JAKARTA, (Kabaristana.com) – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meminta 142 calon haji menjaga nama baik bangsa dan daerah saat beribadah di Arab Saudi. Ia menyampaikan pesan itu saat melepas jamaah Kloter 25 dan 26 di Manokwari, Rabu.
Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan. Jamaah juga harus bersikap santun dan saling menghormati. Sikap tersebut mencerminkan identitas masyarakat Papua Barat di tingkat internasional.
Dominggus juga mengingatkan jamaah untuk meningkatkan kekhusyukan ibadah. Ia meminta mereka menjaga niat tetap ikhlas dan memperhatikan kondisi kesehatan. Dengan begitu, jamaah dapat kembali sesuai jadwal.
Jamaah perlu beradaptasi dengan cuaca di Arab Saudi. Mereka juga harus aktif berkomunikasi dengan petugas kloter, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua Barat, Aziz Hegemur, menjelaskan rencana keberangkatan jamaah. Mereka akan menuju Embarkasi Makassar pada 7 dan 8 Mei 2026 sebelum masuk asrama haji.
Sebaran jamaah berasal dari beberapa daerah. Manokwari mengirim 88 orang, Fakfak 17 orang, Kaimana dan Teluk Bintuni masing-masing 16 orang. Manokwari Selatan mengirim 3 orang, dan Teluk Wondama 2 orang. Jamaah termuda berusia 17 tahun berasal dari Teluk Bintuni.
Aziz menegaskan pentingnya kejujuran dalam pemeriksaan kesehatan. Pemerintah menerapkan sistem istithaah secara berlapis. Sistem ini berjalan sejak dari daerah hingga embarkasi.
Minat masyarakat untuk berhaji tetap tinggi. Daftar tunggu di Papua Barat mencapai 5.533 orang. Rata-rata masa tunggu sekitar 22 tahun. Ia juga memastikan seluruh calon haji telah melunasi biaya perjalanan. Jamaah diminta menjaga kebugaran sebelum keberangkatan.
https://shorturl.fm/XMIl9
7 Mei 2026 4:51 am