagai negara. Indonesia termasuk dalam daftar tersebut dan masuk 20 besar importir. Pembeli Minyak AS 2025 Didominasi Negara Besar Data terbaru memperlihatkan pembeli minyak AS 2025 masih didominasi […]

  • Filep Wamafma membahas ketimpangan pendidikan Fakfak bersama kepala sekolah di Distrik Kramomongga, Papua Barat.

    Ketimpangan Pendidikan Fakfak Jadi Sorotan DPD RI

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 187
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— ketimpangan pendidikan Fakfak kembali menjadi perhatian setelah Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menemukan rendahnya layanan pendidikan dasar di Distrik Kramomongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Temuan itu muncul saat dirinya melakukan kunjungan reses, Jumat. Filep menilai pemerataan pendidikan di wilayah pinggiran Fakfak belum berjalan maksimal. Ia menemukan jumlah siswa kelas akhir sekolah […]

  • Peluncuran Program Sigerak Papua Barat oleh TPID Papua Barat Daya di Kota Sorong untuk menekan inflasi pangan.

    Sigerak Hadir di Sorong, TPID Papua Barat Daya Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 49
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat Daya meluncurkan program Sinergi Gerakan Pangan Murah Keliling (Sigerak) guna menekan kenaikan harga bahan pokok di wilayah tersebut. Program itu mulai berjalan di Kota Sorong, Selasa. TPID memakai mobil box untuk membawa pangan murah langsung ke permukiman warga. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan […]

  • Tim KPK menggeledah Kantor Wali Kota Madiun terkait dugaan korupsi

    KPK Dalami Barang Bukti Hasil Penggeledahan Kantor Wali Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Penggeledahan Kantor Wali Kota Madiun menjadi fokus lanjutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi. Penyidik mendalami barang bukti yang mereka amankan untuk mengungkap dugaan pemerasan, praktik fee proyek, pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur. Juru Bicara Komisi […]

  • Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan kolom abu setinggi 700 meter di Lumajang

    Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Minggu Pagi, Kolom Abu Capai 700 Meter

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi pada Minggu pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik itu membuat petugas kembali mengingatkan warga agar menjauhi zona rawan bencana. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mencatat erupsi pertama muncul pada pukul 05.37 WIB. Letusan itu memunculkan kolom abu […]

  • Iran pulihkan kilang minyak pasca serangan

    Iran Pulihkan Kilang Minyak hingga 80 Persen dalam Dua Bulan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Teheran (Kabaristana.com) – Iran pulihkan kilang minyak hingga 70–80 persen dalam waktu satu hingga dua bulan setelah serangan yang merusak infrastruktur energi nasional. Pemerintah menempatkan pemulihan ini sebagai prioritas untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan aktivitas ekonomi. Wakil Menteri Perminyakan Mohammad Sadeq Azimifar menyampaikan target tersebut pada Ahad (12/4). “Untuk sebagian besar infrastruktur pengolahan dan […]

expand_less