Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Retno Marsudi Bertemu Presiden Kazakhstan Bahas Isu Air Global dan Kerja Sama Internasional

Retno Marsudi Bertemu Presiden Kazakhstan Bahas Isu Air Global dan Kerja Sama Internasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 286
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Astana pada 15 April 2026. Mereka membahas kerja sama global terkait pengelolaan air.

Pertemuan ini fokus pada krisis air dunia. Keduanya sepakat bahwa kerja sama internasional harus diperkuat.

Tokayev menegaskan bahwa air adalah aset strategis bagi negaranya. Ia mengaitkan isu air dengan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan.

Ia juga mendorong pembentukan organisasi air internasional di bawah PBB. Menurutnya, langkah ini dapat meningkatkan koordinasi global.

Retno dan Tokayev turut menyoroti Konferensi Air PBB di Abu Dhabi pada Desember 2026. Mereka menilai forum ini penting untuk mencari solusi bersama.

Duta Besar RI untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, menyebut pertemuan ini berjalan positif. Ia menilai Kazakhstan melihat Indonesia sebagai mitra penting.

Fadjroel juga menyinggung keberhasilan World Water Forum ke-10 di Bali. Forum itu memperkuat peran Indonesia dalam isu air global.

Selama kunjungan, Retno juga bertemu Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Yermek Kosherbayev. Ia juga berdiskusi dengan Zulfiya Sulaimenova.

Pertemuan tersebut membahas kerja sama bilateral dan perubahan iklim. Kedua negara ingin memperkuat kolaborasi ke depan.

Kunjungan ini mempererat hubungan Indonesia dan Kazakhstan. Fokus utama tetap pada pengelolaan air dan isu lingkungan global.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gary Webb Bongkar Sindikat Narkoba AS 1996

    Gary Webb Bongkar Sindikat Narkoba AS 1996

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Gary Webb mencatatkan peran penting dalam sejarah jurnalisme investigatif Amerika Serikat pada tahun 1996. Pada saat itu, ia mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas negara melalui laporan mendalam berjudul Dark Alliance. (07/02/2026). Melalui investigasi panjang, Gary Webb menelusuri jalur distribusi kokain yang masuk ke Amerika Serikat. Ia mengaitkan peredaran narkoba tersebut dengan aliran dana […]

  • Korupsi kuota haji 2024 diusut KPK di Gedung Merah Putih

    KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 295
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan kuota haji 2024. KPK menyampaikan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi kepada publik. Juru Bicara KPK menjelaskan bahwa penyidik mengambil langkah ini setelah mengantongi alat bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum. KPK menilai bukti tersebut menguatkan dugaan tindak pidana […]

  • Runtuhnya Kekaisaran Rusia 1917 akibat kegagalan modernisasi negara

    Runtuhnya Kekaisaran Rusia: Kegagalan Modernisasi di Era Tsar Nikolas II

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 464
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Runtuhnya Kekaisaran Rusia pada 1917 menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah dunia modern. Kejatuhan ini tidak hanya dipicu oleh revolusi atau perang semata. Sebaliknya, kegagalan negara menjalankan modernisasi secara menyeluruh mempercepat keruntuhan kekuasaan monarki. Di bawah pemerintahan Tsar Nicholas II, Rusia tertinggal jauh dari negara-negara Eropa Barat yang lebih cepat […]

  • ilustrasi perang Iran Amerika menampilkan Donald Trump dengan latar konflik militer di Selat Hormuz

    Perang Iran Amerika: 4 Opsi Trump yang Buntu dan Berisiko Tinggi

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase krusial tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Presiden Donald Trump kini menghadapi tekanan besar di dalam negeri maupun internasional, sementara setiap opsi yang tersedia justru membawa risiko baru. Lonjakan harga energi global dan terganggunya jalur strategis di Selat Hormuz memperburuk situasi. Konflik yang telah berlangsung […]

  • Menteri PKP bahas lahan Meikarta rusun subsidi

    Menteri PKP Datangi KPK Bahas Lahan Meikarta untuk Rusun Subsidi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 259
    • 1Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Pemanfaatan lahan Meikarta untuk rusun subsidi mulai masuk tahap pembahasan lintas lembaga. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi guna membahas rencana tersebut secara langsung. Maruarar Sirait tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu sekitar pukul 10.56 WIB. Ia langsung memasuki gedung untuk melakukan audiensi […]

  • Copot Kajati Sultra desakan FAMHI Sultra Jakarta

    FAMHI Sultra Jakarta Desak Jaksa Agung Copot Kajati Sultra Terkait Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bombana

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 391
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia Sulawesi Tenggara–Jakarta (FAMHI Sultra Jakarta) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra). Desakan ini muncul karena FAMHI menilai Kejati Sultra lambat menangani dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bombana, Burhanuddin. Selain itu, FAMHI Sultra Jakarta juga menilai Kejati Sultra belum menunjukkan […]

expand_less