Soroti Maraknya Perjudian di Deli Serdang, DEMA Desak Kapolda Sumut Evaluasi Kinerja Polresta
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) mengecam dugaan maraknya perjudian Deli Serdang yang masih berlangsung di sejumlah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut DEMA, praktik togel dan tembak ikan tersebut memicu keresahan masyarakat sekaligus menunjukkan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas.
Koordinator Aksi, Shawir Hasbi, menilai keberadaan praktik perjudian telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Karena itu, ia meminta aparat segera mengambil tindakan nyata.
“Jika praktik perjudian masih bebas beroperasi, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas penyakit masyarakat yang merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda,” kata Shawir.
Selanjutnya, DEMA akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis di depan Polresta Deli Serdang dan Polda Sumatera Utara. Aksi itu bertujuan mendorong aparat mempercepat pemberantasan perjudian di wilayah tersebut.
Dalam aksi tersebut, DEMA mengajukan lima tuntutan. Pertama, mahasiswa meminta Kapolda Sumatera Utara mengevaluasi kinerja Polresta Deli Serdang dalam memberantas perjudian. Kedua, mereka mendesak aparat menutup seluruh lokasi togel dan tembak ikan yang diduga masih beroperasi.
Selain itu, DEMA meminta penyidik mengusut bandar serta pihak yang diduga melindungi praktik perjudian. Kemudian, mahasiswa juga meminta kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, DEMA meminta pimpinan kepolisian mencopot pejabat yang terbukti membiarkan aktivitas perjudian. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Shawir memastikan aksi berlangsung damai dan mengikuti ketentuan hukum. Ia juga menegaskan mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini hingga aparat menunjukkan langkah yang tegas dan terukur.
“Negara tidak boleh kalah dengan bandar judi. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutup Shawir.
Hingga berita ini terbit, Polresta Deli Serdang maupun Polda Sumatera Utara belum memberikan tanggapan atas tuntutan tersebut. Kabaristana.com akan memperbarui informasi setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar