Rusia Babak Belur, Putin Kehilangan Hampir 40.000 Tentara Sebulan
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: via REUTERS/Gavriil Grigorov
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOSKOW, (kabaristana.com) – Rusia kehilangan hampir 40.000 personel militer sepanjang Juni 2026. Pada saat yang sama, Ukraina mengklaim serangan drone dan rudal jarak jauhnya berhasil memperlambat ofensif pasukan Moskow.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan strategi pertahanan Kyiv mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, tingginya korban di pihak Rusia menjadi konsekuensi operasi militer yang terus dijalankan Kremlin.
Al Jazeera mengutip pernyataan Zelenskyy pada Sabtu (4/7/2026). Ia mengatakan, “Jika Putin ingin mengirim satu juta tentaranya lagi untuk terus melawan tembok ini, maka satu juta warga Rusia yang belum dimobilisasi harus memikirkan apa yang menanti mereka selanjutnya.”
Militer Ukraina mencatat Rusia kehilangan sekitar 39.490 personel selama Juni. Jumlah itu melampaui kemampuan perekrutan tentara baru Rusia yang hanya mencapai 24.000 hingga 30.000 personel setiap bulan.
Kemajuan Rusia Melambat
Institute for the Study of War (ISW) mencatat biaya perang Rusia terus meningkat. Pada Juni 2026, Rusia kehilangan sekitar 1.298 personel untuk setiap kilometer persegi wilayah yang berhasil direbut. Setahun sebelumnya, angkanya hanya sekitar 68 personel per kilometer persegi.
ISW juga melaporkan laju ofensif Rusia terus menurun. Sepanjang semester pertama 2026, pasukan Rusia hanya menguasai sekitar 622 kilometer persegi wilayah Ukraina. Pada periode yang sama tahun 2025, mereka menguasai sekitar 2.190 kilometer persegi.
Jika analis mengabaikan wilayah infiltrasi yang belum menghasilkan kendali permanen, keuntungan bersih Rusia hanya sekitar 97 kilometer persegi.
Selama Juni, pasukan Rusia merebut rata-rata 1,03 kilometer persegi wilayah per hari. Pada enam bulan pertama 2025, mereka mencatat rata-rata 16,6kilometer persegi per hari.
Analis memperkirakan Rusia membutuhkan sekitar 14 tahun untuk menguasai sisa sekitar 20 persen wilayah Donetsk yang masih berada di bawah kendali Ukraina jika laju saat ini tidak berubah.
Drone Ukraina Ganggu Logistik Rusia
Zelenskyy mengatakan peningkatan produksi drone dan rudal jarak jauh menjadi faktor utama perlambatan Rusia. Ukraina menggunakan senjata itu untuk menyerang gudang amunisi, jalur logistik, konvoi militer, jembatan, dan fasilitas energi di Krimea.
“Batalion akan menerima sumber daya tambahan,” ujar Zelenskyy.
Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, Robert “Magyar” Brovdi, mengklaim pasukannya menghancurkan atau merusak 50.147 target militer Rusia selama Juni.
Ia juga mengatakan unitnya menyerang sasaran Rusia rata-rata setiap 52 detik.
Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak membantah adanya krisis energi. Ia menegaskan pasokan bahan bakar domestik tetap aman.
Presiden Vladimir Putin juga mengatakan Rusia masih memiliki cadangan bensin sekitar 1,7 juta ton. Meski demikian, pemerintah tetap memperpanjang larangan ekspor solar untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar