CHARLESTON, (KABARISTANA.COM) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi aksi protes saat menyampaikan pidato di Gereja Mother Emanuel AME, Charleston, Carolina Selatan. Beberapa aktivis anti-perang menyela pidato tersebut dan menuntut gencatan senjata di Gaza.
Salah satu demonstran berteriak agar pemerintah Amerika Serikat segera mendorong penghentian perang di Palestina. Ia menilai penghormatan terhadap korban konflik harus diwujudkan dengan langkah nyata menghentikan kekerasan.
Sekelompok aktivis kemudian meneriakkan slogan “ceasefire now”. Namun, para pendukung Biden segera menutup teriakan itu dengan seruan dukungan politik.
Biden tetap melanjutkan pidatonya. Ia mengatakan memahami emosi para demonstran. Presiden AS itu juga menyebut pemerintahnya terus berdialog dengan Israel untuk mengurangi operasi militer di Gaza.
Kondisi Kemanusiaan Gaza Semakin Memburuk
Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan hanya lima dari 22 pusat kesehatan yang masih beroperasi di Gaza bagian tengah dan selatan.
UNRWA juga mencatat ratusan insiden yang memengaruhi fasilitas lembaga tersebut sejak konflik Israel–Hamas pecah. Puluhan fasilitas bahkan mengalami serangan langsung.
Laporan terbaru menunjukkan lebih dari 300 orang meninggal di tempat penampungan UNRWA. Selain itu, lebih dari 1.100 orang mengalami luka.
Opini Publik Arab Semakin Kritis terhadap AS
Para pemimpin Timur Tengah juga menyampaikan kekhawatiran kepada pemerintah Amerika Serikat. Mereka menilai opini publik di kawasan Arab semakin kritis terhadap Washington dan Israel.
Sejumlah pejabat menyebut kemarahan publik muncul karena tingginya korban sipil di Gaza. Gambar kerusakan besar akibat operasi militer Israel juga memperkuat reaksi tersebut.
Beberapa negara Arab tetap membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat. Mereka siap membantu proses rekonstruksi Gaza setelah konflik berakhir.
Namun, negara-negara tersebut menolak rencana pendudukan kembali Gaza oleh Israel. Mereka juga menentang pemindahan paksa warga Palestina dari wilayah itu.
Diplomasi AS Berupaya Tekan Eskalasi Konflik
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sedang melakukan tur diplomatik di Timur Tengah. Ia menegaskan warga sipil Palestina harus dapat kembali ke rumah mereka ketika kondisi memungkinkan.
Blinken juga menyoroti pentingnya bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Selain itu, ia berupaya mencegah konflik meluas ke wilayah lain.
Dalam kunjungan tersebut, Blinken dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan ke Israel, Tepi Barat, dan Mesir sebelum kembali ke Amerika Serikat.


Saat ini belum ada komentar