Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Balikpapan, (kabaristana.com) — Borneo Forum 2026 mendorong pemerintah memangkas birokrasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Penyederhanaan proses dinilai dapat mempercepat penyaluran dana dan membantu petani meremajakan kebun sawit.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dana BPDPKS Lupi Hartono mengatakan proses administrasi masih menjadi kendala utama. Persyaratan dokumen yang panjang membuat banyak pengajuan PSR membutuhkan waktu lama.

“Kami merekomendasikan penyederhanaan proses mendapatkan dan mencairkan dana PSR, agar programnya bisa lebih optimal,” kata Lupi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu.

BPDPKS merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan. Lembaga tersebut mengelola dana perkebunan kelapa sawit yang berasal dari pungutan ekspor.

Target PSR Belum Tercapai

Lupi menjelaskan, pemerintah pada 2021 menargetkan program PSR mencapai 180 ribu hektare setiap tahun. Dengan target tersebut, pemerintah berharap dapat meremajakan sekitar 900 ribu hektare dalam lima tahun.

Namun, realisasi program belum mendekati target tersebut. Menurut Lupi, proses verifikasi dan kelengkapan dokumen menjadi salah satu penyebabnya.

Petani harus menyiapkan sejumlah dokumen sebelum mengajukan PSR. Dokumen itu mencakup sertifikat atau surat keterangan tanah, peta kebun, serta bukti bahwa lahan tidak berada di kawasan hutan.

Pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan BPDPKS kemudian memeriksa dokumen tersebut. Jika terdapat perbedaan data, petani harus memperbaikinya sebelum pengajuan dapat berlanjut.

Petani juga tidak dapat mengajukan PSR secara pribadi. Mereka harus menggunakan lembaga berbadan hukum, seperti koperasi atau kelompok tani.

Lembaga tersebut harus menyusun proposal sesuai format nasional. Proposal itu memuat data anggota, rencana kerja, dan rencana anggaran biaya.

Setelah pemerintah menyetujui proposal, BPDPKS menyalurkan dana PSR sebesar Rp60 juta per hektare. Petani menggunakan dana tersebut untuk membuka lahan, menanam bibit, dan merawat tanaman.

Petani menerima dana secara bertahap. Setiap tahap membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi kembali.

Dana Rp60 juta per hektare tersebut juga mencakup biaya pemeliharaan tanaman hingga usia sekitar tiga tahun. Pada tahap itu, tanaman sawit mulai menghasilkan buah.

Program PSR bertujuan mengganti tanaman sawit yang sudah tua dan kurang produktif. Petani kemudian menanam kembali kebunnya menggunakan bibit sawit unggul.

Pemerintah Diminta Sederhanakan PSR

Lupi menegaskan bahwa penyederhanaan mekanisme PSR menjadi salah satu rekomendasi Komite Pengarah BPDPKS.

Pemerintah juga membahas kemungkinan membentuk satuan tugas lintas kementerian. Aparat penegak hukum dapat ikut mendampingi tim tersebut, terutama untuk membantu menyelesaikan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

Meski demikian, Lupi menegaskan pemerintah tetap harus menjaga transparansi dalam penyaluran dana.

“Namun karena berkenaan dengan uang, penyaluran dana tetap harus mengikuti ketentuan dengan prinsip transparansi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan produksi CPO Kaltim mencapai sekitar 4,3 juta hingga 4,9 juta ton setiap tahun. Angka tersebut menyumbang hampir 10 persen dari produksi sawit nasional.

Namun, petani rakyat masih menghadapi ketimpangan dengan perusahaan perkebunan besar. Salah satu persoalan utama berkaitan dengan akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS).

“Meski memiliki potensi besar, sayangnya masih adanya ketimpangan antara perusahaan perkebunan besar dan pekebun rakyat, khususnya terkait akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) karena kebun rakyat umumnya tidak memiliki pabrik sendiri,” kata Seno.

Seno menyampaikan pernyataan itu saat membuka 9th Borneo Forum 2026 di Ballroom Platinum Hotel Balikpapan.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan solusi nyata bagi petani. Salah satunya melalui penyusunan tata cara dan standar operasional pendirian PKS nonkebun di daerah.

Kepastian Legalitas Lahan Jadi Sorotan

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyoroti persoalan legalitas lahan masyarakat. Menurutnya, sejumlah lahan masyarakat yang sebelumnya memiliki legalitas kemudian masuk dalam penetapan kawasan hutan.

“Bukan kawasan hutan yang kita masuki, tetapi sebaliknya kawasan kita yang dimasukkan ke dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Eddy menilai pemerintah perlu memberikan kepastian hukum kepada petani. Kepastian tersebut penting agar petani dapat mengikuti program PSR tanpa menghadapi hambatan legalitas.

