HMI CABANG JAKARTA PUSAT–UTARA Desak Kapolres Jakarta Utara Tindak Tegas Insiden Challenge QS. Ad-Duha Berhadiah Alkohol
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- visibility 187
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat–Utara, Rusmin Sangadji.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA UTARA, (kabaristana.com) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat–Utara mengecam video challenge menghafalkan QS. Ad-Duha dengan hadiah minuman beralkohol. Video tersebut muncul dalam rangkaian acara The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, pada 11 Agustus 2026.
Video itu memicu keresahan di tengah masyarakat. HMI menilai penggunaan ayat suci Al-Qur’an dalam challenge tersebut tidak pantas.
Organisasi mahasiswa Islam itu juga menilai kegiatan tersebut tidak menghormati nilai keagamaan. Karena itu, HMI meminta aparat memeriksa fakta dan kronologi kejadian secara objektif.
HMI Desak Polisi Periksa Pihak Terkait
Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat–Utara Rusmin Sangadji meminta Kapolres Jakarta Utara segera memeriksa kejadian tersebut. Polisi perlu menelusuri kronologi dan pihak yang terlibat dalam challenge itu.
Aparat juga perlu meminta keterangan dari pihak booth, MC, talent, penyelenggara acara, serta orang lain yang mengetahui kejadian tersebut.
Selanjutnya, polisi perlu memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum. Aparat harus mengacu pada fakta dan alat bukti dalam menentukan langkah hukum.
“Kami meminta Kapolres Jakarta Utara tidak menganggap persoalan ini sebagai sekadar konten viral. Ada nilai agama dan ketertiban masyarakat yang harus dilindungi. Jika setelah dilakukan penyelidikan ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, maka kami meminta agar diproses secara tegas, profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Rusmin.
Klarifikasi Pihak Booth Tetap Perlu Diverifikasi
Pihak MC booth sebelumnya menyebut challenge tersebut muncul secara spontan dari audiens. Mereka juga menyatakan kegiatan itu tidak berkaitan dengan pihak Newport.
Sementara itu, penyelenggara The Sounds Project menyampaikan komitmen untuk menghormati agama dan keyakinan seluruh audiens.
HMI menghargai klarifikasi tersebut. Namun, organisasi itu meminta polisi tetap memeriksa fakta di lapangan.
Menurut HMI, aparat perlu mengetahui bagaimana challenge tersebut muncul. Polisi juga perlu menelusuri siapa yang menggagas, memfasilitasi, atau mengetahui kegiatan tersebut.
Pemeriksaan fakta dapat membantu publik memperoleh informasi yang jelas. Langkah tersebut juga dapat mencegah munculnya kesimpulan sepihak sebelum aparat menyelesaikan proses verifikasi.
HMI Minta Pengawasan Booth Diperketat
HMI meminta penyelenggara memperketat pengawasan terhadap aktivitas di area booth. Penyelenggara perlu memastikan setiap kegiatan mengikuti aturan acara dan menghormati nilai agama.
Pelaku industri hiburan juga perlu memperhatikan norma sosial ketika membuat konsep acara. Hal itu penting karena festival melibatkan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
HMI menegaskan bahwa Al-Qur’an harus mendapat penghormatan. Organisasi tersebut menilai ayat suci tidak semestinya menjadi gimmick hiburan atau alat promosi dalam kegiatan komersial.
“Kami tidak ingin persoalan ini berhenti sebagai kontroversi media sosial selama beberapa hari. HMI meminta negara hadir untuk memastikan bahwa ruang publik tetap menjadi ruang yang menghormati agama, hukum, dan martabat masyarakat,” tegas Rusmin.
HMI Cabang Jakarta Pusat–Utara akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut. Organisasi itu juga menyatakan siap mengambil langkah konstitusional dan hukum jika menemukan pelanggaran serta menilai penanganan kasus belum memadai.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar