Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sebut Ketergantungan pada PLN Bukan Lagi Pilihan Bijak, Tokoh Muda Al Washliyah Beberkan 5 Opsi Mandiri Energi

Sebut Ketergantungan pada PLN Bukan Lagi Pilihan Bijak, Tokoh Muda Al Washliyah Beberkan 5 Opsi Mandiri Energi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN, (kabaristana.com) – Pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan aktivitas warga di empat provinsi memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat. Peristiwa ini menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia untuk mulai membangun kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada PLN.

Amaluddin Hasibuan, S.Pd., akademisi sekaligus Wakil Sekretaris GP Al Washliyah Sumatera Utara, menyampaikan pandangan tersebut. Menurutnya, ketergantungan pada satu sumber energi tidak lagi relevan di tengah fluktuasi tarif dan ancaman pemadaman massal.

“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Namun, masyarakat masih bergantung pada PLN yang sebagian besar pasokan listriknya berasal dari batu bara. Padahal, teknologi energi alternatif untuk rumah tangga kini semakin mudah diperoleh,” kata Amaluddin, Minggu (24/5/2026).

Lima Energi Alternatif untuk Rumah Tangga

Amaluddin menilai lima sumber energi alternatif layak menjadi pilihan masyarakat. Masing-masing memiliki kelebihan, biaya investasi, dan tingkat kelayakan yang berbeda.

1. Energi Surya (PLTS Atap)

PLTS atap menjadi pilihan paling realistis bagi masyarakat perkotaan. Biaya pemasangan berkisar Rp15 juta hingga Rp40 juta untuk kapasitas 1–3 kWp.

Indonesia menerima radiasi matahari rata-rata 4,8 kWh per meter persegi setiap hari. Kondisi ini mendukung penggunaan panel surya secara luas. Amaluddin menyarankan penggunaan sistem hybrid dengan baterai lithium agar listrik tetap tersedia saat terjadi pemadaman.

2. Biogas Domestik

Biogas cocok diterapkan di daerah pinggiran dan pedesaan. Sistem ini memanfaatkan limbah organik atau kotoran ternak untuk menghasilkan gas memasak dan listrik.

Biaya pembangunan digester berkisar Rp5 juta hingga Rp15 juta. Selain menghemat biaya energi, sistem ini juga membantu mengurangi emisi metana.

3. Mikro dan Pico Hydro

Teknologi ini memanfaatkan aliran air yang memiliki tinggi jatuh minimal dua hingga tiga meter. Warga yang tinggal di sekitar irigasi atau kawasan pegunungan dapat memanfaatkan sumber energi ini.

Mikro hidro menghasilkan listrik secara stabil dengan biaya operasional yang relatif rendah.

4. Energi Angin

Turbin angin skala kecil belum menjadi pilihan utama di Medan dan sekitarnya. Kecepatan angin di wilayah tersebut cenderung tidak stabil.

Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan energi angin sebagai pelengkap sistem energi surya.

5. Geothermal dan Energi Laut

Teknologi geothermal dan energi laut memiliki potensi besar. Namun, kebutuhan modal dan regulasinya membuat teknologi ini hanya cocok untuk skala industri.

Tiga Alasan Membangun Kedaulatan Energi Rumah

Amaluddin menekankan bahwa energi alternatif bukan sekadar tren ramah lingkungan. Masyarakat perlu mengadopsinya untuk memperkuat ketahanan energi keluarga.

Ketahanan Domestik

Rumah tangga dapat menjaga pasokan listrik secara mandiri. Langkah ini juga mengurangi risiko kerugian akibat pemadaman listrik.

Efisiensi Ekonomi

Energi alternatif membantu menekan pengeluaran listrik dalam jangka panjang. Investasi awal memang cukup besar, tetapi manfaatnya dapat dirasakan selama bertahun-tahun.

Dampak Lingkungan

Pemanfaatan energi terbarukan membantu mengurangi emisi karbon. Langkah ini mendukung upaya mengatasi perubahan iklim.

“Untuk wilayah perkotaan seperti Medan, masyarakat dapat memulai investasi pada PLTS atap hybrid berkapasitas 2–5 kWp. Sementara itu, warga di daerah pinggiran dapat mengombinasikan energi surya dengan biogas atau mikro hidro. Teknologi tersebut sudah tersedia dan semakin terjangkau,” ujar Amaluddin.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paparkan Kinerja Pemberantasan Narkoba, BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,05 Triliun

    Paparkan Kinerja Pemberantasan Narkoba, BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,05 Triliun

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,05 triliun untuk tahun anggaran 2027. BNN membutuhkan tambahan dana untuk memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sestama BNN Tantan Sulistyana menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Rapat berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, […]

  • Korupsi PT AKT dalam kasus ekspor batu bara ilegal yang diusut Kejagung

    Kejagung Tetapkan MJE Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi PT AKT

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kejaksaan Agung menetapkan MJE sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang batu bara PT AKT (Asmin Koalindo Tuhup) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kasus tersebut berlangsung pada periode 2016 hingga 2025. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan MJE merupakan pemilik PT CBU (Cordelia Bara Utama). Tim […]

  • Prof. Dr. H. Musni Umar, PhD terpilih sebagai Ketua Dewan Pakar Pusat Partai Umat untuk periode 2025–2030.

    Prof. Musni Umar Dapat Mandat Jadi Ketua Dewan Pakar Partai Umat

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Prof. Dr. H. Musni Umar, PhD mendapat mandat sebagai Ketua Dewan Pakar Pusat Partai Umat periode 2025–2030. Mandat tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi sekaligus memberikan ruang bagi Dewan Pakar untuk berkontribusi melalui pemikiran, kajian, dan rekomendasi strategis bagi partai. Dengan latar belakang akademik serta pengalaman dalam bidang sosial kemasyarakatan, Musni […]

  • Bantuan kurban berbasis DTSEN oleh BAZNAS DKI Jakarta

    BAZNAS DKI Salurkan Bantuan Kurban Berbasis DTSEN Agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 226
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – BAZNAS DKI Jakarta meluncurkan program Kurban Berkah BAZNAS 2026 dengan basis Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini membantu validasi data kemiskinan ekstrem agar penyaluran bantuan kurban lebih tepat sasaran. Ketua BAZNAS DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar mengatakan Idul Adha harus menjadi momentum berbagi keberkahan bagi masyarakat Jakarta. “Program ini menghadirkan […]

  • Ampuh Sultra Desak Kejari Konawe Ungkap Dugaan Pengadaan Barang Fiktif Tahun 2024 Di DPMD Konut.

    Ampuh Sultra Desak Kejari Konawe Ungkap Dugaan Pengadaan Barang Fiktif Tahun 2024 Di DPMD Konut.

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 374
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Dugaan korupsi DPMD Konawe Utara kembali menjadi perhatian setelah Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara mendesak Kejaksaan Negeri Konawe segera mengambil langkah tegas. Ampuh meminta aparat memanggil dan memeriksa Kepala Dinas DPMD Konawe Utara terkait kasus tersebut. Desakan ini muncul setelah Ampuh menemukan dugaan korupsi DPMD Konawe Utara berupa pengadaan barang […]

  • Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya saat rapat Komisi V DPR RI membahas isu keselamatan transportasi di Jakarta.

    Tabrakan KRL dan KA di Bekasi Timur, DPR Desak KNKT Ungkap Penyebab

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 231
    • 2Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KRL dan kereta jarak jauh memicu perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi V, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak KNKT segera mengungkap penyebab insiden tersebut. Danang menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber utama kecelakaan. Ia menyoroti kemungkinan faktor teknis, kesalahan manusia, serta kelemahan sistem pengamanan […]

expand_less