Menurutnya, persoalan legalitas dapat memperlambat peremajaan kebun. Kondisi itu juga dapat menghambat penyerapan dana sawit.

Direktur Eksekutif Kadin Kaltim Wibowo Mappatunru meminta manfaat dana sawit semakin terasa di daerah penghasil.

“Ketika dana sawit itu turun, maka produktivitas meningkat, dan industri lain juga ikut terdampak,” katanya.

Wibowo mencontohkan aktivitas perkebunan di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Menurutnya, sektor sawit ikut menggerakkan transportasi, perdagangan, sarana produksi, akomodasi, jasa, dan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat keseimbangan antara kontribusi daerah dan manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat.

Keberlanjutan Sawit Perlu Jaga Lingkungan

Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruhiyat mengingatkan pentingnya aspek lingkungan dalam industri sawit.

Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar peningkatan produksi serta ekspor. Mereka juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Keberlanjutan itu sangat ditegakkan oleh keberlanjutan lingkungan, bukan semata-mata dari meningkatnya ekspor sawit,” kata Ruhiyat.

Borneo Forum ke-9 berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tidak hanya para pekebun dan pengusaha, tapi juga sangat melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, termasuk juga mereka yang peduli isu-isu lingkungan yang ditimbulkan industri kelapa sawit.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang menunggu di peron Stasiun Yogyakarta akibat pembatalan KA Daop 6 yang mengganggu perjalanan kereta

    Pembatalan KA Daop 6 Picu Antrean Panjang Penumpang di Stasiun Yogyakarta

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 148
    • 3Komentar

    Jakarta,(kabaristana.com)Pembatalan KA Daop 6 terjadi hari ini dan berdampak pada perjalanan kereta di wilayah Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah cepat untuk menjaga keselamatan serta memastikan pelayanan tetap berjalan. Yogyakarta, Rabu — KAI Daop 6 Yogyakarta menghentikan sejumlah perjalanan kereta api setelah gangguan operasional memengaruhi jadwal keberangkatan. Perusahaan segera menyampaikan informasi kepada penumpang […]

  • kelas menengah sulit kaya dibandingkan orang kaya dengan aset besar

    Studi Ungkap Pola Belanja Kelas Menengah yang Menghambat Akumulasi Kekayaan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Keinginan hidup mapan dan memiliki kekayaan finansial masih menjadi tujuan banyak orang. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat justru bertahan di kelas menengah karena pola belanja yang kurang mendukung pertumbuhan aset jangka panjang. Di Indonesia, kelompok kelas menengah mendominasi struktur ekonomi. Mereka telah melampaui fase memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum mampu […]

  • pramudi mikrotrans jakarta melayani penumpang di armada mikrotrans transjakarta

    Pemkot Jakbar Buka Jalan 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritaskan Warga Lokal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Kota Jakarta Barat memfasilitasi rekrutmen 1.000 pramudi Mikrotrans yang diinisiasi oleh PT Transportasi Jakarta. Program ini menargetkan warga Jakarta Barat sebagai prioritas utama untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. […]

  • Prabowo ke London untuk kunjungan resmi dan diplomasi bilateral

    Seskab: Presiden Prabowo ke Inggris, Temui PM Keir Starmer dan Raja Charles III

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 377
    • 0Komentar

    JAKARTA ,(kabaristana.com) | Prabowo ke London menjadi agenda diplomasi luar negeri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada awal 2026. Presiden bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/1/2026), untuk melakukan kunjungan resmi ke Inggris dan Swiss. Lawatan ini menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif membangun kemitraan strategis. Selain itu, kunjungan […]

  • MLSC Bekasi 2025 Saira Clara Devina menggiring bola di final KU 12

    Peserta MLSC Bekasi Seri 2 Meningkat, Sepak Bola Putri Kian Diminati

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 102
    • 2Komentar

    Bekasi, (kabaristana.com) – Tren pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia kembali menguat. Peningkatan jumlah peserta dalam ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 2 musim 2025–2026 menjadi buktinya. Panitia menggelar turnamen ini pada 28 April hingga 3 Mei di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 1.164 siswi […]

  • Anton Timbang terpilih kembali sebagai Ketua Umum Kadin Sultra 2026–2031 dan mengangkat bendera Kadin dalam Musprov VIII di Kendari.

    Anton Timbang Kembali Nahkodai Kadin Sultra, Fokus Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 263
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com – Anton Timbang kembali memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara periode 2026–2031. Peserta Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sultra ke-VIII memilihnya dalam forum yang berlangsung di Kendari, Sabtu (14/2/2026). Hasil Musprov ini mengantarkan Anton memasuki periode kepemimpinan kedua. Pada periode sebelumnya, ia membenahi tata kelola organisasi dan memperkuat posisi Kadin sebagai mitra […]

expand_less